Home / Lifestyle / Ikigai, Rahasia Menikmati Hidup Ala Jepang
Sumber foto: Google
Sumber foto: Google

Ikigai, Rahasia Menikmati Hidup Ala Jepang

Intan Sari/ Shilva Devira

Pijar, Medan. Ikigai, satu kata berjuta makna. Jika kita selalu punya alasan untuk tidak bahagia, maka artinya kita juga selalu punya alasan untuk bahagia, setidaknya begitulah makna ikigai didefinisikan.

Ikigai merupakan sebuah konsep hidup yang sudah cukup lama berkembang di Negeri Matahari Terbit, Jepang. Ikigai adalah tentang menemukan kebahagiaan dan melalui hal-hal kecil dan sederhana. Ikigai mengajak kita untuk mengubah pola pikir dan menerima bahwa kita tidak mungkin bisa selalu berada di atas dan itu bukanlah suatu masalah yang harus dicemaskan.

Istilah ikigai sendiri merupakan gabungan dari dua kata Jepang yaitu iki yang berarti “hidup” dan kai  yang berarti “efek, hasil, bernilai, manfaat” sehingga dua kata ini memiliki arti mencari makna dari sebuah kehidupan atau bisa juga dikatakan manusia memiliki alasan untuk hidup.

Dalam budaya Okinawa, ikigai dianggap sebagai alasan untuk dapat menikmati hidup. Dalam dunia medis, budaya Ikigai  ini dianggap sebagai alasan menyebabkan orang-orang Jepang memiliki umur yang panjang.

Orang Barat mengumpamakan ikigai sebagai diagram Venn dan empat kualitas, yaitu apa yang saya suka, apa yang saya kuasai, apa yang dunia butuhkan, dan apa yang bisa membayar atau mendatangkan rezeki untuk saya.

Sebagai permulaan menjalani konsep hidup ikigai ini, kita dapat memulainya dengan membiasakan diri untuk bangun pagi. Karena pagi adalah waktu terbaik bagi produktivitas tubuh dan kesehatan mental seseorang. Jadi, kerjakan tugas-tugas utama sejak pagi, untuk kualitas fisik dan jiwa yang lebih baik.

Selanjutnya, kita dapat melakukan hal-hal sederhana yang kita sukai, seperti sarapan dengan roti selai kacang, olahraga santai, membaca buku, memasak makanan favorit atau melakukan hobi yang membuat badan dan pikiran lebih rileks.

Yang unik dari ikigai adalah, ikigai tidak akan tercapai jika saat kita sudah bisa bangun pagi dan sarapan dengan santai, namun kita malah sibuk mengambil foto roti bakar, lalu mengeditnya sedemikian rupa, untuk kemudian membagikanya ke media sosial yang kita miliki.

Dengan kata lain, ikigai tidak sama dengan haus pengakuan. Makan dan nikmati, itulah Ikigai. Kita tidak perlu melakukan hal lain yang justru mengganggu waktu berharga kita untuk menikmati hal-hal sederhana yang kita sukai.

Setiap orang akan menemukan ikigai yang berbeda-beda dalam hidupnya, yaitu seperti sebuah pekerjaan, hobi, atau juga aktivitas-aktivitas lainnya, kita hanya perlu menemukan ikigai yang tepat untuk kita, Jadi mari kita temukan hal-hal sederhana yang bermanfaat dalam hidup kita, dan jalani dengan penuh semangat yuk Sobat!

(Redaktur Tulisan: Hidayat Sikumbang)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber Foto: Line Today

Morning Person dan Night Person, Apakah Anda Salah Satunya?

Bagi morning person, segala aktivitas mereka dimulai pada pukul 06.00 pagi tanpa mematikan alarm saat berdering dan sudah menjadi kebiasaan mereka menyambut hari dengan penuh semangat serta keceriaan dengan melakukan olahraga di pagi hari, membaca koran juga sarapan. Ketika berada di perjalanan memulai kegiatannya, tim ini umumnya, menggunakan waktu untuk membaca buku atau melakukan kesibukan yang bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *