Home / Berita / PKKMB Fakultas Hukum USU, Berbeda dan Mengedukasi
Fotografer: Azka Fikri
Fotografer: Azka Fikri

PKKMB Fakultas Hukum USU, Berbeda dan Mengedukasi

Rassya Priyandira

Pijar, Medan. Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU) melaksanakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Aula Fakultas Hukum USU yang diikuti oleh ±577 peserta. Pada hari kedua ini, acara dibuka dengan penyampaian 6 departemen yang tersedia di Fakultas Hukum USU oleh masing-masing Kepala Departemen dan dilanjutkan dengan pengarahan dari Dekan Fakultas Hukum USU sekaligus penyematan sebagai simbolis diterimanya mahasiswa/i baru Fakultas Hukum USU stambuk 2019.

“Tumpuan kami adalah bagaimana membentuk karakter kalian para mahasiswa/i baru untuk menjadi seorang ilmuan hukum,” jelas Dekan Fakultas Hukum USU, Prof. Dr. Budiman Ginting, S.H., M.Hum.

Penyerahan simbolis terhadap mahasiswa baru sebagai tanda diterimanya di Fakultas Hukum USU (20/8) (Fotografer: Azka Fikri)
Penyerahan simbolis terhadap mahasiswa baru sebagai tanda diterimanya di Fakultas Hukum USU (20/8) (Fotografer: Azka Fikri)

Berbeda dengan PKKMB tahun sebelumnya, pada tahun ini Panitia PKKMB FH USU 2019 menggelar mozaik dan campus tour sebagai terobosan baru di FH USU. “Pada tahun ini kami buat mozaik dan campus tour yang belum pernah dibuat di kepanitiaan sebelumnya. Rencana kami akan buat 4 formasi, yaitu tulisan FH USU 19, lambang timbangan sebagai lambang hukum, lambang merah putih, dan tulisan Hukum Satu, Satu Hukum,” ujar Harry Wibisono selaku Ketua Panitia PKKMB FH USU 2019.

Pada tahun ini, Panitia PKKMB FH USU 2019 mengutamakan untuk membuat para mahasiswa/i FH USU stambuk 2019 menjadi kompak, solid, dan dekat dengan senior khususnya stambuk 2016 yang merupakan kakak kandung mereka. Berbagai cara yang panitia lakukan untuk mengompakkan satu sama lain, diantaranya konsep filosofi narapidana.

“Kami meminta mereka jalan sambil berpegangan tangan satu sama lain dengan kepala tunduk ke bawah untuk mencirikan filosofi narapidana. Kami menyebut filosofi narapidana karena narapidana berkaitan dengan hukum,” kata Harry.

Riris Abita Belinda Saragih merupakan salah satu dari 577 orang yang diterima di FH USU, ia merasa senang dan bangga dapat menempuh pendidikan S1 di FH USU karena Hukum merupakan program studi yang ia impikan. Perempuan berdarah batak ini sangat antusias selama menjalani  kegiatan PKKMB FH USU. Menurutnya senior FH USU baik dan lucu, tidak seperti apa yang ia pikirkan dan dengar dari orang lain yang mengatakan bahwa senior hukum merupakan orang-orang yang keras.

“Cita-cita saya adalah menjadi seorang anggota DPR makanya saya sangat antusias lulus di FH USU. Ada perasaan bangga juga diterima lulus di FH USU karena saya tau peminat FH USU ada ribuan orang,” terang alumni SMAN 89 Jakarta tersebut.

Wibi juga berharap setelah PKKMB ini selesai, para mahasiswa/i baru FH USU mendapatkan ilmu yang berharga dan dapat menerapkannya pada perkuliahan di kemudian hari. “Selain kompak dan solid, yang pasti harapan saya mahasiswa/i baru ini tahu bagaimana cara beretika kepada senior, dosen, dan para civitas akademika lainnya. Kami juga ingin pada tahun ini konsepnya itu mengedukasi, kami mengimbau kepada mereka agar membawa kitab Undang-Undang sebelum mengikuti jadwal perkuliahan, agar mereka tahu sedikit banyaknya tentang ilmu hukum, baik yang umum maupun spesifik seperti pidana dan perdata,” tutupnya.

(Redaktur Tulisan: Intan Sari)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Fotografer: Mhd Abdul Fattah

Peringati Hari Literasi Internasional, GenBI lakukan Pojok Literasi

08 September 2019 adalah peringatan Hari Literasi Internasional yang ditetapkan oleh UNESCO di tahun 1965 lalu. Peringatan literasi ini berlatar belakang melalui Hari Aksara di mana manusia mulai mengenal dan melek huruf. Namun saat ini dirasa sudah berkurang manusia yang tidak tahu akan huruf, sehingga lebih tepatnya kepada bagaimana tingkat minat membaca manusia pada saat sekarang ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *