Home / Jalan-Jalan / Serba-Serbi Lavender di Cafe Ungu
Fotografer: Erizki Maulida Lubis
Fotografer: Erizki Maulida Lubis

Serba-Serbi Lavender di Cafe Ungu

Erizki Maulida Lubis

Pijar, Medan. Mini kafe mungkin sudah banyak di mana-mana. Namun, ada yang membuat beda dari salah satu kafe ini. Kafe unik yang mengedepankan segala olahannya dari  bahan dasar bunga lavender.

Lavender The Purple namanya, atau biasa dikenal dengan Cafe Ungu. Lokasinya berada di Jalan H. Misbah Kompleks Multatulli Blok E 17. Kafe ini dibangun oleh dua wanita yang bersahabat dengan mengawali bisnis mereka melalui event-event bazar.

Olahan yang disajikan merupakan olahan dari bunga lavender. Awalnya, mereka hanya mencoba membuat minuman dari olahan bunga lavender secara otodidak, karena mereka ingin mencari sesuatu yang baru dan beda. Hasil olahannya mereka beri ke saudara dan teman-teman agar bisa memberikan saran. Hingga akhirnya minuman dari olahan bunga lavender ini terasa enak, mereka pun mencoba untuk menjual produk mereka ke masyarakat melalui event bazar.

Cafe Ungu ini buka setiap hari sekitar pukul 11:30–21:30 WIB. Suasana kafe yang tenang membuat kita nyaman untuk berlama-lama nongkrong di kafe tersebut. Interiornya yang menarik dengan hiasan dinding, lampu-lampu gantung yang indah, dan juga hiasan bunga-bunga lavender di setiap meja. Tidak hanya itu, kafe ini memiliki rooftop yang membuat suasana lebih santai untuk kita yang ingin menghabiskan waktu senja dan malam kita di Kota Medan.

Dua wanita bernama Yuliawati Jo (35) dan Henny Wong (35) mengawali bisnis mereka dari kecil-kecilan dengan banyak referensi di luar negeri, seperti Australia, Selandia Baru, dan negara lainnya. Sehingga terbentuklah kafe unik tersebut. “Kami berbeda rasa, saya suka minuman soda, kalau teman saya suka minuman campuran lemon gitu,” tutur Yuli sebagai salah satu owner Cafe Ungu seperti yang dilansir dari sumut.idntimes.com.

“Keberhasilan olahan minuman lavender dan menaiknya peminat, akhirnya dua sahabat ini membuka mini kafe tersebut pada tahun 2019 tepatnya pada bulan Mei lalu. Agar olahan yang mereka jual memiliki tempat yang tetap,” kata salah satu pegawai di Cafe Ungu.

Salah satu Dessert di cafe Lavender The Purple: Brownies Lavender (Fotografer: Erizki Maulida Lubis)
Salah satu Dessert di cafe Lavender The Purple: Brownies Lavender
(Fotografer: Erizki Maulida Lubis)

Nurkhaliza, salah satu pengunjung Cafe Ungu mengatakan bahwa ia tertarik untuk datang ke kafe tersebut. “Mendengar nama kafe nya yang cukup unik membuat saya tertarik mengunjungi kafe ini, terutama setelah melihat dekorasinya. Dari segi dekorasinya, kafe nya unik. Banyak properti yang mendukung kafe ini terlihat lebih menarik dan juga instagramable. Dari segi rasa makanan, cukup enak dan harganya cukup terjangkau,” tutur Nurkhaliza.

Sejak bulan Mei hingga sekarang, nama Kafe Ungu semakin naik dan semakin banyak yang menggemari. Nah, olahan yang disajikan bukan hanya minuman, namun juga ada snack dan dessert. Harganya juga beragam, mulai dari Rp15.000 hingga Rp40.000. Pengunjung yang hadir pun banyak dari kalangan anak muda.

Redaktur Tulisan: Widya Tri Utami

 

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

IMG_0884

Hangout Bersama Kucing di Cat Cafe

Melalui namanya saja kita sudah mengetahui bahwa ini kafe kucing, tetapi bukan untuk kucing ya Sobat Pijar, melainkan kafe yang di dalamnya terdapat kucing. Cat Cafe hadir sebagai kafe kucing pertama yang ada di Medan, tepatnya pada bulan September lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *