Home / Hiburan / Menentang Ketidakadilan Lewat Lagu Speechless

Menentang Ketidakadilan Lewat Lagu Speechless

Sumber foto: tribunnews.com

Hesmitha Eunike

Pijar, Medan. Siapa yang tak kenal dengan film Aladdin? Sebuah film terbaru dari Disney yang menceritakan kisah cinta seorang gelandangan yaitu Aladdin dengan seorang putri bernama Jasmine. Bukan hanya filmnya, pasti sobat Pijar juga tidak asing dengan soundtrack film tersebut. Aladdin ‘1992’ sukses memperkenalkan lagu “A Whole New World”, begitu juga dengan Aladdin ‘2019’ yang sukses dengan lagu “Speechless”.

Speechless, lagu ballad yang powerful merupakan salah satu soundtrack yang terdapat dalam film Aladdin. Lagu ini dinyanyikan oleh Naomi Scott, seorang aktris, penyanyi, dan musisi dari Inggris yang berusia 26 tahun sekaligus pemeran Jasmine dalam film Aladdin. Lagu yang telah dipublikasikan pada 23 Mei 2019 lewat channel Youtube DisneyMusicVEVO ini telah ditonton sebanyak 100 juta kali.

Lagu ini diciptakan oleh 3 orang yang bukan sembarang musisi. Dialah Alan Menken, seorang komposer yang juga menulis lagu-lagu apik dalam film Beauty and The Beast, Pocahontas, Tangled, Enchanted, dan juga lagu A Whole New World di film Aladdin . Dua orang lainnya adalah Justin Paul dan Benj Pasek, yang menggarap lagu dalam dua film musikal yang populer, yakni La La Land dan The Greatest Showman.

Dalam film Aladdin, lagu Speechless menceritakan kisah Jasmine yang mendapat perlakuan yang tidak adil. Lagu ini ditujukan untuk Jafar dan juga ayah Jasmine. Jafar membenci Jasmine karena kecerdasan dan campur tangannya dalam memengaruhi keputusan ayahnya. Jasmine juga menujukkan lagu ini untuk ayahnya, yang mengikat suatu peraturan bahwa seorang perempuan tidak bisa menjadi pemimpin.

But I won’t cry

And I won’t start to crumble

Whenever they try

To shut me or cut me down

I won’t be silenced

You can’t keep me quiet

Won’t tremble when you try it

All I know is I won’t go speechless

Lirik di atas merupakan penggalan dari lagu Speechless. Jika didengarkan secara keseluruhan, lirik lagu ini dapat dimaknai sebagai berikut, bahwa apapun yang terjadi, hal apa pun dan siapa pun yang mencoba menghancurkanku, aku tidak akan menangis, aku tidak akan hancur, kapan pun mereka membunuhku, aku tidak akan diam dan tidak akan goyah.

“Dia akan berbicara lantang untuk melawan ketidakadilan itu. Ini pesan yang bagus untuk anak-anak bahwa suara mereka penting dan harus didengar,” tegas Naomi, dilansir dari comicbook.com. Lagu ini juga menyampaikan pesan empowerment, di mana kaum wanita layak menyuarakan pendapat mereka dan tak lagi bisa dibungkam atau pun ditindas.

Redaktur Tulisan: Widya Tri Utami

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

(Sumber Foto: jawapost.com)

Realita Industri Televisi Indonesia di Film Pretty Boys

Pijar, Medan. Di tengah ramainya film komedi dengan konsep reborn hingga film yang dibintangi oleh komika di Indonesia, duo VinDest (Vincent dan Desta) menyuguhkan sesuatu yang berbeda. Lewat production house milik dua sahabat ini, The PRETTY BOYS Pictures bekerjasama dengan Anami Films, mereka menyajikan film ‘Pretty Boys’ untuk penikmat film Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *