Home / Galeri / Foto / Senja di Ufuk Barat

Senja di Ufuk Barat

 

“It’s all about perspective” Fotografer: Shilva Devira
“It’s all about perspective”
Fotografer: Shilva Devira

 

“Jalanan menghadirkan cerita baru. Semakin mentari beranjak meninggalkan Kuala Lumpur, semakin sibuk roda-roda berpacu untuk pulang.” Fotografer: Hidayat Sikumbang
“Jalanan menghadirkan cerita baru. Semakin mentari beranjak meninggalkan Kuala Lumpur, semakin sibuk roda-roda berpacu untuk pulang.”
Fotografer: Hidayat Sikumbang

 

“Di sore yang gelap ditutupi awan. Cerita yang kian merambat di dinding penantian.” Fotografer: Erizki Maulida Lubis
“Di sore yang gelap ditutupi awan. Cerita yang kian merambat di dinding penantian.”
Fotografer: Erizki Maulida Lubis

 

“Lihat kebanggaan bangsa disudut sana? Dia berkibar melawan masa hanya untukmu, Ibu Pertiwi.” Fotografer: Nadya Divariz
“Lihat kebanggaan bangsa disudut sana? Dia berkibar melawan masa hanya untukmu, Ibu Pertiwi.”
Fotografer: Nadya Divariz
“Mahkota langit pun ikut menikmati senja.” Fotografer: Tasya Azzahra Nasution
“Mahkota langit pun ikut menikmati senja.”
Fotografer: Tasya Azzahra Nasution

 

“Senja menyapa pertanda malam pun tiba” Fotografer: Talitha Nabilah
“Senja menyapa pertanda malam pun tiba”
Fotografer: Talitha Nabilah

 

“Senja selalu saja indah dimanapun berada” Fotografer: Patricia Astrid
“Senja selalu saja indah dimanapun berada”
Fotografer: Patricia Astrid

 

“Ketidakjelasan yang sangat jelas” Fotografer: Talitha Nabilah
“Ketidakjelasan yang sangat jelas”
Fotografer: Talitha Nabilah

 

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Ilustrator: Erika Enjelia

Duniaku yang Berbeda

Aku bisa melihat dan mendengar hal-hal yang tidak bisa dilakukan manusia lainnya, hanya manusia sepertiku yang bisa. Aku kadang kesal, suara-suara itu memenuhi isi otakku, kadang juga bisa mengintruksi gerakku. Sejak SD, aku sudah sering dirundung. Karena aku yang gemuk dan memiliki rambut yang ikal. Padahal kata Bunda, aku cantik dengan itu semua. Jadi, aku harus menutup telinga dari ejekan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *