Home / Berita / Peduli Lingkungan dalam Public Speaking Competition 2019
Fotografer: Fatin Faiza Siregar
Fotografer: Fatin Faiza Siregar

Peduli Lingkungan dalam Public Speaking Competition 2019

Fatin Faiza Siregar

Pijar,Medan. Pada tahun ketiga, Public Speaking Competition 2019 hadir dengan nuansa yang berbeda. Mengusung tema “Suarakan Kepedulian Terhadap Lingkungan”. Acara yang menampung 16 tim ini dilaksanakan selama dua hari di Ruang Sidang FISIP USU dan Gedung H. Hanif (4-5/10).

Kegiatan ini dibuka dengan kuliah umum oleh Putra Andica Siagian ,ST CH Sebagai CEO dan Founder Generation X Indonesia. Putra mengajak para peserta untuk berdiskusi mengenai permasalahan lingkungan yang terjadi saat ini. Selain itu, kuliah umum ini juga menjadi salah satu cara untuk menambah wawasan peserta tentang tema perlombaan.

Konsep perlombaan pada tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Panitia Public Speaking Competition 2019 memilih debat akademis sebagai jenis perlombaan. Debat akademis memiliki tingkat kesulitan di manajemen waktu. Hal ini disetujui oleh Fani selaku juri sekaligus anggota Medan Debaters Forum. Setiap tim yang terdiri dari 3 orang hanya memiliki waktu 2-3 menit per orang untuk menyampaikan argumen mereka.

Para peserta lomba yang berasal dari SMA Se-Kota Medan dan sekitarnya tidak merasa berat akan tema yang diberikan. Itu terbukti dengan jumlah tim yang melebihi target peserta. Astrid, selaku sekretaris panitia merasa bahwa tema ini cocok untuk lomba debat. Pemilihan tema ini dilakukan karena seperti yang kita ketahui bumi kita ini sedang krisis. Kami juga merasa tema ini cocok untuk diperdebatkan karena masih ada pro dan kontra tentang penting gak sih kita menjaga lingkungan.

Pemenang Kedua Lomba Public Speaking 2019 di Gedung H. Hanif (5/10) (Fotografer: Fatin Faiza Siregar)
Pemenang Kedua Lomba Public Speaking 2019 di Gedung H. Hanif (5/10) (Fotografer: Fatin Faiza Siregar)

Meskipun terlihat sulit, namun lomba debat ini tetap menyenangkan bagi tim dari SMAN 1 Medan. Arif yang sudah sering mengikuti lomba debat merasa bahwa lomba ini tidak terlalu sulit tapi juga tidak terlalu mudah. Lain halnya dengan Arif, Nadya yang baru pertama kali merasakan lomba debat merasakan kesulitan dan ketegangan selama lomba berlangsung. Mosi yang terlihat sederhana sejatinya memiliki banyak sekali manfaat bagi peserta. “Meskipun sulit namun dengan mosi yang diberikan dapat membuka wawasan kita bahwa ternyata lingkungan kita itu sudah separah itu, jadi kita harus lebih peduli dengan lingkungan kita.” ucap Cintya yang disetujui oleh kedua rekannya.

Perlombaan ini telah mengeluarkan tiga pemenang dengan juara pertama berasal dari SMAN 1 Medan. Walaupun banyak yang mengalami kekalahan, Fani berharap peserta untuk tidak berkecil hati. “Semoga para peserta terus mengasah kemampuan mereka, terus ikut lomba biar makin baik lagi ke depannya.”

Redaktur Tulisan: Widya Tri Utami

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

IMG_0636

Batman 3.0: Menggores dengan Hati, Peduli terhadap Warisan Negeri

Peringatan Hari Batik Nasional memang sudah lewat, tetapi semangat untuk melestarikan warisan negeri tidak boleh pudar. Batik-Batik di Taman 3.0 (Batman 3.0) adalah sebuah kegiatan sekaligus program kerja Divisi Pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan oleh Pemerintahan Mahasiswa (Pema) Fakultas Psikologi Universitas Sumatra Utara. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (12/10), bertempat di Taman Tengah Fakultas Psikologi USU.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *