Home / Berita / Seminar Nasional Psy Generation 2.0, Ingatkan Pentingnya Mencintai Diri Sendiri
Fotografer: Hesmitha Eunike
Fotografer: Hesmitha Eunike

Seminar Nasional Psy Generation 2.0, Ingatkan Pentingnya Mencintai Diri Sendiri

Esra Natalia / Hesmitha Eunike

Pijar, Medan. Pemerintahan Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatra Utara (Pema FPsi USU) kembali mengadakan kegiatan Seminar Nasional Psy Generation 2.0 pada Sabtu (16/11). Bertempat di Auditorium USU, acara ini dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB yang bertemakan “Self Love: The Art of Loving Yourself”.

Pengusungan tema self Love sendiri bukanlah tanpa alasan. Berkaca dari fenomena yang terjadi, saat ini banyak remaja maupun dewasa awal yang kurang peduli bahkan tidak tahu apa itu self love, sementara self love sendiri memiliki kaitan khusus dengan kesehatan mental.

Rangkaian kegiatan dalam Psy Generation 2.0 berlangsung selama 4 hari berturut-turut, dimulai sejak Rabu (13/11) hingga puncak acara yakni Seminar Nasional. Pada hari pertama telah dilaksanakan Lomba Karya Tulis Nasional (LKPTN), sedangkan pada hari kedua dilaksanakan Lomba Poster dan Lomba Video Pendek yang mana semua kegiatan tersebut berskala nasional.

Pembukaan acara dengan dengan memainkan angklung (16/11) Fotografer: Hesmitha Eunike
Pembukaan acara dengan dengan memainkan angklung (16/11) (Fotografer: Hesmitha Eunike)

Seminar Nasional Psy Generation 2.0 ini menghadirkan tiga pembicara hebat untuk menjelaskan lebih dalam mengenai self love, yaitu Juliana Saragih, M.Psi, Psikolog, Dra.Tika Bisono, M.PsiT., Psikolog, dan Brisia Jodie.

Pembicara pertama, yaitu Juliana Saragih, M.Psi, Psikolog merupakan seorang psikolog klinis sekaligus dosen Fakultas Psikologi USU. Dalam pemaparan materinya, Juliana menyampaikan bahwa semua makhluk hidup butuh cinta. Sumber cinta itu berasal dari diri sendiri. Mencintai diri sendiri bercerita tentang penghargaan dan penerimaan akan diri.

Pemaparan materi berikutnya dibawakan oleh Dra. Tika Bisono, M.PsiT., seorang psikolog terapan yang menjelaskan mengenai self love dengan subtema parenting. Sedangkan Brisia Jodie, seorang penyanyi muda sekaligus influencer yang pada acara tersebut juga diundang menjadi pembicara untuk menceritakan pengalamannya saat ia masih sering dirundung dan bagaimana ia memulai untuk mencintai dirinya sendiri sehingga ia dapat menjadi sukses sepeti sekarang ini.

Selain peserta seminar, acara ini juga dihadiri oleh para sponsor, para alumni Fakultas Psikologi USU, media partner, dan Himpunan USU. Lewat acara ini, diharapkan dapat membuat orang-orang semakin paham bahwa self love berpengaruh terhadap kesehatan mental.

“Alasan saya mengikuti acara seminar ini karena saya tertarik dengan tema seminar ini, yaitu self love. Menurut saya itu penting karena kalau bukan kita yang mencintai diri kita sendiri, siapa lagi?”, jelas Rizki Mahfuzah, mahasiswi Fakultas Psikologi USU. Rizki juga menjelaskan bahwa ia senang mengikuti acara ini dan merasa lebih bersyukur dan lebih menerima dirinya sendiri.

Sedangkan Olivia, mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prima Indonesia menjelaskan alasannya mengikuti acara ini karena ia merasa ia belum mencintai diri sendiri. “Acara ini menambah wawasan dan mengubah mindset sedikit untuk mencintai diri sendiri, soalnya aku sendiri merasa lebih mencintai orang lain daripada mencintai diri sendiri,” jelas Olivia.

Dalam sebuah kepanitiaan pasti selalu ada kendala, begitu juga dengan acara Seminar Nasional Psy Generation 2.0 ini. Di balik kesuksesan acara ini, tak luput juga dari kendala-kendala yang dihadapi oleh para panitia. Namun walaupun begitu, para panitia berhasil dalam mengatasi kendala-kendala tersebut.

“Kalau kendala utama ada di dana, sudah pasti. Menurut kami paling berat itu dana, sisanya hanya soal koordinasi, soal internal seperti saling mengalah. Tapi syukurnya sampai saat ini tidak ada masalah ataupun berantam yang berarti,” jelas Adi Reinaldo selaku Ketua Panitia Seminar Nasional Psy Generation 2.0.

“Untuk acara ini sendiri sih, inginnya yang hadir terutama dapat gambaran bahwa kita itu benar-benar butuh tahu self love itu apa. Itu yang terutama. Ketika kita sudah tau self love itu penting, kita akan mencari tahu apakah kita sudah self love atau tidak. Kalau sudah dapat itu baru kita mulai mencari apakah cara ini pantas untuk dipakai dalam meningkatkan self love. Tapi menurut saya yang paling utama itu kita harus bisa sadar bahwa mencintai diri sendiri itu penting. Jangan mau kalah sama orang-orang, jangan terlalu peduli sama apa kata orang. Karena yang benar-benar tahu kesulitan kita, yang benar-benar tahu kondisi kita, yang paling tahu sepak terjang kita itu diri kita sendiri,” pesan Adi.

Ridwan Ikhtiar, selaku Gubernur Pemerintahan Mahasiswa Fakultas Psikologi USU juga menyampaikan bahwa semoga Ilmu Psikologi dapat dikembangkan lagi ke depannya dan sepak terjangnya lebih jauh lagi hingga akhirnya orang lebih mengenal kesehatan mental itu penting.

“Yang pasti Fakultas Psikologi akan membuat pelatihan atau penelitian maupun seminar ke depan seperti apa yang akhirnya membuat kita lebih eksis lagi,” tutur Ridwan.

(Redaktur Tulisan: Widya Tri Utami)

 

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

(Fotografer: Valencia Christiani Zebua)

Seminar PKPU dan Kepailitan Perkenalkan Solusi atas Utang Piutang

Bahasan mengenai penyelesaian utang piutang menurut hukum mungkin terdengar asing di telinga masyarakat awam. Oleh karena itu, adanya seminar PKPU dan Kepailitan menjadi jalan tengah masyarakat agar dapat mengetahui lebih jelas bagaimana strategi jitu penyelesaian utang piutang menurut hukum yang berlaku. Seminar yang bertempat di Grand Aston City Hall, Medan pada Senin, 2 Desember 2019 ini menghadirkan tiga narasumber ahli dalam bidang hukum. Diantaranya Bpk hakim. Abdul Azis,S.H,M.H, Bpk. Yudhi Wibhisana, S.H, dan Bpk. Fajar Romi Gumilan, S.H.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *