Home / Berita / Diskusi Milenials Ajak Anak Muda Melek SDGs  
P_20190212_142033

Diskusi Milenials Ajak Anak Muda Melek SDGs  

Star Munthe

Pijar.Medan. Menelik 15 tahun sebelum 2015, dunia mengenal Millennium Development Goals (MDGs) sebagai kesepakatan negara-negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada 2000 September. Deklarasi MDGs tersebut berisi delapan butir poin dengan tujuan kesejahteraan dan pembangunan masyarakat sampai tahun 2015.

Ada pun delapan poin yang tertuang dalam MDGs, meliputi: Pengentasan kemiskinan dan kelaparan ekstrim; Pemerataan pendidikan dasar; Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan; Mengurangi tingkat kematian anak; Meningkatkan kesehatan ibu; Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya; Menjamin daya dukung lingkungan hidup.

Setelah MDGs yang berpuncak pada 2015, PBB kembali mengeluarkan deklarasi pembangunan yang tertuang dalam 17 butir poin Sustainable Development Goals yang disingkat dengan SDGs. 17 poin tersebut di nilai lebih merincikan permasalahan umum yang menjadi musuh di segala banyak negara.

17 poin tersebut berisikan 169 capaian yang terukur dan tenggat yang telah ditsepakati oleh PBB sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi. Indonesia sebagai salah satu negara yang ikut dalam perjuangan mencapai cita-cita PBB yang tertuang dalam SDGs juga berperan aktif dalam mewujudkan 17 poin tersebut.

Ada pun 17 poin tersebut ialah sebagai berikut: Tanpa kemiskinan; Tanpa kelaparan; Kehidupan sehat dan sejahtera; Pendidikan berkualitas; Kesetaraan gender; Air bersih dan sanitasi layak; Energi bersih dan terjangkau; Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, Industri, inovasi, dan infrastruktur; Berkurangnya kesenjangan; Berkurangnya kesenjangan; Kota dan komunitas berkelanjutan; Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab; Penanganan perubahan iklim; Ekosistem laut; Ekosistem daratan; Perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh; Kemitraan untuk mencapai tujuan.

Indonesia sebagai salah satu negara yang terlibat dalam deklarasi tersebut juga turut ikut andil peran demi mencapai kesejahteraan masyarakat. Melalui acara Diskusi Milenials: Peran Anak Muda Dalam Agenda 2030, yang berlangsung di Potret Cafe, Medan (12/2), anak muda atau yang biasa disapa milenial diajak untuk ikut juga turut aktif dalam merancang dan menciptakan kegiatan yang mampu mendukung kesuksesan SDGs.

“Sebenarnya acara ini dilaksanakan dalam dua rangka yaitu, percepatan dan pemahaman permasalahan SDGs. Sebelumnya acara ini hanya ditujukan kepada pemangku kebijakan di tingkat daerah,” sebut Kunen dari Youth Force Indonesia. Alasan diskusi tersebut menyasar kepada kaum milenial ialah karena kaum ini dianggap memiliki peran penting nantinya di tahun 2030 mendatang. Terlebih lagi Indonesia akan dihadapkan dengan bonus demografi.

“Ada prediksi yang menyatakan bahwa pada tahun 2045 nanti, Indonesia akan dihadapkan pada bonus demografi. Kekuatan muda ini juga dinilai sebagai kekuatan yang mampu menguntungkan dan juga mampu merugikan. Keuntungan apabila populasi muda ini mampu diarahkan untuk bekerja. Dan merugikan apabila minimnya lapangan pekerjaan yang akan memperbesar tingkat pengangguran. Kita juga menyasar anak muda, karena kita percaya dengan kreativitas anak muda dan kita ingin ide yang baru dari anak muda,” tambah Kunen.

Diundangnya anak muda untuk ikut tergabung dalam menyukseskan SDGs akan memberikan kesempatan yang lebih besar bagi terwujudnya SDGs yang diprakarsai oleh pemerintah untuk masyarakat.  “Sebagai pemuda kita bisa ikut berkontribusi mendukung gerakan ini. Hal tersebut berguna untuk membantu masyarakat dan memperbaiki apa yang mungkin kurang dari pemerintah,” ujar Putu kepada para peserta Diskusi Milenials.

Redaktur Tulisan: Hidayat Sikumbang 

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Fotografer: Rassya Priyandira

Ranking 1 Ilmu Komunikasi: “Bukan Sekadar Cakap-Cakap”

Pijar, Medan. Quality Organizer sukses menggelar acara Ranking 1 Ilmu Komunikasi pada rabu, (20/3). Acara ini diikuti oleh 63 peserta yang tergabung dalam prodi Ilmu Komunikasi. Turut hadir dosen Ilmu Komunikasi dalam acara ini, yaitu Dra. Fatma Wardy Lubis, MA dan Moulita, S.Sos, MA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *