Home / Hiburan / Buku / Strawberry Generation, Menjadi Driver atau Passenger?
Fotografer: Intan Khusnul
Fotografer: Intan Khusnul

Strawberry Generation, Menjadi Driver atau Passenger?

Intan Sari/Intan Husnul Khatimah

“Dari bentuk dan warnanya, strawberry itu menawan. Namun, di balik keindahannya, ia ternyata begitu rapuh

Pijar, Medan. Sebaris kalimat di atas adalah ilustrasi dari buku berjudul Strawberry Generation. Hal itu melambangkan sebuah bagian dari suatu generasi yang rapuh meski terlihat indah. Ia adalah generasi milenial, istilah dan kata yang sudah tidak asing lagi kita dengar di zaman yang semakin modern ini. Istilah tersebut sering sekali dibicarakan dalam segala bidang, salah satunya dalam buku yang berjudul “Strawberry Generation” karya Rhenald Kasali yang terinspirasi dari istilah tersebut.

Buku ini berisi kumpulan artikel hasil tulisannya tentang dunia pendidikan dan parenting. Melalui buku ini Rhenald Kasali mengajak para pembaca untuk berani menerima dan menghadapi tantangan hidup yang lebih besar. Kebanyakan anak muda atau yang biasa disebut generasi milenial sekarang hanya bisa membuat kehebohan saja tetapi tidak berani bertindak dan mengambil keputusan. Dalam buku ini Rhenald Kasali menyebut mereka dengan sebutan generasi wacana, generasi yang selalu galau, setelah lulus pun hanya mampu berwacana.

Selain itu, Rhenald Kasali juga menekankan betapa anak-anak muda sekarang sangat mampu mendapatkan nilai bagus di kelas. Tetapi, saat diberi kesulitan malah menghindar dan menyerah. Melalui buku ini, Rhenald Kasali mendorong agar kita para anak muda tidak sekadar mengejar gelar dan menjadi sarjana kertas saja yang hanya bermodalkan ijazah, tetapi harus mempunyai keterampilan yang memadai.

Menariknya lagi, dari buku ini, Rhenald Kasali mengajak kita untuk menjadi seorang driver nation. Bukan driver yang biasa kita kenal sebagai supir, melainkan driver yang merupakan sebuah sikap hidup yang membedakan dirinya dengan passenger. Dalam artian, driver yang menentukan arah, yang paham kemana tujuan perjalanannya, yang membawa para penumpangnya ke tempat tujuan, yang memikirkan bagaimana cara mencapai tujuan dengan tepat waktu, dengan selamat dan menyenangkan, serta berani mengambil risiko. Bukan passenger yang hanya memilih untuk duduk manis di kursi penumpang tanpa tahu dan tanpa memikirkan apa pun yang terjadi saat perjalanan dilakukan.

Beberapa dari artikel yang terdapat pada buku ini juga menuliskan bagaimana cara mendidik dan cara mengajar yang baik. Penting bagi kita para milenial untuk mengetahui hal tersebut, karena bagaimana pun sebagai generasi muda kita pasti akan menjadi seorang penerus. Itu berarti kita memiliki kewajiban untuk memberikan contoh yang baik dan memberikan dorongan supaya generasi yang akan datang mampu menjadi lebih baik lagi, lebih berani, dan mempunyai mental yang jauh lebih kuat daripada kita sekarang.

Buku Rhenald Kasali ini memotivasi orang dengan cara menyadarkan pembaca bahwa sukses itu tidak dapat diraih dengan malas-malasan. Kita harus mau bekerja keras untuk mencapai sukses. Buku ini tidak hanya cocok untuk dibaca oleh para anak milenial, tetapi tepat juga untuk guru dan orangtua yang ingin memahami dunia saat ini.

(Redaktur Tulisan: Maya Andani)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber Gambar: popsugar-assets.com

US, ANTARA KETAKUTAN DIRI SENDIRI DAN SOSOK DOPPELGANGER

Kisah ini bermula dari cerita sebuah keluarga di musim panas. Adelaide Wilson, yang diperankan oleh Lopita Nyong’o, bersama dengan suami dan anak-anaknya yang pergi ke sebuah rumah tepi pantai yang pernah ia tinggali semasa kecil. Mereka kemudian mulai menghabiskan masa liburan musim panas di sebuah pantai Santa Cruz.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *