Home / Berita / PARAS 13 Hadir Dengan Tampilan Berbeda di Tahun Ini
IMG_0425

PARAS 13 Hadir Dengan Tampilan Berbeda di Tahun Ini

Mhd Abdul Fattah/Ade Khairani.

“Layaknya taman tanpa bunga, begitulah hampanya kehidupan jika tanpa ada seni dan hiburan di dalamnya.”

Pijar, Medan. Indonesia kaya akan budaya yang tertuang di dalam seni dan melekat di darah para pemudanya. Terbukti dari LKSM (Lembaga Kreatifitas Seni Mahasiswa) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) yang kembali menggelar pagelaran seni bertajuk PARAS 13 (Pagelaran Seni Tiga Belas) di Gedung Utama Taman Budaya Sumatera Utara, Jalan Perintis Kemerdekaan No. 33 pada Rabu, (19/12).

Pagelaran seni ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh LKSM, namun ada yang berbeda dengan pagelaran seni ketiga belas ini. Jika di tahun-tahun sebelumnya hanya menampilkan teater saja, di pagelaran ketiga belas ini para penikmat seni dimanjakan dengan berbagai pertunjukan. Mulai dari pertunjukan musik, pertunjukan sastra, tari kreasi, hingga teater yang ditampilkan dengan sangat apik dan memancing penonton memberikan sorak keceriaan.

Imam Sugihartono yang merupakan Pimpinan Produksi mengaku bahwasanya acara ini sudah disiapkan dari mulai bulan Juni 2018 lalu. “Konsepnya sebenarnya biasa, hanya saja dibagi dua sesi dan lebih banyak varian penampilan seperti tari, puisi dan lainnya,” papar Imam.

hiburan live musik oleh LKSM disela jeda pertunjukan drama di Gedung Utama Taman Budaya (19/12). (Fotografer: Mhd. Abdul Fattah)
hiburan live musik oleh LKSM disela jeda pertunjukan drama di Gedung Utama Taman Budaya (19/12).
(Fotografer: Mhd. Abdul Fattah)

Dikemas dengan acara pertunjukan, acara ini sukses memancing antusias anak muda kota Medan untuk menyaksikan beragam budaya Indonesia. Terlihat dari banyaknya pengunjung yang datang di acara PARAS 13 ini.

PARAS 13 sendiri dibuka dalam dua sesi. Sesi pertama dibuka pada pukul 16.00 WIB, dan sesi kedua pada pukul 20.00 WIB. Sehingga bagi para penikmat seni yang tidak bisa datang di sesi pertama tetap dapat menikmati pagelaran seni PARAS 13 di sesi kedua. Hal ini dibenarkan oleh Nirwana salah satu penonton yang memilih hadir di sesi kedua, “Ada acara refreshing juga sih habis kuliah, karena kan siangnya penat dibuat belajar” jelasnya.

Candra, penonton yang juga hadir mengugkapkan bahwa salah satu alasannya hadir karena ingin melihat penampilan dari salah satu temannya serta meramaikan acara yang digelar oleh LKSM ini. “Tahu acara ini karena ada temen yang nampil. Keseluruhan acaranya bagus karena semua seni digabungkan menjadi suatu pertunjukan yang sangat indah,” jelas mahasiswa Ekonomi Bisnis Syariah Universitas Islam Sumatera Utara ini.

Di akhir, Imam berharap bahwa akan ada hal baru dan yang lebih baik bagi yang bisa dihadirkan. “Semoga para penikmat seni bisa menciptakan suatu hal yang baru dari kesenian yang sudah ada, serta dapat mengembangkan seni yang sudah ada. Karena seni adalah hiburan yang mencakup semua aspek kehidupan, dan setiap manusia membutuhkan hiburan,” pungkasnya.

Redaktur Tulisan: Hidayat Sikumbang

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber Foto : Titiknol.co.id

KILAS BALIK PERISTIWA KONFERENSI ASIA AFRIKA PADA 18-25 APRIL 1955

Pijar, Medan. Pada tanggal 18 April hingga 25 April 1955, catatan sejarah nasional Indonesia menandai sebuah peristiwa sejarah yang terjadi di Gedung Merdeka, Bandung, sebuah konferensi antara Negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. Konferensi yang bertujuan untuk menjalin kerjasama ekonomi dan melawan kolonialisme dari para Negara imperialis ini disebut sebagai Konferensi Asia Afrika.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *