Home / Lifestyle / Cantik adalah Apa yang Membuatmu Merasa Nyaman
Sumber : gdbems.org
Sumber : gdbems.org

Cantik adalah Apa yang Membuatmu Merasa Nyaman

Suryani Agata Sitanggang / Azka Fikri

“Kadang kala kamu harus sendirian untuk mengetahui betapa berharganya dirimu” -Karen.A.Baquiran

Pijar, Medan. Apa yang kerap kali terlintas dibenak kalian ketika mendengar kata cantik? Ya, cantik identik dengan tampilan fisik seperti rambut terurai panjang, kulit putih, kaki jenjang, hidung mancung, dan seakan tiada cacat di bagian fisik. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa masih beginilah persepsi sebagian besar masyarakat kita mengenai apa itu sebenarnya standar kecantikan.

Persepsi kecantikan atau standar kecantikan seperti ini yang mendorong seseorang mau tidak mau berusaha sedemikian rupa menjadikan dirinya seperti standar yang berlaku di tengah masyarakat. Fenomena ini memang sudah tak asing lagi bagi kita, perempuan cantik dipandang sebagai perempuan yang sempurna secara tampilan fisik serta mampu menarik perhatian banyak orang.

Standar kecantikan dari masa ke masa pun selalu mengalami perubahan seiring berkembangnya waktu, seperti di Indonesia sendiri sudah beberapa kali mengalami perubahan standar kecantikan.

Dikutip dari m.brilio.net, pada tahun 1998 standar kecantikan digambarkan melalui tokoh Sita yang pada zaman itu dianggap memiliki kecantikan dan berperilaku baik bercahaya laksana rembulan lalu.

Ketika Indonesia mulai dijajah oleh pemerintahan kolonial Belanda, standar kecantikan pun mulai mengarah sesuai standar mereka, dengan menggunakan produk kecantikan sederhana yang beredar.

Standar kecantikan juga berkembang ketika era penjajahan Jepang melalui majalah Djawa Baroe. Tidak berhenti di masa penjajahan saja, standar kecantikan selanjutnya pun kembali berubah dan mulai dipengaruhi oleh segala produk kecantikan yang lebih bervariasi, hal ini mendorong perubahan persepsi masyarakat tentang standar kecantikan.

Masuk ke era modern, standar kecantikan semakin kompleks dan beragam, media pun ikut berperan terhadap masuknya berbagai pemahaman tentang standar kecantikan.  Seperti cantik ala Korea, cantik ala Eropa dan standar kecantikan lainnya.

Di era modern ini usaha yang dilakukan untuk menjadi cantikpun semakin beragam, mulai dari yang sederhana hingga ekstrim. Mulai dari yang murah hingga mengeluarkan banyak untuk perawatan di klinik kecantikan.

Lantas, apakah persepsi tersebut benar dan baik untuk semua kalangan?  Dan apakah semua pihak mendapat dampak yang baik dari standar yang timbul di tengah masyarakat tersebut?

Mari kita meluruskan pandangan dan persepsi miring ini agar terjadi perubahan lebih baik ke depannya.

Kecantikan itu tidak sebatas warna kulit, jenis rambut dan tampilan fisik lainnya, yang penting bagaimana kita merasa nyaman terhadap apa yang ada pada diri kita. (sumber : dove.com)
Kecantikan itu tidak sebatas warna kulit, jenis rambut dan tampilan fisik lainnya, yang penting bagaimana kita merasa nyaman terhadap apa yang ada pada diri kita. (sumber : dove.com)

 

(1) Ubah pola pikir

Jika kebanyakan orang berpikir defenisi cantik hanya sebatas tampilan fisik saja maka mulailah kita melakukan perubahan terhadap pola pikir itu dari diri kita sendiri terlebih dahulu.

Mulailah berpikir terbuka bahwa kualitas kecantikan diri sendiri berasal dari ketulusan hati, rasa senang, karakter yang baik, serta penerimaan diri secara utuh.

Kecantikan tidak seharusnya menyiksa diri, dengan kita menerima diri kita secara utuh, merasa nyaman dengan diri sendiri, dan mengembangkan potensi yang kita miliki, dengan begitu kita akan merasa puas akan diri kita sendiri baik secara fisik, mental, maupun spiritual.

(2) Jangan hidup di bawah standar yang dibuat oleh orang lain

Artinya semakin kita dewasa harusnya kita pun semakin bijak dalam bertindak, berpikir, dan mengambil keputusan. Jika standar kecantikan yang berlaku di masyarakat sebatas tampilan fisik yang dianggap sempurna, lantas apakah kita juga harus mengikuti standar itu?  Jawabannya tidak, karena cantik adalah bagaimana kita bias merasa nyaman dan bebas dengan pilihan yang kita buat sendiri.

Alih-alih kita hidup di bawah standar yang dibuat oleh orang lain. Alangkah lebih menyenangkan dan memuaskan hati ketika kita mampu mengekspresikan kecantikan diri dengan standar yang kita buat sendiri.

3) Nyaman dengan diri sendiri

Apakah hanya dengan mencintai diri sendiri sudah cukup? Tentu tidak, kita perlu merasa nyaman akan diri kita sendiri.  Ketika kita sudah nyaman dengan sesuatu hal pasti akan timbul rasa senang. Ketika kita senang, maka citra diri yang kuat pun akan keluar secara spontan dan natural.

Apa dampak positif lain ketika kita sudah nyaman dengan diri kita sendiri? Kita dapat menambah rasa kepercayaan diri kita di tengah masyarakat. Cantik adalah tentang kenyamanan dan kepercayaan diri.

Kita semua memiliki kelebihan dan kekurangan di tiap porsinya. Hanya saja sekarang yang perlu kita lakukan adalah menjadi bagian terbaik berdasarkan versi diri kita sendiri.  Jangan memaksakan diri akan hal yang tidak sepatutnya kita lakukan, semua itu hanya akan menimbulkan rasa tertekan. Pada dasarnya kita semua cantik memiliki potensi kita masing-masing. Maka temukanlah!

(Redaktur Tulisan: Intan Sari)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

(Sumber Foto: Johns Napitupulu)

Mengenal Edukasi Seks Hingga Mencegah Salah Persepsi Pada Anak

Pendidikan seks atau biasa kita dengar “sex education” adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengajarkan pentingnya menjaga organ vital pada tubuh, sehingga seseorang dapat menjaga dan memproteksi dirinya dari pencegahan penyakit pada area reproduksi hingga menghindari pelecehan seksual yang tidak diketahui.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *