Home / Berita / Najwa Shihab: Gaji DPR 55 Juta di Luar Tunjangan
Fotograger: Hidayat Sikumbang
Fotograger: Hidayat Sikumbang

Najwa Shihab: Gaji DPR 55 Juta di Luar Tunjangan

Hidayat Sikumbang

Pijar, Medan. Suasana riuh tercipta dalam ruang Pardede Hall Jum’at pada (15/3), Sekitar pukul 13.30 WIB. Kehadiran Meutya Hafid selaku Komisi I DPR Republik Indonesia dan Najwa Shihab ke Medan dalam Pertunjukkan Rakyat dan Gelar Wicara. Agenda yang bertemakan “Suara Kita Menentukan Masa Depan Bangsa – Pemuda Pemilih Cerdas” terselenggara berkat kerjasama antara DPR RI bersama  KOMINFO.

 Acara yang juga menghadirkan grup musik lokal seperti Dispenser, pemusik Maudy Viola, Anggi yang merupakan Komika Sumatera Utara, serta kesenian daerah seperti Tarian Saman yang dipertunjukkan oleh UKM UMSU dan Angklung Orchestra dari Psychestra Harmony USU.

“Sudah belasan tahun menjadi jurnalis dan tentu saja saya sudah paham gelagat para politisi negeri ini. Ada yang apabila ditanya malah nanya balik, ‘Apa Urusanmu.’ Ada juga politisi yang jago memutarbalikkan pertanyaaan. ‘Pertanyaan Anda menarik, tetapi kita ada memiliki hal yang lebih penting di sini.’ Kayak gitu,” tutur Najwa diiringi tepuk tangan riuh dari penonton yang hadir.

Arif Muhammad yang biasa dikenal Mak Beti turut memeriahkan acara. Ia berperan sebagai moderator dan bertugas untuk ‘menginterogasi’ Najwa Shihab serta Meutya Hafid. Namun bukannya malah menginterogasi, beliau malah balik diajarkan oleh kedua wartawan senior ini.

“Jangan pake naskah dong, Mak,” sindir Najwa tatkala Mak Beti mulai membaca naskah yang telah dipersiapkan.

“Yakin mau dua lawan satu?” ledek Meutya kembali.

Kehadiran Najwa dan Meutya juga menyuarakan agar anak muda zaman sekarang tidak takut menjadi politisi dan menjadi jurnalis. “Saya memang pernah meliput ke acara konflik, dan sempat disandera. Mungkin mereka yang di daerah tempat saya disandera itu sangat mudah terpapar hoaks, bicara tanpa data. Dan zaman sekarang sudah lebih enak,” ujar Meutya tatkala berbagi pengalamannya.

Namun, suasana tegang pun akhirnya berubah cair tatkala ucapan yang keluar dari Najwa Shihab saat Mak Beti membahas mengenai gaji seorang anggota dewan. “55 juta, dan itu di luar tunjangan-tunjangan yang lain,” ucap Najwa sambil menatap Meutya Hafid. “Dan jumlah segitu ketika ditanya, mereka bilangnya belum cukup karena banyaknya orang-orang yang datang ke ruangan datang membawa proposal,” kata Najwa.

Kehadiran sosok yang sangat lekat dengan anak muda di Medan ini tentu saja mengundang ketertarikan banyak anak-anak muda di Medan. Sella Maudy, mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED) jurusan Pendidikan IPA terlihat antusias menyaksikan pagelaran yang berlangsung. “Terus terang, saya senang melihat wanita-wanita pintar seperti Meutya dan Najwa. Dan saya, akhir-akhir ini suka berita politik juga. Malah karena politik saya datang. Kehadiran Mak Beti dan Anggi sebagai pemecah suasana juga cocok karena agar suasana tidak terlalu tegang,” ujar Sella.

Adanya pertunjukkan kesenian daerah juga membuat Sella semakin mengenal budaya daerah. “Adanya Saman dan Angklung juga semakin menambah rasa cinta dan melestarikan budaya Indonesia,” tukas Sella.

Redaktur Tulisan : Annisa Rahmi

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Fotografer: Rassya Priyandira

Ranking 1 Ilmu Komunikasi: “Bukan Sekadar Cakap-Cakap”

Pijar, Medan. Quality Organizer sukses menggelar acara Ranking 1 Ilmu Komunikasi pada rabu, (20/3). Acara ini diikuti oleh 63 peserta yang tergabung dalam prodi Ilmu Komunikasi. Turut hadir dosen Ilmu Komunikasi dalam acara ini, yaitu Dra. Fatma Wardy Lubis, MA dan Moulita, S.Sos, MA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *