Home / Jalan-Jalan / Klepon Pelangi, Jajanan Tradisional yang Modern
Sumber Foto: Nia Nuryanti Barus
Sumber Foto: Nia Nuryanti Barus

Klepon Pelangi, Jajanan Tradisional yang Modern

Nia Nuryanti Barus / Hazlina Ganif Sihotang

Pijar, Medan. Era milenial yang penuh dengan banyak inovasi dan hal-hal baru ini, semakin banyak masyarakat yang sudah tidak merasa tertarik atau bahkan melupakan sesuatu yang dianggap tradisional. Termasuk makanan, kue-kue tradisional khas Indonesia sendiri sudah mulai jarang dijumpai dan digemari kalangan remaja yang mana lebih menyukai makanan kekinian di zaman ini.

Berbicara mengenai jajanan atau kue tradisional, klepon atau yang juga biasa dikenal dengan sebutan onde-onde ini merupakan salah satu yang termasuk di antaranya. Kue berbentuk bulat berwarna hijau yang berisi gula merah dengan taburan kelapa parut diseluruh permukaannya ini merupakan salah satu makanan tradisional Indonesia yang berasal dari daerah Pasuruan, Jawa Tengah.

Klepon terbuat dari tepung ketan, untuk pembuatannya sendiri pun terbilang cukup mudah. Pertama kita perlu membersihkan daun pandan kemudian memblendernya dengan air sebagai pemberi warna hijau pada adonan klepon.

Selanjutnya, untuk pembuatan adonan klepon yaitu dengan mencampurkan tepung beras, tepung beras ketan, dan garam. Lalu, menambahkan air pewarna hijau dari pandan yang sebelumnya sudah disiapkan, kemdian mengaduk adonan hingga mengental.

Dalam proses pembentukannya agar menjadi kue dengan bentuk bulat menyerupai kelereng dengan isian gula merah, Sobat Pijar dapat mengambil sedikit adonan, kemudian pipihkan dan disisipkan potongan kecil gula merah, lalu bentuk adonan mejadi seperti bola.

Potongan gula merah tadi akan meleleh saat proses memasak klepon dengan cara merebusnya di air panas. Klepon yang sudah matang akan mengapung diatas permukaan air yang mendidih. Klepon biasa ditaburi dengan parutan kelapa agar dapat menghasilkan rasa yang lebih gurih.

Sebagai penikmat kue basah, Kezia Sebayang seorang mahasiswi di Universitas Sumatera Utara mengatakan bahwa klepon memiliki rasa yang manis dan lebih enak dinikmati dalam keadaan yang masih hangat atau baru matang. “Enaknya dimakan dalam keadaan panas karena ketika dimakan, gula yang di dalam kue klepon sendiri akan lumer ketika berada didalam mulut yang menghasilkan sensasi yang sangat nikmat,” ujarnya.

Di zaman sekarang sudah banyak para penjual yang melakukan inovasi dalam pembuatan kue klepon ini. Jika klepon identik dengan warna hijaunya, maka di jaman sekarang sudah banyak klepon yang memiliki warna bervariasi.

Salah satunya adalah Klepon Pelangi, isian di dalamnya yang biasa berisi gula merah diganti dengan berbagai rasa, seperti stroberi, green tea, Ovaltine, coklat dan lain sebagainya yang membuat masyarakat lebih tertarik untuk membelinya.

Penjual Kue Klepon sendiri biasanya dapat ditemui pada malam hari. Para penjual biasanya tidak hanya menjual klepon saja, mereka juga menjual kue-kue tradisional lainnya seperti martabak, putu bambu, dan lain-lain. Untuk harga, Kue bulat ini memiliki harga yang juga beragam, tergantung ukuran kleponnya. Biasa dijual dengan  kisaran harga Rp 1.000,- per kleponnya. Sungguh harga yang sangat terjangkau kan Sobat Pijar?

Dilansir dari laman khasiat.co.id ternyata Kue ini juga memiliki banyak manfaat loh Sobat Pijar. Diantaranya dapat mengencangkan kulit wajah, membuat kulit bercahaya, dapat menyerap minyak wajah, mengurangi noda hitam, mengobati rematik, menjaga kesehatan tulang, mengatur aktivitas hormon tiroid, membantu menangkal radikal bebas, sumber antioksidan, hingga melancarkan sistem pencernaan.

Ternyata selain memiliki rasa yang nikmat dan harga yang murah, kue lembut nan kenyal ini juga memiliki banyak manfaat. Sudah sepatutnya kita dapat melestarikan makanan tradisional dari negara kita sendiri.

(Redaktur Tulisan: Hidayat Sikumbang)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatra Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Fotografer : Frans Dicky Naibaho

Nongkrong Santai di Toko Roti

Apa yang ada dibenak kalian jika mendengar kata “kafe” ? Tempat bercengkrama sembari mengisi perut tentunya. Tidak berbeda dengan tempat yang satu ini yaitu All Day Bread. Berbeda dengan toko roti lainnya yang menerapkan sistem take away, All Day Bread menerapkan konsep kafe bagi pengunjung untuk menikmati roti olahan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *