Home / Berita / Pentingnya Budaya Dalam Tata Ruang Kota
IMG20181206105806

Pentingnya Budaya Dalam Tata Ruang Kota

Talitha Nabilah/Regina Sitohang

Pijar, Medan. Himpunan Mahasiswa Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Medan (ITM) menyelenggarakan kuliah umum Planoforia, Kamis (06/12). Acara ini diadakan dalam rangka merayakan dies natalis Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota ITM ke-26 di Aula ITM Ruang DR-101, Jl. Gedung Arca, Kota Medan.

Dengan tema “Culture for Sustainable Urban Development”, kegiatan yang dimulai pada pukul 10.00 WIB ini dihadiri Miduk Hutabarat sebagai moderator serta Megawandi Tarihoran, ST.IAP, Dr. Asmyta Surbakti, M.Si, dan Ahmad Yasir, ST, MT sebagai pemateri. Kuliah umum ini juga diramaikan oleh mahasiswa ITM dan dari berbagai kampus yang ada di Kota Medan.

“Potensi masyarakat kota Medan yang plural and multicultural dapat menjadi pengembangan pariwisata budaya. Bukan hanya itu, generasi milenial juga sangat berpengaruh dalam pengembangan pariwisata budaya seperti dengan membuat vlog, blog, dan endorsement tentang budaya Medan,” jelas Dr. Asmyta Surbakti saat memberikan materi tentang generasi millenial.

Penyampaian materi pada kuliah umum Planoforia oleh Dr. Asmyta Surbakti, M.Si. (6/12) (Fotografer: Talitha Nabilah)
Penyampaian materi pada kuliah umum Planoforia oleh Dr. Asmyta Surbakti, M.Si. (6/12)
(Fotografer: Talitha Nabilah)

Martin Zebua salah satu peserta yang juga merupakan mahasiswa ITM menuturkan ketertarikannya terhadap kuliah umum ini. “Melalui kegiatan ini kita belajar bahwa dalam mengembangkan tata ruang kota, kita tidak boleh meninggalkan kearifan lokalnya. Kami juga belajar bahwa budaya tidak dapat lepas dari pengembangan suatu kota,” kata Martin.

Terkait hal itu, Martin juga berharap agar kedepannya Planoforia ini dapat berlangsung lebih baik lagi. Agar setiap orang yang mengikuti kegiatan ini mengerti bahwa kita boleh mengikuti zaman, namun tidak melupakan budaya kita.

Siti selaku Ketua Panitia Acara Planoforia mengungkapkan, “Karena kita ini sebagai planner , khususnya kami, mempunyai peran besar di dalam pengembangan tata kota. Jadi, kami memasukkan budaya sebagai pertimbangan yang penting dalam pengembangan tata kota. Karena apabila kita meninggalkan budaya itu sendiri, maka kita tidak lagi terlihat unik.”

Tidak hanya mengadakan kuliah umum, Himpunan Mahasiswa Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota ITM juga melakukakan pengabdian masyarakat, mengadakan lomba futsal, dan gebyar musik sebagai rangkaian acara dalam Dies Natalis Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota ITM.

Redaktur Tulisan: Maya Andani

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber Foto : Titiknol.co.id

KILAS BALIK PERISTIWA KONFERENSI ASIA AFRIKA PADA 18-25 APRIL 1955

Pijar, Medan. Pada tanggal 18 April hingga 25 April 1955, catatan sejarah nasional Indonesia menandai sebuah peristiwa sejarah yang terjadi di Gedung Merdeka, Bandung, sebuah konferensi antara Negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. Konferensi yang bertujuan untuk menjalin kerjasama ekonomi dan melawan kolonialisme dari para Negara imperialis ini disebut sebagai Konferensi Asia Afrika.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *