Home / Berita / Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91

Sumber Foto: dictio.id

Johns Napitupulu

Pijar, Medan. Memperingati 91 tahun Sumpah Pemuda, mari bernostalgia mengingat perjuangan pemuda untuk bangsa. 28 Oktober adalah tanggal yang ditetapkan sebagai Hari Sumpah Pemuda, di mana semangat kaum muda membara pada masa itu demi memperjuangkan kemerdekaan untuk bangsa.

Dalam upaya meraih kemerdekaan, para pemuda dari berbagai daerah berkumpul untuk mengadakan kongres. Kongres merupakan pertemuan besar para wakil organisasi atau pihak-pihak yang memiliki kepentingan untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan.

Kongres pertama, dilaksanakan dengan tujuan menyatukan para pemuda dalam satu wadah organisasi, yang terselenggara pada tahun 1926. Dua tahun berselang, para pemuda kembali berkongres untuk kali kedua pada tahun 1928. Semangat mereka untuk berkumpul membahas perjuangan kemerdekaan tak pernah luntur meskipun harus menempuh perjalanan jauh.

28 Oktober 1928 di halaman depan Gedung IC, Jl. Kramat 106, Jakarta. Tampak duduk dari kiri ke kanan antara lain (Prof.) Mr. Sunario, (Dr.) Sumarsono, (Dr.) Sapuan Saatrosatomo, (Dr.) Zakar, Antapermana, (Prof. Drs.) Moh. Sigit, (Dr.) Muljotarun, Mardani, Suprodjo, (Dr.) Siwy, (Dr.) Sudjito, (Dr.) Maluhollo. Berdiri dari kiri ke kanan antara lain (Prof. Mr.) Muh. Yamin, (Dr.) Suwondo (Tasikmalaya), (Prof. Dr.) Abu Hanafiah, Amilius, (Dr.) Mursito, (Mr.) Tamzil, (Dr.) Suparto, (Dr.) Malzar, (Dr.) M. Agus, (Mr.) Zainal Abidin, Sugito, (Dr.) H. Moh. Mahjudin, (Dr.) Santoso, Adang Kadarusman, (Dr.) Sulaiman, Siregar, (Prof. Dr.) Sudiono Pusponegoro, (Dr.) Suhardi Hardjolukito, (Dr.) Pangaribuan Siregar dan lain-lain. Sumber Foto: Kompas
28 Oktober 1928 di halaman depan Gedung IC, Jl. Kramat 106, Jakarta. Tampak duduk dari kiri ke kanan antara lain (Prof.) Mr. Sunario, (Dr.) Sumarsono, (Dr.) Sapuan Saatrosatomo, (Dr.) Zakar, Antapermana, (Prof. Drs.) Moh. Sigit, (Dr.) Muljotarun, Mardani, Suprodjo, (Dr.) Siwy, (Dr.) Sudjito, (Dr.) Maluhollo. Berdiri dari kiri ke kanan antara lain (Prof. Mr.) Muh. Yamin, (Dr.) Suwondo (Tasikmalaya), (Prof. Dr.) Abu Hanafiah, Amilius, (Dr.) Mursito, (Mr.) Tamzil, (Dr.) Suparto, (Dr.) Malzar, (Dr.) M. Agus, (Mr.) Zainal Abidin, Sugito, (Dr.) H. Moh. Mahjudin, (Dr.) Santoso, Adang Kadarusman, (Dr.) Sulaiman, Siregar, (Prof. Dr.) Sudiono Pusponegoro, (Dr.) Suhardi Hardjolukito, (Dr.) Pangaribuan Siregar dan lain-lain.
Sumber Foto: Kompas

Ada yang dari Sunda, Sumatra, Ambon hingga berbagai daerah lainnya di Indonesia. Dilansir dari Historia.id total pemuda yang hadir mencapai 750 orang. Akan tetapi, hanya 75 orang yang namanya tercatat. Dari sepuluh perempuan yang hadir, hanya tujuh yang terjejaki. Adapun hasil dari Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928 itu berbunyi:

Kami Putra dan Putri Indonesia,

mengaku bertumpah darah yang satu,

tanah air Indonesia.

Kami Putra dan Putri Indonesia,

mengaku berbangsa yang satu,

bangsa Indonesia.

Kami Putra dan Putri Indonesia,

menjunjung bahasa persatuan,

bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda dimaknai sebagai momentum bersatunya para pemuda, yang kemudian bergerak bersama dan berjuang menuju Indonesia merdeka. Bung Karno sendiri memiliki persepsi bahwa Sumpah Pemuda bermakna revolusioner: satu negara kesatuan dari Sabang sampai Merauke, masyarakat adil dan makmur, dan persahabatan antarbangsa yang abadi.

“Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Kalau sekadar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, bangsa, dan tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir,” ucap Soekarno dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-35 di Istana Olahraga Senayan, Jakarta, 28 Oktober 1963.

(Redaktur Tulisan: Widya Tri Utami)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber Foto: Google

Hari Pahlawan, Tak Harus Korban Nyawa

10 November adalah hari peringatan nasional bangsa Indonesia, yang selalu diperingati setiap tahunnya dengan upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional. Upacara ini biasanya dilakukan dengan pengibaran bendera merah putih, serta berziarah ke makam pahlawan yang menjadi tradisi bangsa Indonesia sedari dulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *