Home / Berita / Hari AIDS Sedunia Mengingatkan Kembali Pentingnya Kemanusiaan

Hari AIDS Sedunia Mengingatkan Kembali Pentingnya Kemanusiaan

Sumber Foto: Ladyclever.com

Star Munthe

Pijar, Medan. Desember dengan agenda pentingnya memang dikira tepat untuk menutup tahun. Pada hari ini, 1 Desember 2019, dunia kembali memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS). Melalui laman resmi World Health Organization (WHO), peringatan HAS tahun ini mengangkat tema “Komunitas Membuat Perbedaan.”

Tema yang diangkat tahun ini memiliki makna bahwa pentingnya peran komunitas dalam melaksanakan misi penanggulangan AIDS. Misi tersebut tertuang dalam program bernama three zeros, yang artinya mengakhiri AIDS pada tahun 2030.

Cikal bakal gerakan HAS yang berwujud kampanye internasional ini ialah sebab perlakuan tidak manusiawi, seperti stigma negatif terhadap penderita AIDS. Dunia awalnya masih banyak yang mengira bahwa AIDS adalah penyakit menular yang bersumber dari perilaku seks menyimpang. Padahal siapa pun bisa saja terkena AIDS. HAS hadir untuk mengedukasi masyarakat dan mengajak masyarakat untuk berperan dalam memberantas AIDS, bukan penderitanya.

HAS memiliki simbol pita merah yang digunakan seluruh warga dunia setiap 1 Desember dalam kampanye bertajuk AIDS. Terutama untuk menunjukan kesadaran dan rasa prihatin terhadap penderita AIDS serta untuk mengingatkan kepada semua orang, bahwa adanya dukungan dan komitmen masyarakat dalam membantu penderita AIDS.

Singkatnya, HAS pertama kali digagas pada tahun 1988 oleh James Bunn dan Thomas Netter yang saat itu berstatus sebagai humas di WHO. Mereka mengajukan tanggal 1 Desember untuk dijadikan sebuah agenda khusus, sebab alasan tanggal tersebut dianggap bagus dalam artian media tidak fokus lagi kepada pemilu Amerika Serikat yang sudah berlalu dan masih belum memasuki Hari Natal. Mereka yakin, peran peliputan media massa akan memperbesar dukungan masyarakat.

Untuk pertama kali digagas, HAS meletakan fokusnya kepada anak-anak dan remaja. Namun pada tahun 1996, PBB mengambil alih peran tersebut dengan tujuan memperluas sasaran. Lembaga tersebut pada tahun 2004 berhasil berdiri sendiri dengan nama UNAIDS yang berbasis di Belanda.

Dilansir dari Kompas.com, data UNAIDS menjelang akhir 2018 menyatakan sebanyak 37,9 juta orang di dunia menderita HIV dan 770.000 orang telah meninggal karena AIDS. UNAIDS juga menyatakan bahwa masih banyak masyarakat penderita HIV AIDS yang tidak mendapatkan akses pelayanan pencegahan HIV AIDS karena adanya stigmatisasi, diskriminasi, kekerasan, bahkan penganiayaan.

(Redaktur Tulisan: Widya Tri Utami)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

(Fotografer: Valencia Christiani Zebua)

Seminar PKPU dan Kepailitan Perkenalkan Solusi atas Utang Piutang

Bahasan mengenai penyelesaian utang piutang menurut hukum mungkin terdengar asing di telinga masyarakat awam. Oleh karena itu, adanya seminar PKPU dan Kepailitan menjadi jalan tengah masyarakat agar dapat mengetahui lebih jelas bagaimana strategi jitu penyelesaian utang piutang menurut hukum yang berlaku. Seminar yang bertempat di Grand Aston City Hall, Medan pada Senin, 2 Desember 2019 ini menghadirkan tiga narasumber ahli dalam bidang hukum. Diantaranya Bpk hakim. Abdul Azis,S.H,M.H, Bpk. Yudhi Wibhisana, S.H, dan Bpk. Fajar Romi Gumilan, S.H.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *