Home / Hiburan / Kolaborasi Ayah dan Puteranya Untuk Kedamaian NKRI

Kolaborasi Ayah dan Puteranya Untuk Kedamaian NKRI

Sumber: www.instagram.com/adera_ega

Valencia Christiani Zebua

Pijar, Medan. Nama Ebiet G. Ade pastinya sudah tak asing lagi di telinga para penikmat musik Indonesia. Beliau merupakan salah satu musisi senior yang sudah berkarier di kancah permusikan selama kurang lebih 40 tahun. Ia terkenal dengan tema lagunya yang dominannya mengisahkan alam dan duka yang dibalut dengan genre ballad.

Salah satu lagu Ebiet G. Ade yang dikenal banyak orang adalah lagu yang berjudul Untuk Kita Renungkan. Pada awal pembuatan dan perilisannya, lagu ini ditujukan untuk peristiwa yang terjadi pada tahun 1982 yang menimpa Gunung Galunggung. Letusan yang disebut-sebut merupakan letusan gunung terbesar pada masanya. Melalui lagu ini, Ebiet G. Ade menyalurkan semangat, kekuatan, doa, serta harapan kepada korban untuk menghadapi bencana alam.

Anugerah dan bencana adalah kehendak Nya

Kita mesti tabah menjalani

Hanya cambuk kecil agar kita sadar

Adalah Dia di atas segalanya

Seperti pada penggalan bait di atas, kita diingatkan kembali untuk tabah dalam menjalani setiap cobaan yang ada karena cobaan tersebut hanya peringatan bagi kita manusia. Pendengar juga diingatkan bahwa Tuhan masih ada di atas segala sesuatu yang telah terjadi.

Setelah 37 tahun bernyanyi dengan versi yang sama, kali ini Ebiet mengajak anaknya sendiri, Adera untuk berkolabirasi. Tentu saja hal ini memberikan warna baru di dunia permusikan Ebiet sendiri. Di mana kali ini Adera yang diberi amanat untuk memegang kendali atas lagu ini.

Terbukti dari dentingan piano dan petikan gitar pada awal lagu yang menunjuk kan identitas lagu yang soft pop. Selain itu harmonisasi antara lembutnya suara Adera dan khasnya suara Ebiet G. Ade mampu membuat para pendengar larut dalam lagu ini.

Adera sendiri telah menanti-nantikan waktu di mana ia bisa berkolaborasi dengan ayahnya sendiri. Karena seperti yang kita ketahui, Adera memulai kariernya di dunia permusikan tanpa membawa nama ayahnya.

Kali ini, perilisan lagu ini bertujuan untuk menunjukkan rasa cinta Ebiet terhadap tanah air. Berbarengan dengan hal tersebut, Ebiet juga ingin lagu ini dapat menjadi penyebar kedamaian bagi rakyat Indonesia. Di tengah perbedaan dengan harapan dapat menjadi pemersatu di tengah perpecahan yang diakibatkan oleh perbedaan pandangan terutama dalam segi politik. Mendukung hal tersebut, para pendengar juga diajak berkontribusi menyebar kebaikan dengan tagar #NKRI DAMAI.

Seperti yang kita ketahui sendiri, saat ini Indonesia sedang dalam masa terberat di mana penduduknya sendiri berkonflik hanya karena perbedaan pendapat. Melalui lagu sekaligus kita mendengar dan meresapi lagu ini kita akan terbawa untuk merenungi segala sesuatu yang telah terjadi.

Bahwa kita mesti banyak berbenah

Memang, bila kita kaji lebih jauh

Dalam kekalutan, masih banyak tangan

Yang tega berbuat nista

Tuhan pasti telah memperhitungkan

Amal dan dosa yang kita perbuat

Seperti pada bait di atas, kita diajak untuk berbenah diri dari segala sesuatu yang kita perbuat. Lagu ini sarat akan pesan dan makna yang mampu menyadarkan kita jika kita menghayati lebih dalam lagi setiap kita mendengarnya.

Lagu ini ditujukan terutama kepada generasi muda yang memiliki andil besar dalam menciptakan suasana damai di negeri tercinta. Sesuai dengan harapan Ebiet G. Ade sendiri. Nah, untuk itu, sebagai generasi muda, kita juga wajib menyebarkan damai terutama di tengah kondisi negeri kita tercinta ini yah Sobat Pijar!

Redaktur Tulisan : Annisa Rahmi

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber foto: google.com

A Whole New World, Sebuah Lagu dari Negeri Dongeng

Pada Mei 2019, Disney merilis live action dari film kartun tersebut dengan Zayn Malik dan Zhavia Ward yang menyanyikan soundtracknya. Tak hanya filmnya yang digemari masyarakat dunia, namun lagunya juga sukses mendulang banyak penggemar.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *