Home / Hiburan / Buku / Belajar Arti Hidup Melalui Kisah Ayahku (bukan) pembohong
Fotografer: Annisa Van Rizky
Fotografer: Annisa Van Rizky

Belajar Arti Hidup Melalui Kisah Ayahku (bukan) pembohong

Annisa Van Rizky

“Kebahagiaan itu datang dari hati sendiri, bukan dari orang lain, harta benda, ketenaran, apalagi kekuasaan. Tidak peduli seberapa jahat dan merusak sekitar, tidak peduli seberapa banyak parit-parit itu menggelontorkan air keruh, ketika kau memiliki mata air sendiri dalam hati, dengan cepat danau itu akan bening kembali”

Pijar, Medan. Sewaktu kecil kita senang sekali ketika mendengar cerita dongeng yang menyenangkan, terlebih saat ayah kita yang melakukannya. Lewat novel berjudul “Ayahku (bukan) pembohong” ini Tereliye menyampaikan banyak makna  tentang kesederhanaan hidup dan hakikat sesungguhnya dari kebahagiaan.

Novel berisi 299 halaman ini bercerita tentang seorang anak tunggal bernama Dam yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang oleh kedua orang tuanya. Sejak kecil bahkan sejak sebelum Dam bisa diajak berbicara, sang Ayah sudah suka berkisah.

Ayah Dam menghabiskan banyak waktu menemani putranya itu membacakan buku-buku. Ayah Dam adalah pendongeng yang hebat. Sepotong benda atau satu kata bisa berubah menjadi dongeng yang hebat. Kemudian entah sejak kapan tepatnya, Ayah Dam mulai menceritakan tentang masa kecilnya, masa mudanya.

Dam merasa tidak tahu lagi mana batas dongeng dan cerita nyata atas kisah-kisah itu. Cerita Ayah Dam dengan segudang dongeng-dongeng tentang perjalanan hidupnya sangat menarik untuk didengar. Dam tumbuh dengan dongeng-dongeng tentang kesederhanaan hidup sang ayah.

Dam selalu percaya dengan cerita-cerita hebat tersebut dan percaya bahwa ayahnya memang mengalaminya. Mulai tentang tentang cerita bagaimana sang Ayah mengenal Sang Kapten, Suku Penguasa Angin, Lembah Bukhara, Suku Penguasa Angin, Si Raja Tidur, dan lainnya.

Tetapi setelah Dam beranjak dewasa, Dam berhenti untuk mempercayai cerita-cerita ayahnya lagi. Sampai akhirnya Dam menikah dan memiliki 2 orang anak, Zas dan Qon. Umur Dam sudah empat puluh tahun, sudah dua puluh tahun ia berhenti memercayai cerita Ayahnya.

Beranjak dewasa ia semakin yakin bahwa cerita-cerita itu adalah kebohongan, ia yakin bahwa ayahnya adalah seorang pembohong. Dam tidak ingin membesarkan kedua anaknya, Zas dan Qon dengan dusta yang dilakukan Ayahnya padanya.

Tetapi akhirnya Dam pun menemukan sebuah kebenaran, fakta tentang dongeng-dongeng hebat Sang Ayah yang telah tumbuh bersamanya, walaupun terlambat Dam mengetahui bahwa ayahnya bukanlah seorang pembohong.

Melalui novel ini kita belajar tentang bagaimana seorang ayah mendidik anaknya, melalui sebuah cerita-cerita yang mengandung nilai kehidupan,, tentang kesederhanaan hidup, dan tentang bagaimana sebenarnya hakikat sejati sebuah kebahagiaan.

(Redaktur Tulisan: Intan Sari)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber foto: google.com

A Whole New World, Sebuah Lagu dari Negeri Dongeng

Pada Mei 2019, Disney merilis live action dari film kartun tersebut dengan Zayn Malik dan Zhavia Ward yang menyanyikan soundtracknya. Tak hanya filmnya yang digemari masyarakat dunia, namun lagunya juga sukses mendulang banyak penggemar.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *