Home / Berita / Memperingati Hari Kartini dengan Tribute to Kartini
IMG_0117

Memperingati Hari Kartini dengan Tribute to Kartini

Rassya Priyandira

Pijar, Medan. Manhattan Times Square berkolaborasi dengan SMK & SMP Yayasan PI Miftahussalam menyelenggarakan acara bertajuk “Tribute to Kartini”. Acara ini diselenggarakan dalam memperingati Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April. Acara ini berlangsung pada tanggal 13 – 28 April 2019 di Manhattan Times Square.

Rangkaian acara Tribute to Kartini yang berlangsung selama 15 hari ini dimulai dengan Donor Darah bersama GMI Kasih Karunia, Gelar Produk UKM Kota Medan, Inspiring of Kartini bersama SMK & SMP Yayasan PI Miftahussalam, Grolier Carnival Smart Kids, Pekan Peduli Autism bersama Sanggar Kreativitas, dan ditutup dengan Store Grand Opening.

21 April 2019 merupakan puncak dari acara ini yang bertepatan dengan Hari Kartini. Puncak acara dibuka dengan Tari Dayak Kalimantan oleh SMK TIK Darussalam, dilanjutkan dengan Tari Kecak Bali oleh SMP Darussalam, Seminar Parenting, dan ditutup dengan hiburan musik.

Kepala SMK TIK Darussalam Eva Mughdiyana, S.Sos, selaku bagian dari panitia penyelenggara mengatakan sosok Kartini yang menginspirasi masyarakat khususnya wanita adalah Kartini bisa tetap berjuang meskipun dalam keadaan sulit.

“Untuk kami guru yang bergerak di bidang pendidikan, kami harus menjadi guru yang dibarengi menjadi orangtua. Karena guru ini bukan hanya mengajar tapi juga mendidik, tidak hanya memberikan materi belajar tapi juga bagaimana seorang siswa keluar dari sekolah ini memiliki karakter dan kemampuan,” ujar Eva.

Tari Dayak Kalimantan yang dipersembahkan oleh siswi SMK TIK Darussalam di Manhattan Times Square, Medan (21/04). (Fotografer: Rassya Priyandira)
Tari Dayak Kalimantan yang dipersembahkan oleh siswi SMK TIK Darussalam di Manhattan Times Square, Medan (21/04).
(Fotografer: Rassya Priyandira)

Acara yang membahas mengenai emansipasi ini mengundang perhatian tersendiri bagi para peserta. Masyitoh mengungkapkan, acara ini membuatnya terinspirasi menjadi sosok Kartini di zaman yang serba modern ini.

“Acaranya seru, menarik, dan yang pasti memotivasi. Dengan adanya acara ini saya sebagai wanita termotivasi ingin menjadi sosok Kartini di masa sekarang, seperti menjalani pendidikan setinggi-tingginya, memperjuangkan sesuatu, berani berpendapat, dan mendapat kesetaraan dalam suatu hal,” ujar Masyitoh salah satu peserta acara.

Jika tidak ada sosok Kartini di masa lampau, mungkin sekarang tidak akan muncul sosok-sosok wanita yang dapat memperjuangkan sesuatu dalam segala bidang, khususnya pendidikan. Kartini merupakan pembuka jalan bagi wanita yang ingin mengeksplorasi dirinya. Artinya, wanita itu bukan hanya sekadar di belakang layar tapi juga bisa di depan layar dalam konteks menginspirasi.

“Inspirasi dari Kartini yang dapat kita ambil adalah The Power of Woman. Wanita itu dikatakan kuat apabila bisa menghadapi segala rintangan, kemudian bisa menginspirasi banyak orang. Artinya makna Kartini ini sebagai emansipasi wanita bahwa wanita itu tidak dapat disepelekan dengan kemampuan-kemampuannya,” tambah Eva.

Eva juga berpesan dan berharap untuk wanita di Indonesia agar terus mengeksplorasi kemampuannya. “Kemampuan setiap wanita yang pasti berbeda-beda, ada yang bisa sebagai pembicara, ada yang bisa sebagai penulis, dan lain-lain. Terus mengeksplor diri dan tetap semangat menggali diri,” pungkasnya.

Redaktur Tulisan: Hidayat Sikumbang

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Fotografer: Hesmitha Eunike

Memulai Kehidupan Baru bersama Perayaan Paskah Psikologi 2019

Pijar, Medan. Mahasiswa Kristen Fakultas Psikologi USU menggelar perayaan Paskah pada Sabtu, (10/5) bertempat di Gereja IFGF Jalan Pasar Baru No. 24, Kel. Titi Rantai, Kec. Medan Baru, Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *