Home / Lifestyle / Mengenal Edukasi Seks Hingga Mencegah Salah Persepsi Pada Anak
(Sumber Foto: Johns Napitupulu)
(Sumber Foto: Johns Napitupulu)

Mengenal Edukasi Seks Hingga Mencegah Salah Persepsi Pada Anak

Johns Immanuel

Pijar, Medan. Pendidikan seks atau biasa kita dengar “sex education”  adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengajarkan pentingnya menjaga organ vital pada tubuh, sehingga seseorang dapat menjaga dan memproteksi dirinya dari pencegahan penyakit pada area reproduksi hingga menghindari pelecehan seksual yang tidak diketahui. Pada umumnya, pendidikan seks adalah pembelajaran jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan.

Tidak hanya itu, seks juga berkaitan dengan segala sesuatu mengenai organ reproduksi. Termasuk pula cara merawat kebersihan dan menjaga kesehatan organ vital. Namun perlu dipahami, pendidikan seks berbeda dengan pengetahuan reproduksi. Pendidikan seks bertujuan untuk mengenalkan anak tentang jenis kelamin dan cara menjaganya baik dari sisi kesehatan, kebersihan, keamanan serta keselamatan.

Dewasa ini, memperoleh pendidikan seks merupakan hak anak yang perlu dipenuhi sejak dini. Beberapa orang tua menganggap pendidikan seks masih tabu untuk dibicarakan. Seharusnya, orang tua mengambil peran sebagai sumber informasi utama terpercaya bagi anak-anak mereka mengenai pendidikan seks. Malah jika mengabaikannya, sama dengan membuka gerbang selebar-lebarnya membiarkan anak mencari tahu sendiri. Dalam kondisi seperti ini, anak bisa saja terjebak terhadap persepsi yang salah tentang seks. Tidak ada yang membuat pendidikan seks tersebut sulit untuk diajarkan, yang membuat sulit adalah bagaimana pola berpikir yang masih menganggap seks adalah tabu.

Psikolog Angsa Merah, Inez Kristanti seperti yang dilansir dari Republika.co.id menuturkan untuk mengajak para orang tua untuk peduli dan mau membangun komunikasi tentang pendidikan seksual dengan anak sejak dini bahkan ketika anak berusia satu atau dua tahun. “Tentu kontennya disesuaikan dengan usia anak. Kalau anak satu atau dua tahun misalnya pas mereka tanya nama alat kelamin perempuan atau laki-laki apa? Biasanya orang tua kan suka kagok, gelagapan, lalu banyak juga dinamain pakai bahasa samaran. Padahal itu edukasi, jadi tidak apa-apa bilang saja penis atau vagina. Kalau sudah remaja misalnya, terus anak pacaran atau suka-sukaan, otomatis dia akan tahu pendidikan seksual dari pacarnya yang bisa jadi informasinya salah,”  jelas Inez.

Redaktur Tulisan: Widya Tri Utami

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber : gdbems.org

Cantik adalah Apa yang Membuatmu Merasa Nyaman

Pijar, Medan. Apa yang kerap kali terlintas dibenak kalian ketika mendengar kata cantik? Ya, cantik identik dengan tampilan fisik seperti rambut terurai panjang, kulit putih, kaki jenjang, hidung mancung, dan seakan tiada cacat di bagian fisik. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa masih beginilah persepsi sebagian besar masyarakat kita mengenai apa itu sebenarnya standar kecantikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *