Home / Jalan-Jalan / Menduetkan Kue Pancong dan Segelas Kopi adalah Cara Sederhana Menikmati Pagi
Sumber Foto: Filmela.com
Sumber Foto: Filmela.com

Menduetkan Kue Pancong dan Segelas Kopi adalah Cara Sederhana Menikmati Pagi

Star Munthe

Pijar, Medan. Rutinitas kampus penuh penat hingga berujung telat mengikuti kelas menimbulkan prahara di balik drama. Sambil menunggu Bus Linus (Lintas USU) bersama teman sejawat dengan ciri khas wajah lesuhnya, aku menawarkan kopi sebelum mulai berpacu pada perdebatan kelas-kelas mata kuliah. Ia menambahkan, “Kue Pancong tambah kopi enak juga.”

Rasa manis berpadu tekstur lembut kue pancong memang tak mampu dipungkiri dapat menipu lidah. Sejatinya kue pancong adalah perpaduan antara tepung, gula, kelapa, dan garam yang pada esensinya menyatu menghasilkan dua ragam jenis; kering dan basah.

Kue pancong basah umum ditemukan di kedai kopi, penjual kue tradisional, dan bahkan di pinggir jalan. Sedangkan rivalnya pancong kering pada umumnya ditemukan di toko oleh-oleh karena sifatnya yang awet dan tahan lama. Kulit luar yang gurih, dan bagian dalam yang lembut membuat lidah manja saat memakan kue ini ketika masih dalam suhu hangat.

Baik basah atau kering, itu tergantung selera dan suasana hati masing-masing. Yang absolut adalah selera pembeli, penjual hanyalah penyedia. Kami sempat mewawancarai salah satu pedagang kue pancong yang berkata bahwa bisnis kue pancong yang ia jalankan adalah bisnis keluarga yang dimulai dari kakeknya, 30 tahun yang lalu di wilayah USU.

Herman Nasution mengaku selalu berjualan pada pagi hari saja, sampai pukul 12 siang. Tak ada filosofi dari jam distribusi tersebut. Tapi terlepas dari hal itu, kue pancong memang primadona bagi banyak mahasiswa USU. Eksistensi kue pancong buah tangan Herman tersebut dapat dicicipi di antara Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Budaya.

Kue pancong memiliki beberapa versi sejarah. Beberapa menyebutnya berasal dari Jakarta, ada pula yang menyebutnya berasal dari Betawi. Tapi Herman menuturkan bahwa ia mempercayai bahwa kue pancong berasal dari tanah Melayu.

Penamaan kue pancong sendiri ialah bukan dari bentuknya yang setengah lingkaran, melainkan dari alat pencungkil khsusus yang disebut pancong. Walau dewasa ini dominan penjual kue pancong tak menggunakan pancong sebagai pencungkil kue yang matang tersebut, akan tetapi istilah kue pancong akan terus hidup melalui kebiasaan masyarakat dalam memaknainya.

Kue pancong tercium sampai ke Amerika Serikat. Bahkan kue yang tak jarang ditemukan disetiap sudut kota ini menjadi finalis padaVendy Award dan masuk kedalam kategori makanan pencuci mulut terbaik September 2017.

Walau terkesan familiar dan memiliki ciri khas, tak jarang orang-orang salah dalam membedakan kue pukis dan kue pancong. Kedua jenis kue ini memang memiliki bentuk yang sama, namun dari segi cita rasa dan tekstur kedua kue ini jelas berbeda. Kue pukis cenderung memiliki tampilan warna yang beragam, sedangkan kue pancong berwarna putih kecoklatan. Kue pukis memiliki tekstur lembut keseluruhan, sedangkan kue pancong adalah perpaduan antara kering dan lembut.

Penyebutan kue pancong sendiri tak sama di seluruh wilayah Indonesia. Seperti di Bandung kue ini disebut kue bandros, di Jawa Tengah dan Jogja dikenal dengan nama serabi rangin atau gandos, dan di Bali dinamai haluman. Sampai saat ini, kue pancong tetap hidup di setiap lapisan masyarakat dan masih menjelma sebagai jajanan pasar.

Redaktur Tulisan: Hidayat Sikumbang

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Fotografer: Hesmitha Eunike

Seblak, Kuliner Bercita Rasa Gurih, Pedas dan Nikmat

Indonesia dikenal dengan negara yang kaya akan keberagaman, salah satunya adalah kuliner. Berbagai daerah memiliki bermacam makanan khas yang rasanya tak perlu diragukan lagi. Seblak merupakan makanan tradisional yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. Makanan yang satu ini memiliki cita rasa yang gurih dan pedas.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *