Home / Berita / PKKMB Fakultas Pertanian USU Tekankan Pentingnya Berorganisasi
(Fotografer: Talitha Nabilah)
(Fotografer: Talitha Nabilah)

PKKMB Fakultas Pertanian USU Tekankan Pentingnya Berorganisasi

Star Yeheskiel Munthe

Pijar, Medan. Awan mendung turut mewarnai suasana Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) hari ketiga di Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sumatera Utara (USU). Mahasiswa baru yang mengenakan pakaian hitam-putih,  topi hijau, dan scarf berwarna merah berbaris rapi di Lapangan Parkir Fakultas Pertanian, Rabu (21/8).

Organisasi dan mahasiswa adalah dua subjek yang memang tak terpisahkan dalam hubungan harmonis dunia perkuliahan. Ketika mahasiswa mengenal kampus, maka ia juga perlu mengenal organisasi mahasiswa. Organisasi mahasiswa banyak memberi peranan penting bagi mahasiswa itu sendiri maupun kepada kampus.

Berbagai UKM atau organisasi kemahasiswaan yang turut hadir tak hanya yang menyangkut perihal pertanian saja. Agung selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa ada juga organisasi keagamaan dan juga ada Klintan (Klinik Tanaman) yang turut hadir mengajak mahasiswa baru untuk tertarik berorganisasi.

Dalam organisasi, mahasiswa tak hanya mendapatkan praktek keilmuan yang dipelajari dalam kelas. Tetapi juga mampu mengajarkan perihal tanggung jawab bahkan pengembangan diri. Ungkapan yang menyatakan bahwa belajar di kelas saja tidak cukup, dapat dikatakan benar jika mengacu pada faktor tersebut.

“Mungkin sebagai wadah dari mahasiswa baru nantinya untuk bisa bergabung bersama organisasi-organisasi yang ada di pertanian. Khususnya yang mampu mengembangkan bakat-bakat mereka di SMA dan bisa meningkatkan kapasitas diri mahasiswa baru tersebut,” jelas Agung.

Organisasi yang ada di lingkungan kampus begitu beragam, sehingga mahasiswa dapat memilih sesuai dengan kemauan dan kemampuan masing-masing. “Menurut saya organisasi itu bagus sekali, karena organisasi merupakan tempat yang tepat untuk mengembangkan leadership kita setelah kita nanti tamat kuliah dan kerja di dunia nyata nanti(nya). Mahasiswa tidak dianjurkan untuk sebatas kuliah-kuliah saja, di kelas-kelas saja,” tambahnya.

Organisasi akan mengajarkan banyak hal baru kepada mahasiswa, seperti manajemen waktu, kepemimpinan, dan manajemen kemampuan. Namun, organisasi tak boleh pula dipandang harus melebihi perkuliahan. Baiknya waktu untuk organisasi disesuaikan dengan waktu perkuliahan, supaya tidak menonjol pada satu sisi dan di sisi lainnya malah merugikan.

“Penting sih, karena organisasi itu sepertinya membentuk karakter mahasiswa dan bisa menentukan pola pikir juga,” ungkap Lidia, ketika ditanya tentang seberapa penting organisasi baginya.

Agung menyatakan bahwa PKKMB Fakultas Pertanian ini berfokus pada keakraban antar mahasiswa dengan saling mengenal satu sama lain, kemudian tentang pentingnya mahasiswa baru mengenal dan mencintai kampus mereka sendiri, sehingga mereka dapat bertahan hingga tamat dan mendapatkan gelarnya di Faklutas Pertanian ini. Kehadiran organisasi-organisasi di tengah mahasiswa baru ini pada PKKMB Fakultas Pertanian USU diharapkan nantinya mampu mempersuasi mahasiswa  tersebut untuk terjun mengasah dan mengembangkan diri dalam dunia organisasi.

Perihal tanggung jawab, Agung ingin menyampaikan kepada mahasiswa baru melalui pengenalan organisasi bahwa, sebagai mahasiswa kita perlu mengetahui tanggung jawab kita. “Kita mengenal yang namanya Tri Dharma bagi mahasiswa itu ada tiga, dan yang ketiga itu ada pengabdian, nah dalam pengabdian itu dibutuhkan suatu skill dan manajemen untuk mengatur diri kita dan orang-orang disekitar kita,” tutupnya.

(Redaktur Tulisan: Intan Sari)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Fotografer: Mhd Abdul Fattah

Peringati Hari Literasi Internasional, GenBI lakukan Pojok Literasi

08 September 2019 adalah peringatan Hari Literasi Internasional yang ditetapkan oleh UNESCO di tahun 1965 lalu. Peringatan literasi ini berlatar belakang melalui Hari Aksara di mana manusia mulai mengenal dan melek huruf. Namun saat ini dirasa sudah berkurang manusia yang tidak tahu akan huruf, sehingga lebih tepatnya kepada bagaimana tingkat minat membaca manusia pada saat sekarang ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *