Home / Hiburan / Film / Si Kaya dan Si Miskin dalam Film Parasite
Sumber Foto: screenhub.com.au
Sumber Foto: screenhub.com.au

Si Kaya dan Si Miskin dalam Film Parasite

Frans Dicky Naibaho

Pijar, Medan. Pintar belum tentu kaya. Sebaliknya, memiliki kekayaan yang melimpah tidak menjamin kecerdasaan seseorang. Film thriller terbaru garapan Bong Joon Ho mengangkat anekdot tersebut. Dikemas dengan nada komedi yang membawa tawa, Joon Ho berhasil menggiring para penonton untuk menyaksikan perbedaan kelas sosial yang terjadi di masyarakat dewasa ini lewat karyanya dalam dunia film.

Gisaengchung, demikianlah masyarakat Korea menyebut film Parasite yang telah tayang di bioskop Indonesia sejak Juni lalu. Sesuai dengan genrenya yaitu thriller-komedi, film ini berhasil memainkan emosi para penikmatnya. Tidak hanya lucu, perasaan sedih dan cemas pun terasa sangat lekat saat menonton film Korea yang satu ini.

Dikisahkan terdapat satu keluarga kecil yang tinggal di lingkungan kumuh, lebih tepatnya basement apartment yang menyerupai penjara bawah tanah. Kerikil jalanan menjadi pemandangan dari jendela rumah keluarga Kim yang suatu waktu dijadikan tempat para pemabuk untuk membuang air kecil. Ki Taek (Song Kang Ho) sosok ayah penyayang, Chung Sook (Jang Hye Jin) ibu yang cerewet, serta dua anak cerdas bernama Ki Woo (Choi Woo Shik) dan Ki Jung (Park So Dam) termenung meratapi nasib keluarga mereka yang menyedihkan.

Kemalangan yang dirasakan oleh keluarga ini seketika berubah menjadi kemujuran. Bermula saat Ki Woo yang secara kebetulan mendapatkan pekerjaan sebagai guru privat dari anak-anak Mr. Park (Lee Sun Kyun). Mengetahui peluang tersebut, tentu kesempatan ini tidak akan disia-siakan Ki Woo. Tanpa pikir panjang, ia langsung menerima tawaran tersebut. Ki Woo sebenarnya tidak memiliki keahlian dalam mengajar, namun ia nekad mengambil pekerjaan tersebut dan langsung memulai aksinya. Jelas saja hal tersebut semata-mata hanya demi mendapatkan uang karena Mr. Park seorang kaya raya.

Dengan mudahnya Ki Woo merekomendasikan seluruh anggota keluarganya bekerja kepada keluarga Park. Satu keluarga bekerja dalam satu rumah, namun berpura-pura tidak saling mengenal satu dengan yang lain. Tidak ada sedikit pun kecurigaan yang terlintas dalam benak Mr. Park. Semua seolah berjalan dengan lancar hingga Ki Woo menemukan hal yang tak terduga di keluarga Mr. Park.

Visual yang disajikan film Parasite menunjukkan perbedaan yang signifikan antara si miskin dan si kaya, lengkap dengan segala properti yang disiapkan. Segalanya dibuat untuk menyajikan pergantian mood penonton sesuai dengan alur dari cerita. Film ini memiliki adegan yang tidak terduga di setiap menitnya. Hingga akhirnya semakin jelas film Parasite menggambarkan kehidupan masyarakat saat ini.

Lantas, siapakah sosok protagonis dan antagonis di film ini? Tentu ini sangat membingungkan penonton. Ide-ide  cerita kecil yang disisipkan di film Parasite dan berbagai twist yang diselipkan membuat penonton semakin ragu. Seolah setiap peran di dalamnya protagonis sekaligus antagonis.

Berbagai ungkapan apresiasi pun terlontar dari para penonton setelah selesai menonton Parasite. Alur cerita yang sangat unik dan tidak mudah ditebak ini tentu saja langsung mengangkat nama Joon Ho di kancah perfilman dunia. Meskipun namanya tidak seterkenal sutradara-sutradara Hollywood, namun Joon Ho jelas berhasil menggarap film ini dengan sangat baik. Keberhasilan Joon Ho memukau dunia terbukti dari diraihnya penghargaan terhadap film Parasite berupa Palme d’Or dalam Festival Film Cannes 2019. Jelas saja, ini menjadi salah satu  bukti kualitas dari film ini.

Dikemas dengan alur cerita yang luar biasa, tentu saja industri film Korea akan semakin meningkat. Film Korea yang satu ini tentu saja salah satu film Korea yang harus kamu tonton di tahun 2019 ini.

Redaktur Tulisan: Widya Tri Utami

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber Foto: 
https://www.youtube.com/watch?v=KmOrhtaC3gA

Nenek 70 Tahun jadi Mahasiswi Baru?

da kalanya kita merasa lelah dengan aktivitas dan membutuhkan hiburan walau hanya sejenak. Jika sobat Pijar sedang berada di fase tersebut, menonton film bisa menjadi salah satu alternatifnya. Mahasiswi Baru, film bergenre drama dan komedi garapan sutradara Monty Tiwa akan membantu menyelesaikan permasalahan sobat Pijar.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *