Home / Berita / Rawit SMANSA Medan Suarakan Pandangan melalui Teater
Fotografer: Nadya Divariz
Fotografer: Nadya Divariz

Rawit SMANSA Medan Suarakan Pandangan melalui Teater

Dasmida/Nadya Divariz Bhayitta Syam

Pijar, Medan. Lampu gedung utama Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU) meredup perlahan, membiarkan pemain dari Teater Rawit SMA Negeri 1 Medan (SMANSA)unjuk gigi melalui pertunjukan teater berjudul ‘Dukun-Dukunan’. Memberikan perhatian sepenuhnya pada para pelakon mementaskan karya yang diadaptasi dari Puthut Buchori yang mengadaptasi karya dari Moliere pada Kamis, (7/3).

Kegiatan tahunan ini dibuka dengan kata sambutan oleh pembina teater rawit SMANSA Dra. Hj Ipa Ratna Mutiara, M.Pd dan Drs. Suhairi, M.Pd serta Agnes Novica selaku ketua teater rawit. Acara juga dimeriahkan oleh serentetan band milik siswa-siswi SMANSA.

Pencahayaan turut berubah seiring jalur cerita yang bergulir sesuai alur. Bercerita tentang perbedaan jenjang sosial, pemaksaan, beberapa isu yang sedang viral, hingga pesan moral. Semua dipadu apik dalam kisah pencarian penyelamat seorang gadis gagu. Selain itu, pertunjukan ini juga tidak lupa mengirim pesan bahwa percaya hanya pada Dia Yang Esa, bukan pada lainnya yang asalnya ntah darimana.

Noer yang merupakan kepala produser dan juga salah satu pelakon mengatakan bahwa pementasan ini memasukkan peristiwa yang sedang viral.

Salah satu adegan yang menjelaskan tentang makna judul dari pementasan teater ini. (Fotografer: Nadya Divariz)
Salah satu adegan yang menjelaskan tentang makna judul dari pementasan teater ini.
(Fotografer: Nadya Divariz)

“Dalam pentas ini kami tidak hanya mementaskan teater yang biasa melainkan kami juga memasukkan hal–hal yang lagi panas-panasnya di Indonesia, misalnya kostum yang dikenakan oleh kaki tangan orang tua putri yang mana menggunakan pakaian seperti seorang mucikari dan seorang lagi mengenakan pakaian wanita yang amat seksi yang mana di dadanya tersebut tertuliskan 80jt,” terang Noer.

Acara dibuka dalam dua sesi pukul 15.00 WIB, dan pukul 20.00 WIB, mengingat banyaknya penonton yang masih berada di bangku SMA dan tidak bisa pulang terlalu larut. Meski bukan berarti penikmatnya hanya berasal dari kalangan bangku Sekolah Menengah Atas.

Romi Ardiansyah, salah satu penonton yang merupakan siswa dari SMK Broadcasting Bina Creative Medan mengungkapkan bahwa acara ini berhasil menghiburnya, terlepas dari kewajiban untuk mengerjakan tugas. “Aku tau acara ini dari guru bahasa Indonesiaku kak. Katanya untuk ngerjain tugas akhir kami disuruh ngeliput kegiatan teater ini. Cuma pas nonton aku langsung suka aja. Ending nya ya wajarlah. Ngegantung gitu walaupun awalnya agak bingung tapi karena ini bukan pertama kalinya nonton teater jadi ya gitulah,”

Redaktur Tulisan: Intan Sari

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Fotograger: Azka Fikri

Belajar Membuat Konten untuk Pemilu Damai

Pijar, Medan. Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) bersama indonesiabaik.id dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyelenggarakan Talkshow dan Workshop Santun Bermedia Sosial untuk Pemilu Damai di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU), Sabtu (16/03).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *