Home / Hiburan / Film / Spirited Away, Kisah Petualangan Chihiro ke Dunia Lain
Sumber Foto: google.com
Sumber Foto: google.com

Spirited Away, Kisah Petualangan Chihiro ke Dunia Lain

Diva Vania

Pijar, Medan. Jepang merupakan salah satu negara terdepan dalam memproduksi film animasi. Meskipun Dreamworks dan Disney tidak diragukan lagi akan terpikirkan ketika seseorang menyebutkan animasi, namun perusahaan Jepang Studio Ghibli terkenal dengan film cerita dan karya-karya animasinya yang begitu apik.

Bermodal kualitas gambar yang baik dan cerita yang mengagumkan, Ghibli berhasil memikat para penontonnya sejak didirikan di Koganei, Tokyo tahun 1985. Delapan hasil karyanya bahkan berada pada urutan 15 teratas film anime terlaris yang dibuat di Jepang. Beberapa judul yang populer diantaranya seperti Princess Mononoke, My Neighbor Totoro, Kiki’s Delivery Service, dan Howl’s Moving Castle.

Judul lain yang cukup populer adalah Sen to Chihiro no Kamikakushi atau yang lebih dikenal dengan Spirited Away, yakni merupakan film animasi karya Sutradara Hayao Miyazaki dan diproduksi oleh Studio Ghibli pada tahun 2001. Film ini berhasil berada di puncak kedua film animasi terpopuler dan berhasil menarik penonton sebanyak 23 juta orang.

Sumber Foto: google.com
Sosok Chihiro dalam film Spirited Away yang diproduksi oleh Studio Ghibli dan terbit pada 2001 lalu di Jepang. (Sumber Foto: google.com)

Kisah film ini berawal dari Chihiro yang diajak orang tuanya untuk pindah ke kota lain dan menemukan sebuah terowongan tua saat dalam perjalanan. Karena merasa penasaran, Chihiro dan orang tuanya masuk ke dalam terowongan tua yang menjadi gerbang ke dunia lain tersebut.

Saat memasuki terowongan, mereka mencium aroma makanan yang begitu menggugah. Ketika ditelusuri, aroma tersebut berasal dari sebuah restoran yang tak bertuan. Melihat itu, orang tua Chihiro pun segera melahap ‘hidangan’ yang ada di depan mereka. Chihiro memutuskan tidak memakannya dan memilih menelusuri tempat yang menurutnya aneh tersebut. Di perjalanan, ia bertemu Haku, yang memaksa dirinya untuk segera meninggalkan tempat itu sebelum matahari tenggelam.

Saat ingin mengajak orang tuanya pulang, betapa terkejutnya Chihiro melihat orang tuanya sudah berubah menjadi babi yang cukup gemuk dan besar. Chihiro yang kaget pun segera berlari sekencang-kencangnya, dan ia kembali bertemu Haku. Ia disarankan untuk menemui Kamaji dan meminta pekerjaan padanya. Kamaji yang awalnya enggan pun, akhirnya memberikan Chihiro pekerjaan dan mengubah namanya menjadi Sen.

Sen pun akhirnya memulai hidup barunya di dunia lain. Pekerjaan pertamanya adalah melayani tamu paling menjijikan, yakni memandikan Dewa Bau, di mana diam-diam Sen dibantu oleh sosok misterius, yang dipanggilnya Kaonashi-san. Perjalanannya mengembalikan orang tuanya pun berlangsung dari sini.

Bagian yang membuat durasi film ini terasa sangat singkat, walaupun berdurasi satu setengah jam adalah setiap bagian-bagian ceritanya yang memiliki kekuatan, namun berpindah secara halus. Misalnya saat Chihiro berjuang menyelinap ke singgasana Yubaba, kemudian berpindah saat Chihiro memohon pekerjaan padanya. Kemudian secara indah, Chihiro bertemu dengan Tanpa Wajah untuk kali pertama, sampai pada perjuangan Haku yang menyelamatkannya.

Penganimasiannya yang sangat halus dengan gaya yang tetap relevan pun terbukti hingga kini. Bila film ini diputar secara random di kalangan awam saat ini, banyak yang akan menyangka film ini merupakan produksi baru seperti Kimi No Nawa, Koe No Katachi, dan beberapa judul yang populer belakangan.

Selain kualitas gambar yang cukup baik, juga terdapat pesan moral yang cukup memotivasi dan menumbuhkan citra positif bagi orang yang menonton, sehingga film ini cocok untuk ditonton oleh semua umur. Jadi, jangan sampai ketinggalan ya Sobat Pijar.

(Redaktur Tulisan: Intan Sari)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

(Sumber Foto: jawapost.com)

Realita Industri Televisi Indonesia di Film Pretty Boys

Pijar, Medan. Di tengah ramainya film komedi dengan konsep reborn hingga film yang dibintangi oleh komika di Indonesia, duo VinDest (Vincent dan Desta) menyuguhkan sesuatu yang berbeda. Lewat production house milik dua sahabat ini, The PRETTY BOYS Pictures bekerjasama dengan Anami Films, mereka menyajikan film ‘Pretty Boys’ untuk penikmat film Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *