Home / Berita / Al-Islah Fair Serukan Pentingnya Ukhuwah Islamiyah dalam Tabligh Akbar
1554036415155

Al-Islah Fair Serukan Pentingnya Ukhuwah Islamiyah dalam Tabligh Akbar

Hazlina Ganif Sihotang

Pijar, Medan. UKMI Al-Islah Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat USU suskes menggelar Tabligh Akbar pada minggu (31/3) berlangsung dari pukul 09.45 s/d 12.00 WIB. yang bertemakan “Ukhuwah Islamiyah untuk Kebangkitan Islam” di Masjid Al-Jihad Medan.

Al-Islah Fair kembali mengadakan acara tersebut untuk yang keempat kalinya, acara yang diketuai oleh Raka Permana yang merupakan ketua divisi promosi keislaman UKMI Al-Islah. Acara ini menghadirkan ustad Rudiawan Sitorus sebagai pemateri tausiah Tabligh Akbar. Tabligh Akbar ini merupakan salah satu rangkaian dari perhelatan Al-Islah Fair yang merupakan program kerja terbesar dari divisi promosi keislaman.

Ukhuwah islamiyah merupakan persaudaraan islam atau sebuah kekuatan spiritual yang didasari kekuatan iman dan taqwa kepada Allah yang menumbuhkan perasaan kasih sayang, persaudaraan, kemuliaan, dan rasa saling percaya terhadap saudara seakidah.“Apabila ingin bersatu niatkan segalanya karena Allah. Bersatu adalah kunci kebangkitan Islam” ucap ustad Rudiyawan saat mengisi acara.

Pemberian tausiyah oleh ustad Rudiawan Sitorus pada tabligh akbar Al-Islah Fair keempat di Masjid Al-Jihad Medan. (31/3) (Sumber foto: Panitia Pelaksana)
Pemberian tausiyah oleh ustad Rudiawan Sitorus pada tabligh akbar Al-Islah Fair keempat di Masjid Al-Jihad Medan. (31/3) (Sumber foto: Panitia Pelaksana)

Dalam tausiyahnya, beliau memaparkan ada tiga hal penting agar ukhuwah kita tetap terjaga yaitu ta’aruf atau saling mengenal, tafahum yang merupakan perilaku saling memahami, kemudian ta’awun yaitu merupakan perilaku saling tolong-menolong. “perpecahan itu adalah sifat jahiliyah, sedangkan persaudaraan merupakan sifat orang-orang mukmin” tambahnya.

Kegiatan kali ini bertujuan untuk menyerukan kepada seluruh umat muslim yang berada di medan terutama golongan mahasiswa tentang pentingnya membangun dan menjaga ukhuwah islamiyah. Mely selaku koordinator panitia acara menjelaskan alasan diusungnya tema acara ini karena melihat kepada keadaan masyarakat islam saat ini yang rentan terpecah belah terhadap permasalahan-pemasalahan kecil, bahkan terkadang hal tersebut tidak termasuk kedalam ideologi keagamaan. “sekarang ini karena beda pilihan aja bisa gak saling teguran” ucapnya saat wawancara singkat tim Pijar.

Sebagai pemuncak acara, sebelumnya Al-Islah telah menggelar Try Out SBMPTN se-kota Medan dan disusul dengan perlombaan Musabaqah Thilawatil Qur’an (MTQ). Audia, mahasiswa FKM USU menyatakan apresiasinya terhadap acara yang telah digelar tersebut.

Ia juga berpendapat bahwa materi yang disampaikan oleh ustad sangat bagus dan sesuai dengan keadaan masyarakat Indonesia saat ini terutama sesama muslim. “Kita sesama umat muslim kadang masih sering perang dingin gara-gara beda suku doang”, tandas audia mengenai isi materi yang diberikan. “saya senang, saya jadi mendapat ilmu baru mengenai ukhuwah islamiyah itu sendiri”. Sahutnya lagi.

Redaktur Tulisan : Annisa Rahmi

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

IMG_0636

Batman 3.0: Menggores dengan Hati, Peduli terhadap Warisan Negeri

Peringatan Hari Batik Nasional memang sudah lewat, tetapi semangat untuk melestarikan warisan negeri tidak boleh pudar. Batik-Batik di Taman 3.0 (Batman 3.0) adalah sebuah kegiatan sekaligus program kerja Divisi Pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan oleh Pemerintahan Mahasiswa (Pema) Fakultas Psikologi Universitas Sumatra Utara. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (12/10), bertempat di Taman Tengah Fakultas Psikologi USU.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *