Home / Jalan-Jalan / Gulai Umbut, Olahan dari Batang Pisang yang Kaya Manfaat
(Fotografer: Nia Nuryanti Barus)
(Fotografer: Nia Nuryanti Barus)

Gulai Umbut, Olahan dari Batang Pisang yang Kaya Manfaat

Nia Nuyanti Barus / Annisa Van Rizky 

Pijar, Medan. Batang pisang atau yang sering dikenal dengan Gedebok Pisang merupakan sesuatu yang dianggap tidak berharga dan diabaikan oleh sebagian besar masyarakat pada umumnya. Tapi siapa sangka, ternyata batang pisang dapat diolah menjadi makanan yang sangat lezat jika dipadukan dengan rempah-rempah yang pas dan dapat memberikan banyak khasiat.

Di Sumatra Utara, khususnya pada masyarakat Suku Karo, terdapat makanan khas  unik yang disebut dengan nama ‘Gulai Umbut’. Umbut sendiri merupakan sebutan batang pisang pada masyarakat Suku Karo. Namun, tidak semua batang pisang dapat diolah menjadi Gulai Umbut. Untuk mengolahnya, dibutuhkan batang pisang yang masih berusia muda agar olahan dapat menghasilkan tekstur yang empuk.

Gulai Umbut memiliki cita rasa yang kaya akan rempah-rempah. Pengolahannya pun cukup mudah untuk dapat dikonsumsi. Pertama, harus mencari batang pisang yang masih muda. Kemudian, mengirisnya menjadi potongan kecil-kecil. Lalu, mencampurkannya dengan kelapa parut agar batang pisang atau umbut tidak menghitam dikarenakan getahnya.

Langkah selanjutnya, persiapkan bumbu yang terdiri atas cabe rawit, bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, kunyit, daun serai, daun bawang batak, dan daun kemangi. Biasanya di kalangan masyarakat Suku Karo, Gulai Umbut dipadukan dengan ayam kampung yang dipotong kecil-kecil.

Untuk proses memasaknya, dapat memasukkan ayam diikuti santan kelapa setengah tua, dicampur bumbu yang telah dipersiapkan, dan terakhir memasukkan batang kelapa atau umbutnya sendiri. Ketika masakan sudah setengah matang, dapat memasukkan daun bawang batak dan daun kemangi agar menghasilkan aroma yang wangi.

Sebagai penikmat, Joshua, sebagai salah satu mahasiswa di Universitas Negeri Medan mengatakan bahwa Gulai Umbut lebih enak dinikmati dalam keadaan yang tidak terlalu pedas. “Enaknya sih dimakan tidak terlalu pedas, agar dapat menikmati rasa batang pisang atau umbutnya yang manis dan empuk pada saat sudah dimasak,” ujarnya. Selain itu Joshua juga mengatakan bahwa ketika masih kecil dia agak ragu memakannya karena terbuat dari batang pisang dan setelah mencoba ternyata rasanya enak.

Sajian unik ini dapat menambah selera makan apalagi jika disajikan dengan nasi panas. Seseorang yang belum pernah memakannya mungkin akan merasa bingung bagaimana mungkin batang pisang bisa dimakan.

Konon di kalangan masyarakat Suku Karo, Gulai Umbut sendiri sering dihidangkan pada saat upacara kematian di mana masyarakat Suku Karo memiliki filosofi bahwa mati satu akan tumbuh seribu, sama seperti batang pisang walaupun sudah ditebang berkali-kali akan menumbuhkan tunas baru.

Dilansir dari harapankita.com, di Hornbill Asian Market Amerika Serikat, batang pisang sendiri dijual dengan nama Banana Steam dengan harga yang cukup mahal sekitar $5,95 atau setara dengan Rp84.000. Sementara di negara kita sendiri, kita tidak menganggapnya berharga dan bahkan sering dibuang.

Tak hanya unik dan memiliki cita rasa yang kaya akan rempah-rempah, ternyata makanan ini kaya akan manfaat yang disebabkan oleh batang pisang tersebut. Dikutip dari harapanrakyat.com, terdapat beberapa manfaat dari batang pisang tersebut yakni mengontrol tekanan darah dan kolestrol, mengatasi asam lambung, mengatasi batu ginjal dan infeksi kandung kemih, melancarkan pencernaan dan detoksifikasi, menurunkan berat badan serta membersihkan darah kotor.

Nah, mulai sekarang Sobat Pijar sudah tahu kan kalau batang pisang dapat diolah menjadi makanan yang lezat dan ditambah lagi memiliki banyak manfaat. Yuk, kita manfaatkan batang pisang yang ada di lingkungan kita agar menjadi lebih berguna dan bermanfaat.

(Redaktur Tulisan: Widya Tri Utami)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

(Sumber Foto: Google)

Roti Ketawa Khas Siantar, Serupa Onde-onde Tetapi Berbeda

Jenni Sihombing / Gabriella Prily Pijar, Medan. Siapa yang tidak kenal dengan Roti Ketawa? Kue …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *