Home / Hiburan / Film / Captain Marvel, Asal Mula Terbentuknya Avengers

Captain Marvel, Asal Mula Terbentuknya Avengers

Sumber Foto: google.com

Patricia Astrid / Annisa Van Rizky

“I’m not what you think I am” – Captain Marvel

Pijar, Medan.  Film superhero garapan Marvel Cinematic Universe (MCU), Captain Marvel menjadi salah satu film yang sangat dinantikan di tahun 2019 ini. Untuk pertama kalinya MCU menjadikan sosok perempuan sebagai pemeran utama dalam film terbarunya. Captain Marvel mulai tayang di Indonesia pada tanggal 6 Maret 2019.

Jadwal tayang tersebut lebih cepat dua hari daripada di Amerika yang mulai tayang bertepatan pada Hari Perempuan Internasional, 8 Maret 2019. Film ini disutradarai oleh Anna Boden dan Ryan Fleck serta dibintangi oleh Brie Larson, Samuel L. Jackson, Jude Law, Gemma Chan, Ben Mendelsohn, dan Annette Bening.

Berlatarkan tahun 1995, film ini bercerita tentang Carol Danvers (Brie Larson), seorang mantan Pilot Angkatan Udara Amerika Serikat yang mengalami kecelakaan pesawat saat tengah bertugas menjalankan sebuah misi rahasia. Takdirnya kemudian berubah setelah terjadinya ledakan yang mengakibatkan Danvers menjadi setengah manusia dan setengah Kree.

Hal tersebut yang menjadi asal mula bagaimana Danvers akhirnya mendapat kekuatan super dan pergi meninggalkan bumi dan menjadi pahlawan terkuat yang tergabung dalam Starforce, tim elit militer Kree di planet Kree of Hala selama enam tahun lamanya.

Danvers tidak mengingat apapun tentang masa lalunya setelah peristiwa ledakan tersebut. Satu-satunya memori yang  tersisa dalam dirinya hanyalah dia bernama Vers, seorang pasukan elit Kree yang memiliki tugas untuk mengintai bangsa Skrull yang dianggap kejam, bisa mengubah bentuk mereka menjadi apapun, dan harus dimusnahkan dari alam semesta.

Perjalanan mencari jati diri untuk menguak kepingan masa lalunya bermula saat Vers ditangkap oleh bangsa Skrull yang kemudian membuatnya kabur dan jatuh ke Planet C 53 yang tidak lain adalah bumi. Disinilah Vers bertemu dengan Nick Fury muda yang membantunya dalam menemukan identitasnya yang sebenarnya di bumi.

Banyak peran pendukung di film ini yang tak kalah mencuri perhatian penonton yakni Goose, kucing peliharaan Captain Marvel yang mana adalah alien jenis Flerken yang mirip dengan kucing di Bumi. Jadi sobat Pijar, Goose bukan seekor kucing biasa. Goose sangat pintar dan memiliki tentakel dimulutnya. Peran cameo sang pencipta Avengers, Stan Lee juga dapat kita saksikan di film berdurasi 125 menit ini.

Masih ingatkah sobat Pijar dengan post credit di film Avengers: Infinity War? Dimana sebelum hilang menjadi butiran debu, Nick Fury menghubungi Captain Marvel dengan menggunakan Pager (alat komunikasi yang digunakan pada masanya). Pada akhir film ini pula berkisah bagaimana Nick Fury memutuskan untuk membentuk ‘Avengers’.

Dilansir dari CNN Indonesia, Captain Marvel yang merupakan film ke-21 produksi Marvel Cinematic Universe berhasil masuk ke dalam jajaran film dengan debut akhir pekan terbesar di dunia. Berdasarkan data box office terbaru, Captain Marvel berhasil mengumpulkan pendapatan di akhir pekan pertamanya mencapai US$455 juta atau sekitar Rp6,5 triliun dari seluruh dunia. Sementara itu, pendapatan Captain Marvel di Indonesia telah mencapai US$6,4 juta atau setara dengan Rp91,5 miliar. Captain Marvel melesat masuk ke posisi enam film dengan raihan box office global akhir pekan awal terbesar sepanjang masa. Dengan pencapaian ini pula, Captain Marvel secara otomatis menjadi film dengan pembukaan terbesar pada tahun ini.

So, tunggu apalagi sobat Pijar? Pastikan kalian tidak ketinggalan menonton film superhero yang satu ini ya!

Redakttur Tulisan : Annisa Rahmi

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber foto : Google.com

My Name is Khan, Bukti Islam Bukan Teroris

My Name is Khan adalah film garapan Karan Johar ditahun 2010. Film ini mengisahkan tentang perjuangan seorang muslim di tengah rumor dan stereotype warga Amerika mengenai Islam yaitu teroris. Rizvan yang dikisahkan beragama islam ingin mengubah hal tersebut dengan cara yang cukup nekat. Yaitu dengan cara ingin menjumpai presiden Amerika Serikat untuk menyampaikan bahwa dirinya Islam dan dirinya bukan teroris.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *