Home / Berita / Meningkatkan Kebudayaan Sumatera Utara melalui Sumut Fashion Week 2019
Fotografer: Nabila Chika
Fotografer: Nabila Chika

Meningkatkan Kebudayaan Sumatera Utara melalui Sumut Fashion Week 2019

Nabilla Chika Putri

Pijar, Medan. Sumut Fashion Week merupakan acara tahunan yang mampu menarik minat anak muda untuk lebih berani dalam menunjukan minat dan bakatnya. Tema yang diangkat dari Sumut Fashion Week 2019 sama seperti setiap tahunnya yaitu mengenai keberagaman budaya yang ada di Sumatera Utara.

Acara yang berlangsung selama dua hari, (24/09) dan (25/09) berlokasi di lantai 1 Plaza Medan Fair ini mampu membuat masyarakat tertarik untuk menyaksikan acara tersebut. Acara ini merupakan tahun ke 3 bagi Sumut Fashion Week 2019. Di mulai pukul 16.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Rangkaian dari acara ini diawali dengan event modelling, selanjutnya ada pagelaran fashion show. Di pagelaran ini baju hasil dari para desainer dari Kota Medan ditampilkan.

Salah satu peserta kategori remaja putri yang sedang catwalk event modelling di Plaza Medan Fair (24/09) Fotografer: Nabila Chika
Salah satu peserta kategori remaja putri yang sedang catwalk event modelling di Plaza Medan Fair (24/09)
Fotografer: Nabila Chika

Khadavi Lubis selaku panitia acara, mengatakan peserta yang mengikuti Sumut Fashion Week berada pada usia 4 sampai 25 tahun, dibagi dengan dua kategori yaitu anak-anak 4-12 tahun dan remaja 13-25 tahun.

“Tujuan acara ini yaitu untuk mengembangkan kreativitas anak-anak muda di Kota Medan, lebih meningkatkan prestasi daripada melakukan hal-hal negatif. Saya berharap dengan adanya acara Sumut Fashion Week 2019 ini Kota Medan lebih maju dalam urusan fashion terutama untuk kain-kain Sumatera Utara agar lebih dikenal lagi sampai luar negeri” kata Khadavi.

Nasyida Laili, salah satu orang tua peserta Sumut Fashion Show 2019 mengaku mengetahui acara ini dari Facebook. Ia mengatakan acara ini bagus karena bisa mengasah bakat anak-anak dan bisa mengelolah mental mereka agar lebih berani dan percaya diri.

“Saya sebagai orang tua tidak memaksa anak saya melakukan ini tetapi kemauan anak saya sendiri, karena anak saya baru-baru ini suka menonton di televisi tentang fashion lalu sering melihat di YouTube, dari situ dia sering mencoba bergaya di depan cermin. Karena ini juga ia pertama kali ikutan lomba seperti ini jadi ya saya coba saja dan anak saya pun mau,” ungkap Nasyida.

Nasyida pun tidak menyangka kalau peserta yang mengikuti acara ini cukup banyak. “Saya sih berharap anak saya bisa menjadi salah satu pemenang. Tapi kalau tidak menang juga saya berharap anak saya bisa mendapat pengalaman agar bisa lebih baik lagi dalam hal mengembangkan bakat yang ada di dirinya untuk mengikuti acara seperti ini lagi,” tambahnya.

(Redaktur Tulisan: Intan Sari)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

IMG_0636

Batman 3.0: Menggores dengan Hati, Peduli terhadap Warisan Negeri

Peringatan Hari Batik Nasional memang sudah lewat, tetapi semangat untuk melestarikan warisan negeri tidak boleh pudar. Batik-Batik di Taman 3.0 (Batman 3.0) adalah sebuah kegiatan sekaligus program kerja Divisi Pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan oleh Pemerintahan Mahasiswa (Pema) Fakultas Psikologi Universitas Sumatra Utara. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (12/10), bertempat di Taman Tengah Fakultas Psikologi USU.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *