Home / Lifestyle / Mengenal Diri lewat Lima Bahasa Cinta
Sumber Foto: 
https://tresnaherdani.blogspot.com/
Sumber Foto: https://tresnaherdani.blogspot.com/

Mengenal Diri lewat Lima Bahasa Cinta

Lolita Wardah  / Nadia Lumongga Nasution 

Pijar, Medan. Kita kerap sekali bertanya, “Kenapa aku selalu salah?, atau hanya sekadar “Ah, dia berlebihan padahal aku sudah melakukan banyak hal untuknya”. Jika sobat Pijar sering mengatakan hal seperti itu, maka “Lima Bahasa Cinta” bisa menjadi obat untuk hubungan yang sakit.

Lima bahasa cinta diperkenalkan oleh konselor pernikahan, Dr. Gary Chapman. Menurutnya, bahasa cinta merupakan cara seseorang mengekspresikan perasaan cintanya kepada orang lain. Setiap orang memiliki bahasa cintanya masing-masing, ibaratkan sebuah bangunan, harus ada fondasi yang kokoh agar bangunan tersebut kuat sehingga tidak mudah runtuh walaupun badai menerpa. Berikut Lima Bahasa Cinta menurut Dr. Gary Chapman:

  1. Words of Affirmation (Kata-kata Pujian, Penghargaan, Dukungan)

Untuk sebagian orang, kata-kata bisa menjadi sumber penyemangat. Ucapan dapat membuat perasaan yang kita tanam terasa dihargai. Seperti, “Wah, rambutmu bagus sekali” atau ucapan “Selamat pagi”. Hal mudah namun kadang tak diperhatikan. Satu kata pujian dapat melekat dan mempunyai makna yang sangat berarti.

  1. Gift (Hadiah)

Selain ucapan, sebagian orang juga senang jika diberi hadiah. Mungkin terdengar matre, tapi hadiah tak melulu harus sesuatu dengan nominal yang besar. Memberikan orang terdekat dengan sesuatu yang sederhana juga akan sangat bermakna. Misalnya, Sobat Pijar memberikan coklat saat orang terdekat akan melaksanakan ujian atau memberikan cendera mata ketika Sobat Pijar pergi liburan.

  1. Act of Service (Pelayanan)

Pernahkah kita membantu ibu saat di rumah? Atau membantu teman membawakan barangnya? Hal-hal tersebut merupakan contoh dari pelayanan. Pelayanan dapat membuat seseorang merasa bahwa ia tidak kesepian dan memiliki teman untuk berbagi. Pelayanan dapat berupa perbuatan yang dapat membantu walaupun hanya hal kecil.

  1. Physical Touch (Sentuhan Fisik)

Bahasa cinta yang satu ini sangat sederhana tapi penuh makna. Jika Sobat Pijar secara refleks memberikan tepukan hangat maupun pelukan kepada sahabat saat bersedih atau Sobat Pijar senang saat bergandengan tangan dengan pasangan, berarti Sobat Pijar termasuk ke dalam kategori bahasa cinta yang ini.

  1. Quality Time (Waktu yang Berkualitas)

Waktu yang berkualitas dapat membuat kita merasakan dimensi yang berbeda. Terkadang, yang selalu kita tatap lebih lama adalah layar gawai pribadi daripada menatap orang terdekat kita. Sekadar mengobrol di taman, menikmati senja, atau makan malam sambil menceritakan kegiatan hari itu dapat menjadi salah satu cara menikmati waktu yang berkualitas.

Lima Bahasa Cinta di atas merupakan solusi bagi kita untuk lebih mengenal dan memahami diri sendiri maupun orang terdekat. Bahasa cinta bukan hanya untuk pasangan, tetapi juga untuk orang tua, teman, kakak-adik ataupun orang terdekat lainnya. Setiap orang memiliki bahasa cintanya tersendiri, ada yang hanya memiliki satu dan ada pula yang mencakup semuanya. Bagaimana dengan Sobat Pijar? Apa bahasa cintamu?

(Redaktur Tulisan: Widya Tri Utami)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Fotografer : Annisa Van Rizky

Eksistensi Kamera Analog 35mm

Dewasa ini fotografi menjadi suatu hal yang melekat pada aktivitas sehari-hari. Kamera digital seperti DSLR dan mirrorless sudah menjadi hal yang familiar. Di tengah-tengah kehadiran teknologi digital yang lebih memudahkan, tak lantas membuat kamera analog begitu saja diabaikan dan tidak lagi dilirik karena, nyatanya masih banyak yang tertarik pada kamera analog bahkan pecinta kamera analog.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *