Home / Berita / Penulis Novel Egosentris Ajarkan Cara Bijak Bersosial Media
Fotografer: Hidayat Sikumbang
Fotografer: Hidayat Sikumbang

Penulis Novel Egosentris Ajarkan Cara Bijak Bersosial Media

Hidayat Sikumbang

Media sosial ibaratkan sebilah pisau. Apabila berada di tangan penjahat, maka bisa saja menghilangkan nyawa banyak orang. Akan tetapi, apabila berada di tangan juru masak, maka justru akan menyelamatkan nyawa banyak orang.

Pijar, Medan. Innovastory bekerja sama dengan Pers Mahasiswa Kreatif Universitas Negeri Medan mengadakan gelar wicara inspiratif pada Sabtu, (15/12) di Aula Prof. Dr. Syawal Gultom M. Pd Universitas Negeri Medan.

Acara yang bertajuk “Innovation Of Social Media Talk (IOS Talk) – Live Your Live with Social Media” menghadirkan seorang Syahid Muhammad, penulis novel yang sudah membuat luluh pembacanya lewat karya berjudul; Kala, Amor Fati, Egosentris, hingga yang terbaru berjudul Paradigma.

Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini dibuka dengan alunan lagu yang dibawakan oleh Nico & Tomy. Mereka berdua sukses menyihir hadirin yang datang lewat tembang-tembang dari band indie.

Setelahnya, berlanjut pada sesi pembacaan doa dan kata sambutan yang dibawakan oleh pihak Innovastory serta Pers Mahasiswa Kreatif. Hingga ketika jarum jam menunjukkan pukul 09.30 WIB, sesi yang sangat ditunggu-tunggu para peserta gelar wicara pun tiba, yakni gelar wicara bersama Syahid Muhammad.

Iid, sapaan akrab dari Syahid Muhammad memulai cerita dengan latar belakangnya sebelum menjadi penulis seperti sekarang ini. Ia berkelakar, bahwa dirinya sebelumnya hanya seorang pria yang sering mengasihani dirinya sendiri. Pemuda yang menamatkan kuliah D3 pada 2011 di bidang perhotelan ini mengatakan bahwa ia sempat bekerja selama setahun setelah selesai menyelesaikan kuliahnya. Hingga pada akhirnya di tahun 2013, Iid pun mengaku bahwa ia sama sekali tidak memiliki pekerjaan.

“Jadi untuk mengisi kekosongan saya menjual wall frame, yang biasa dilihat di kafe-kafe itu. Saya memperluas jaringan saya lewat karya yang bisa diperjual belikan seperti itu. Selain menulis di blog, sosial media, saya bisa menghasilkan uang dari situ,” terang penulis berambut gondrong ini.

Sesi Mini-Workshop bersama Syahid Muhammad dalam IOS Talk di Universitas Negeri Medan. (15/11) (Fotografer: Hidayat Sikumbang)
Sesi Mini-Workshop bersama Syahid Muhammad dalam IOS Talk di Universitas Negeri Medan. (15/11)
(Fotografer: Hidayat Sikumbang)

Bagaimana Iid yang sehari-hari bekerja sebagai penulis memaknai hidupnya? Pria asal Bandung ini menjawab bahwa kita sebagai manusia akan terus-menerus belajar terhadap suatu hal yang tidak akan pernah selesai.

“Makna hidup, terus terang aku tak tahu. Tapi, untuk instansi aku sekarang, kita akan belajar suatu hal yang tidak pernah ada beresnya. Kita bisa kesal sama suatu hal, namun bisa saja beberapa saat kemudian perasaan kita malah berubah. Kita berada di tahap itu dan akan terus-terusan di tahap itu,” katanya saat menjelaskan bagaimana dirinya yang sekarang dan dirinya di lima tahun lalu.

Acara yang digagas oleh Innovastory dan Pers Mahasiswa Kreatif ini dibuat menjadi dua sesi. Sesi pertama yakni berupa gelar wicara dan sesi kedua yaitu loka karya mini (mini workshop) yang dibawakan langsung oleh Syahid Muhammad.

Aisyah Nurhasanah, salah satu peserta yang hadir mengungkapkan bahwa salah satu alasannya hadir dalam acara IOS Talk ini yakni ingin bertemu dan belajar langsung bagaimana cara menulis di media sosial bersama Syahid Muhammad.

“Aku jujur datang ke sini itu karena mau ketemu langsung dengan Mas Iid. Aku memang belum baca bukunya. Tapi aku suka sama akun sosial medianya, contohnya Instagramnya. Aku suka lihat feeds-feeds punya dia. Aku suka caption yang dia buat,” jelas mahasiswi Sastra Inggris Universitas Sumatera Utara ini.

Dari acara ini, pihak penyelenggara khususnya Innovastory berharap agar kedepannya anak muda yang hadir bisa memanfaatkan bagaimana menggunakan sosial media yang bijak agar mampu meningkatkan literasi.

Siti Khadijah, ketua panitia menyampaikan langsung bahwa ia sangat senang melihat antusiasme peserta yang hadir. “Terus terang kita mempersiapkan acara ini dalam waktu dua bulan setengah, semoga dengan ini kita bisa percaya diri dan semakin bijak dalam menggunakan media sosial,” pungkasnya.

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Fotografer: Azka Fikri

PKKMB Fakultas Teknik, Pentingnya Karakter dan Etika dalam Lingkungan Mahasiswa

Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT USU) 2019 berlangsung di Lapangan Parkir Fakultas Teknik USU pada Selasa, 20/8. Kegiatan ini dihadiri oleh 1.178 orang mahasiswa baru dari berbagai program studi yaitu: Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Arsitektur, dan Teknik Lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *