Home / Berita / Pucuk Coolinary Festival, Kenalkan Potensi Kuliner Khas Kota Medan
(Fotografer: Hidayat Sikumbang)
(Fotografer: Hidayat Sikumbang)

Pucuk Coolinary Festival, Kenalkan Potensi Kuliner Khas Kota Medan

Hidayat Sikumbang

Pijar, Medan. Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution secara resmi membuka festival kuliner terbesar di Kota Medan dengan dentuman gordang sambilan dan pelepasan balon ke angkasa. Acara tersebut bertajuk Pucuk Coolinary Festival (PCF) dan berlokasi di Lapangan Parkir Plaza Medan Fair. Selama dua hari, (31/08) dan (01/09) masyarakat Kota Medan akan dimanjakan dengan jajanan dan kuliner khas Kota Medan dan Sumatra Utara.

Wakil Wali Kota Medan mengakui bahwa festival kuliner seperti ini akan mengangkat citra Medan sebagai kota kuliner, serta menunjang pengembangan UMKM yang belum pernah terjamah sebelumnya. “Ini salah satu media, festival-festival kuliner seperti ini berpotensi mengangkat kuliner-kuliner Kota Medan yang sangat luar biasa. Ini yang perlu kita kembangkan. Masyarakat kita bisa memproduksi, namun belum bisa mengembangkan,” tutur pria yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kota Medan .

Saat Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Berkunjung Ke Stand Makbels dalam Festival Kuliner yang diselenggarakan Teh Pucuk Harum, Sabtu (31/08) (Fotografer: Hidayat Sikumbang)
Saat Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Berkunjung Ke Stand Makbels dalam Festival Kuliner yang diselenggarakan Teh Pucuk Harum, Sabtu (31/08) (Fotografer: Hidayat Sikumbang)

Festival kuliner ini mengundang 80 tenant yang berasal dari pojok kuliner-kuliner terfavorit di Kota Medan. Ronny Krisnadi, Sales Promotion area Aceh, Sumatra Utara, Riau dan Kepri menjelaskan bahwa ini adalah kali kedua diadakannya festival kuliner setelah sukses diadakan di Kota Jogja, Maret lalu. “Di tahun kedua kita, kita pertama kali menyelenggarakan di Medan. Ada sekitar kurang lebih 80 tenant, dan peminatnya cukup antusias dari berbagai kuliner favorit di Medan. Tidak ada pungutan biaya sama sekali dari kita, dan kita menargetkan mungkin hari ini bisa hadir 50 ribu,” ujar Ronny. Ada banyak promo yang diselenggarakan bagi para pengunjung yang hadir. Salah satunya yaitu Mie Balap khas Medan yang diberikan secara gratis dengan cara menukarkan dua botol Teh Pucuk Harum yang kosong.

Faza Safira, salah seorang pelanggan mengakui pembagian kategori Gurih, Pedas, dan Manis memudahkan pengunjung seperti dirinya untuk memilih makanan-makanan yang dicari. “Booth-nya rapi. Pelanggan seperti saya tidak bingung untuk mencari apa yang ingin saya makan. Saya sudah ke tempat Mie Ayam di booth Gurih, dan setelah makan yang gurih ingin makan yang manis jadi lanjut ke Pudding Oreo dan Durian,” ucap Faza.

Ia menambahkan, festival kuliner seperti ini membuat dirinya yang hobi mencicipi makanan khas Medan bisa lebih mengenal makanan-makanan yang selama ini belum pernah ia coba. “Saya sudah menghabiskan uang Rp150.000, sampai siang ini. Sebab ada beberapa makanan yang belum pernah saya coba, jadi tertarik ingin makan yang baru. Kemungkinan besok juga saya akan hadir kembali, mungkin dengan keluarga,” ungkapnya.

Redaktur Tulisan: Widya Tri Utami

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Fotografer: Mhd Abdul Fattah

Peringati Hari Literasi Internasional, GenBI lakukan Pojok Literasi

08 September 2019 adalah peringatan Hari Literasi Internasional yang ditetapkan oleh UNESCO di tahun 1965 lalu. Peringatan literasi ini berlatar belakang melalui Hari Aksara di mana manusia mulai mengenal dan melek huruf. Namun saat ini dirasa sudah berkurang manusia yang tidak tahu akan huruf, sehingga lebih tepatnya kepada bagaimana tingkat minat membaca manusia pada saat sekarang ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *