Home / Hiburan / Film / Dendam Dalam SUNYI

Dendam Dalam SUNYI

Sumber Foto: https://ultimagz.com/

Putri Arum Marzura

Pijar, Medan. Berteman adalah hal yang sangat menyenangkan dimana kita bisa bersosialisasi dan berinteraksi kepada orang-orang disekitar kita Lalu bagaimana bila secara tidak sadar kita berteman dan melakukan komunikasi kepada makhluk yang tidak bisa dilihat oleh orang lain? pastinya sangat menyeramkan bukan?

Seperti pada Film yang satu ini. “Sunyi”. Film yang tayang pada 11 April 2019 kemarin menceritakan sebuah sekolah yang memiliki peraturan tidak wajar antara senior ataupun juniornya. Awi Suryadi selaku Sutradara dan Manoj Punjabi, mengadaptasinya dari film horor asal Korea yang berjudul Whispering Corridors.

Sekolah Adi Bangsa merupakan favorit oleh para siswa, tetapi tidak bagi Alex (Angga Aldi). Ia menganggap sekolah itu bagaikan sebuah neraka. Bertemu dengan para senior yang akan memanggilnya ‘Budak’ membuatnya tidak nyaman. Kekerasan, cacian bahkan makian sudah menjadi makanan sehari-hari Alex.

Peraturan dari senior di sekolah itu adalah bahwa jika ada siswa/i baru disekolah tersebut yang terbilang kelas 10 maka mereka dianggap budak. Lalu kelas 11 disebut Raja dan kelas 12 adalah Dewa. Senior bebas melakukan apa saja kepada Junior kelas 10. Mereka tidak boleh makan di kantin, memakai toilet sekolah, bahkan ke perpustakaan.

Kesan Alex pun sudah buruk sejak pertama kali ia menginjakkan kakinya di sekolah barunya. Baru masuk saja sudah mendapatkan masalah. Ketika mereka para murid baru dikumpulkan di suatu ruangan untuk mendengarkan penyambutan dan sosialisasi. Sesudahnya mereka akan diperlakukan tidak wajar oleh seniornya.

Seketika suasana pun menjadi tegang. Ketika seluruhnya diperintahkan untuk push up, Alex melihat seorang gadis cantik yang juga siswi baru disekolah itu. Tak lama setelahnya mereka bertemu dan berkenalan. Maggie, nama yang cantik sama seperti orangnya. Maggie (Amanda Rawles) menjadi teman baiknya Alex kini. Gadis cantik dan baik yang selalu membantu dan tersenyum setiap saat seakan membuat hidup Alex melayang.

Seiring berjalannya waktu, Alex bertemu kepada 3 Senior yang menurutnya menyebalkan dan kejam, Erika (Naomi Paulinda), Fachri (Teuku Ryzki), dan Andre (Arya Vasco). Senior-seniornya ini memliki bakat yang dibanggakan oleh sekolah, Erika merupakan atlet renang dan Andre yang jago Basket. Berbeda dengan Fachri yang selalu mendapatkan nilai jelek dan ancaman tidak akan bisa melanjutkan perguruan tingginya di Australia.

Semenjak para Senior sudah merasa seperti Raja, mereka seperti balas dendam kepada para Juniornya. Alex pun selalu menjadi korban mereka. Suatu hari Alex tidak sengaja menabrak mereka karena ketakutannya melihat sesuatu. Diketahui Alex memiliki indra ke-6 yang turun dari Ayahnya Maka pembullyan terhadapnya pun dimulai dan ia selalu ditandai. Meskipun sudah menjelaskan panjang lebar, senior-seniornya tidak peduli.

Konon katanya di sekolah tersebut dulunya ada siswi yang meninggal karena dibully oleh Senior. Lalu Senior tersebut pun dihantui hingga meninggal di sekolah juga. Hantu tersebut dipanggil ‘Cindy Sadis’. Ia lah yang disebut-sebut Senior jahat yang telah menghantui dan membunuh para junior

Tak lepas dari ancaman dan gangguan para Seniornya, Alex selalu salah dimata mereka. Hingga suatu ketika ia dibully hingga dipukul sampai benar-benar kesakitan. Maggie yang saat itu melihatnya juga tidak bisa berbuat apa-apa. Tetapi ada yang mengganjal dari semua kejadian kekerasan yang dilakukan oleh Seniornya terhadap Alex. Barang siapa yang melukai Alex, maka selanjutnya akan mati.

Mengapa hal itu terjadi? Apa karena Alex memiliki ‘Penjaga’ dari kalung pemberian Ayahnya? Film ini akan menjelaskan semua hal-hal yang tidak bisa kita tebak. Kesan horror pada film juga sangat dapat. Film ini sangat di rekomendasikan bagi para pecinta Horror. Dimana kita akan dibuat bertanya-tanya bahwa apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana alur ceritaNya.

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

(Sumber Foto: jawapost.com)

Realita Industri Televisi Indonesia di Film Pretty Boys

Pijar, Medan. Di tengah ramainya film komedi dengan konsep reborn hingga film yang dibintangi oleh komika di Indonesia, duo VinDest (Vincent dan Desta) menyuguhkan sesuatu yang berbeda. Lewat production house milik dua sahabat ini, The PRETTY BOYS Pictures bekerjasama dengan Anami Films, mereka menyajikan film ‘Pretty Boys’ untuk penikmat film Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *