Home / Berita / Miniatur Kebudayaan Jepang di Road to Little Akihabara
Fotografer: Kartika Oktarija
Fotografer: Kartika Oktarija

Miniatur Kebudayaan Jepang di Road to Little Akihabara

Kartika Oktarija Marito

Pijar, Medan. Glow Enterprise kembali mempersembahkan Miniatur Akihabara untuk penggemar kebudayaan Jepang di Medan. Akihabara sendiri merupakan kawasan perbelanjaan elektronik, anime, manga, dan doujinshi di negeri si kucing pemilik kantong ajaib, Doraemon. Acara tahunan ini digelar di STMIK-STIE Mikroskil, Minggu (17/03).

“Akihabara itu salah satu kota yang paling terkenal di Tokyo, Jepang. Di sana rata-rata banyak cosplay, menjual action figure, anime, maid café juga,” kata salah satu panitia, Johan Wongso, saat mengungkapkan inspirasi di balik penamaan Komunitas Little Akihabara tersebut.

Ada beberapa perlombaan yang Little Akihabara ciptakan untuk menantang para para penggiat budaya Jepang, seperti kontes fotografi, voice acting contest, anisong contest, dan Indonesia Cosplay Grand Prix (ICGP). Dari semua perlombaan ada sekitar 60-an peserta yang ikut berpartisipasi.

Cosplay sebagai kontes unggulan Little Akihabara, kembali mencari pemenang utama yang akan mewakili Sumatera Utara untuk tingkat nasional Cosplay Grand Prix (ICGP) di Jakarta nanti. Tidak sampai di situ, cosplayer terbaik yang berlaga di Ibu Kota juga akan mengikuti World Cosplay Summit (WCS).

Action Figure dari anime-anime Jepang dalam acara Little Akihabara. (17/3) (Fotografer: Kartika Oktarija)
Action Figure dari anime-anime Jepang dalam acara Little Akihabara. (17/3)
(Fotografer: Kartika Oktarija)

“Pemenang dari tingkat nasional ini akan bertanding di Nagoya Jepang untuk WCS,” tutur Johan.

Salah satu cosplayer dengan kostum Crystal Maiden dari game Dota, Nabila, mengaku giat menyambangi berbagai acara Kebudayaan Jepang. Menggandrungi dunia cosplay sejak dua tahun lalu, siswi SMA ini juga bergabung dalam Komunitas Cosplay Medan.

“Seru aja sih ikut kegiatan seperti ini. Suka cosplay karena sering menonton acara-acara seperti ini. Orang tua juga mendukung hobi aku ini,” ungkap Nabila.

Tidak hanya dihadiri oleh komunitas, acara ini juga diikuti oleh masyarakat umum yang tertarik untuk mengenal budaya dari Negeri Sakura itu. Keberadaan merchandise seperti gantungan kunci, poster, anime, baju dan lainnya menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung terutama bagi para Otaku, sebutan pencinta anime atau manga Jepang.

“Selain suka acara cosplay sama kebudayaannya, banyak pernak-pernik anime-nya juga. Biasanya sering beli poster sih, karena kalau di luar terkadang enggak banyak pilihannya,” kata Alsido, salah satu pengunjung dari Medan Anime Club.

Redaktur Tulisan: Intan Sari

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Apresiasi Musisi Melalui Record Store Day

Record Store Day adalah suatu rangkaian acara yang diperingati oleh seluruh dunia untuk merayakan hari rilisan fisik dalam hal musik, seperti compact disc (CD), kaset, dan vinyl atau piringan hitam. Di Indonesia sendiri dilaksanakan di 3 kota, yaitu Medan, Yogyakarta, dan Jakarta. Untuk kota Medan sendiri, sudah berlangsung sejak tahun 2013 lalu dalam melaksanakan acara ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *