Home / Hiburan / Film / Menafsirkan Kebenaran yang Dibungkam di Film I Can Speak
Sumber foto : Junseo's Thoughts - WordPress.com
Sumber foto : Junseo's Thoughts - WordPress.com

Menafsirkan Kebenaran yang Dibungkam di Film I Can Speak

Stefani / Shilva Devira

Pijar, Medan. Banyak masyarakat lokal yang menggemari film-film dari Korea Selatan karena sisi romantisnya. Terutama dari kalangan remaja. Meskipun begitu, mereka tidak hanya berhasil dalam film-film romantisnya. Korea Selatan telah membuktikan diri melalui film-film genre lainnya yang banyak mencuri perhatian publik, seperti salah satunya film I Can Speak.

Ini merupakan film bergenre drama komedi ini dirilis pada 21 September 2017 dan diproduksi oleh Lotte Entertainmet, film ini berhasil menduduki puncak Box Office hanya dalam dua hari setelah penayangan. Film ini diangkat dari kisah nyata seorang wanita bernama Lee Yong-su.

Film yang diperankan oleh Park Min Jae (Lee Je Hoon) yaitu Pegawai Negeri Sipil dan Na Ok Boon (Na Moon Hee) menceritakan tentang kisah seorang wanita bernama Na Ok Boon yang sangat suka melakukan pengaduan terhadap kesalahan-kesalahan yang ada di sekitarnya yang membuat pekerja PNS menjadi pusing, juga kegihihannya untuk menekuni bahasa asing demi berkomunikasi dengan orang yang disayangnya, hingga luka masa lalu Na Ok Boon yang harus dibuka kembali demi teman karibnya. No Ok Boon yang selama ini menyembunyikan identitasnya akhirnya berani untuk membuka suara dan menuntut keadilan.

Cerita yang awalnya terlihat seperti cerita keluarga yang ringan dengan sisipan humor yang menambah warna dalam film, ternyata merupakan sebuah cerita bersejarah berat, yang mengisahkan tentang penderitaan yang dialami wanita-wanita yang menjadi budak seks oleh tentara jepang selama perang dunia kedua, hingga akhirnya dunia mengenal mereka dengan sebutan comfort woman.

Dan bagian yang paling menarik ialah pemeran utamanya seorang nenek tua, sangat jarang kita melihat wanita seusia Na Moon Hee menjadi pemeran utama pada suatu film, aktingnya yang menunjukkan banyak emosi, lucu, dan ekspresinya sangatlah menunjang cerita. Karakter sepertinya sangat jarang kita temukan dalam film.

I Can Speak mengikuti perjalanan karakter utama, tidak hanya untuk menerima masa lalunya, tapi juga mengatasinya. Chemistry yang terbangun antara Na Moon-hee dan Lee Je-hoon sangatlah bagus, yang dibuktikan dengan banyaknya orang yang berminat untuk menyaksikan film ini, tercatat bahwa film terbitan tahun 2017 ini telah ditoton oleh tiga juta orang.

Berkat film ini, Na Moon Hee memperoleh penghargaan terbanyak yang bisa diraih aktris Korea dalam satu tahun. Penghargaanya antara lain, Penghargaan Naga Biru untuk Aktris Utama Terbaik, Penghargaan Asosiasi Kritukus Film Korea, Penghargaan Khusus Amnesti Terbaik, Penghargaan Pilihan Sutradara untuk Aktris Terbaik, dan Penghargaan Perempuan Film pada tahun 2017.

Film yang disutradarai oleh Kim Hyun Seok ini berhasil menyentil sisi kemanusiaan penontonnya, Meskipun ada saat-saat yang sedikit melodramatis, dan film ini menggambarkan kisah persahabatan yang indah dan menggambarkan bagian sejarah  yang sangat penting. Alur cerita yang menarik serta penghayatan para pemeran dalam memerankan bagiannya membuat makna film ini tersampaikan dengan baik kepada penontonnya.

Redaktur Tulisan: Hidayat Sikumbang

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Fotografer: Arsy Shakila Dewi

Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat

Jingga, warna yang dipilih oleh Tim Wesfix sebagai sampul dari buku “Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat”. Buku ini merupakan terjemahan buku karya dari Blogger asal New York yang berjudul “The Subtle Art Of Nit Giving A Fuck”, Mark Manson

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *