Home / Jalan-Jalan / Perpaduan Pedas nan Gurih ala Ayam Pecak
(Fotografer: Savira Dina)
(Fotografer: Savira Dina)

Perpaduan Pedas nan Gurih ala Ayam Pecak

Savira Dina

Pijar, Medan. Bicara soal kuliner tentu tidak ada habisnya. Setiap tahun, selalu bermunculan berbagai inovasi terbaru dalam bidang ini. Tidak terkecuali ayam yang merupakan salah satu bahan makanan yang menjadi primadona berbagai kalangan. Olahan ayam selalu muncul dengan berbagai macam pilihan. Masih teringat dalam benak kita beberapa waktu lalu inovasi ayam geprek sempat booming di berbagai kalangan.

Namun, ada satu olahan ayam lainnya yang belakangan ini cukup menarik perhatian masyarakat, khususnya masyarakat Kota Medan. Olahan tersebut ialah Ayam Pecak. Berbagai warung Ayam Pecak ini pun mulai bermunculan, bahkan di berbagai kafe juga sudah menawarkan olahan Ayam Pecak.

Sebenarnya, Ayam Pecak ini jika dilihat sekilas tidak jauh berbeda dari ayam goreng pada umumnya, yang membedakan ialah sambal pecaknya. Ayam pecak merupakan olahan kuliner berupa ayam yang digoreng kering kemudian disiram dengan sambal pecak. Membuat ayam goreng yang sesuai keinginan tentu tidak mudah, apalagi jika hal tersebut sudah menyangkut cita rasa.

Walaupun ayamnya digoreng kering, namun cita rasa dari ayamnya sendiri masih tetap lembut dan gurih. Selain ayam, tentunya yang menjadi fokus utama dari sajian kuliner ini ialah sambal pecaknya.

Sambal Pecak yang menjadi andalan menu Ayam Pecak. (Fotografer: Savira Dina)
Sambal Pecak yang menjadi andalan menu Ayam Pecak. (Fotografer: Savira Dina)

Sambal pecak merupakan jenis sambal yang terdiri dari cabai rawit hijau, bawang, gula, garam serta tomat. Namun, di beberapa warung mereka menambahkan resep rahasia khas mereka. Akan tetapi, secara umum bahan untuk membuat sambal pecak terdiri dari bahan-bahan tersebut.

Seperti yang diketahui, Medan terkenal dengan berbagai olahan kuliner pedas, salah satunya ialah olahan Ayam Pecak. Lembutnya daging ayam disajikan dengan siraman sambal pecak yang pedas tentu memberikan sensasi tersendiri ketika kita menyantap olahan ini. Selain sensasi pedas yang didapat, sensasi segar juga didapat dari tomat yang hanya diulek kasar sehingga potongan tomat masih bisa dinikmati.

“Aku sih udah sering kali makan ayam pecak ini, karena rasanya itu pedas tapi buat nagih. Ditambah sambalnya juga fresh, jadi gak langu gitu saat dimakan. Gak nyesel sih kalau mau coba ayam pecak ini,” papar Putri salah satu penikmat Ayam Pecak.

Selain rasanya yang tentu tidak mengecewakan, harga untuk sajian Ayam Pecak ini pun bisa dibilang cukup terjangkau. Sobat Pijar bisa menikmati sajian Ayam Pecak dengan harga Rp20.000,00 sudah termasuk sepotong ayam beserta nasi putih.

Untuk menemukan olahan ayam pecak ini pun tidak sulit. Di Medan sendiri sudah banyak tersebar warung-warung yang menyajikan Ayam Pecak. Termasuk, ada beberapa warung yang cukup terkenal di Medan juga menyajikan Ayam Pecak. Sebut saja seperti Joko Moro dan Mas Bray yang buka pada sore menjelang malam hari. Selain itu, banyak juga warung ataupun kafe lain yang sudah buka di siang hari dengan menyajikan menu Ayam Pecak ini.

(Redaktur Tulisan: Widya Tri Utami)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

(Sumber Foto: Google)

Roti Ketawa Khas Siantar, Serupa Onde-onde Tetapi Berbeda

Jenni Sihombing / Gabriella Prily Pijar, Medan. Siapa yang tidak kenal dengan Roti Ketawa? Kue …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *