Home / Sosok / Aziva Zahrianis, Perjuangan Seorang Introvert dalam Ajang Miss Earth  

Aziva Zahrianis, Perjuangan Seorang Introvert dalam Ajang Miss Earth  

Sumber Foto: Dokumentasi pribadi

The Ace Publisher

Setiap manusia pasti memiliki kelebihan dalam dirinya masing-masing, begitu pula dengan Aziva Zahrianis, gadis yang sering disapa Zizi ini memiliki berbagai prestasi baik di bidang akademik hingga di dunia Pegeant. Gadis yang lahir 23 tahun silam di Kota Sigli ini merupakan Miss Earth Coral Warrior 2018 dan merupakan 1 RU Puteri Pariwisata Sumut. Siapa sangka bahwa Zizi dulu merupakan seorang yang pendiam, bahkan dia mengaku sangat sulit memiliki teman di lingkungan sekolah, untuk sekedar menunjuk tangan untuk bertanya di hadapan guru pun ia tidak berani.

Lantas bagaimana ia bisa menjadi seorang Public Speaker seperti sekarang? Berbagai prestasi yang dimilikinya tentu tidak didapat dengan proses yang instan. Untuk menjadi sukses, tidak cukup hanya bermodal paras cantik saja, itulah yang ada di benak Aziva Zahrianis. Ia berani keluar dari zona nyamannya, mulai mengikuti lomba pidato se-kota Medan dan ia berhasil meraih juara harapan 1. Zizi juga merupakan seorang siswa berprestasi Kota Medan pada tahun 2012.

Kemampuan bahasa inggris yang ia miliki turut menghantarkannya menuju gerbang kesuksesan, dengan kemampuan itu ia berhasil dipilih untuk menjadi Master Of Ceremony (MC) Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Tidak berhenti sampai disitu, kepandaiannya dalam berbahasa inggris membuat ia dipandang oleh dosen-dosennya sehingga ia terpilih untuk mengikuti English Debate of Nursing Faculty of (North Sumatera) dan menjadi 3rd winner dalam perlombaan tersebut.

Dibekali dengan pengalamannya yang cukup banyak, Aziva memberanikan dirinya untuk mengikuti Dara Inteligensia Kota Medan. Semenjak itulah Aziva kerap dipanggil untuk  menjadi MC dan Narasumber di berbagai event-event besar di Kota Medan. Aziva pun berhasil terpilih sebagai mahasiswi lulusan terbaik dan berprestasi, di Fakultas keperawatan stambuk 2014 Universitas Sumatera Utara.

Tak hanya itu, Aziva pun kembali menunjukkan prestasinya sebagai 1RU Puteri Pariwisata pada tahun 2018 lalu dan juga kembali menjadi pemenang Miss Earth Coral Warrior. Namun, siapa yang menyangka bahwa dibalik prestasi – prestasinya yang identik dengan kemampuan berbicara di depan umum, ternyata Zizi merupakan gadis yang introvert. Ia bahkan tidak berani untuk sekadar bertanya kepada guru semasa sekolah. Zizi pun mengaku sempat menjadi salah satu korban bully, ia pun mengungkapkan selama ini ia tidak pernah menceritakan kasus bully yang dihadapinya ini

Ketika mulai mencoba mengikuti berbagai kegiatan Pageant, Zizi pun perlahan berani untuk tampil di depan umum dan mulai nyaman dengan lingkungan yang baru tersebut, bahkan saat ini ia sering menjadi fasilitator dalam kegiatan Public Speaking. Dibalik kesuksesan yang telah Zizi raih, dorongan dari keluarga juga yang merupakan salah satu dukungan terbesarnya untuk menjadi seperti sekarang ini. Zizi pun mengaku Ibu nya merupakan sosok yang inspiratif dalam hidupnya. Ia menceritakan bagaimana ibunya memotivasinya untuk bangkit ketika ia terpuruk lalu memberikan dukungan untuk puncak kesuksesannya.

Sejak menyandang gelar sebagai 1RU Puteri Pariwisata Sumut dan juga Miss Earth Coral Warrior, hampir semua hal di kehidupan Zizi menjadi pusat perhatian. Mulai dari cara berpakaian, make up, hingga acara-acara yang dihadiri oleh Zizi pun menjadi perhatian. Gadis yang memiliki hobi membaca dan travelling ini pun kerap menggungah kegiatan–kegiatan yang dilakukannya di akun media sosialnya. Berkat jam terbang yang cukup tinggi, saat ini Zizi pun dipercaya menjadi presenter di salah satu stasiun televisi lokal.

Redaktur Tulisan: Intan Sari

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Shitaaram: Dari GenBI hingga jadi Delegasi Utama dalam PPAN 2018 di Kapal Asia Jepang

Shitaaram adalah gadis kelahiran Selangor, Malaysia 6 September 1996 yang sudah tinggal di kota Medan sejak berumur 5 tahun. Status kewarganegaraannya sudah menjadi warga negara Indonesia sejak ia berusia 18 tahun. Hal ini menjadi cerita unik di balik perjalanannya untuk bisa lulus seleksi PPAN 2018 lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *