Home / Jalan-Jalan / Nikmatnya Sambal Tuk-tuk dalam Sajian Ayam Geprek
Fotografer: Hazlina Ganif Sihotang
Fotografer: Hazlina Ganif Sihotang

Nikmatnya Sambal Tuk-tuk dalam Sajian Ayam Geprek

Syafira Pohan/Arsy Shakila Dewi

Pijar, Medan. Bicara soal kuliner tentu tak ada habisnya. Setiap tahun, selalu bermunculan berbagai inovasi maupun ide-ide kreatif penciptanya. Tak terkecuali ayam yang merupakan salah satu bahan makanan acapkali menjadi primadona berbagai kalangan. Olahan ayam selalu muncul dengan berbagai macam pilihan mulai dari penyet, gepuk, dan lainnya. Namun, ada satu olahan ayam lainnya yang belakangan ini cukup menarik perhatian masyarakat, khususnya masyarakat Kota Medan. Olahan tersebut ialah ayam geprek sambal tuk-tuk.

Sebenarnya, ayam geprek sambal tuk-tuk ini hampir sama dengan ayam geprek, yang berbeda kali ini ialah sambalnya yang disebut sambal tuk-tuk. Ayam geprek sambal tuk-tuk merupakan olahan kuliner berupa ayam yang digoreng menggunakan bumbu seperti ayam geprek pada umumnya. Walaupun ayamnya digoreng, namun cita rasa dari ayamnya sendiri masih tetap lembut dan gurih. Selain ayam, tentunya yang menjadi titik fokus dari sajian kuliner ini ialah sambal tuk-tuknya.

Sambal Tuk-tuk adalah sambal khas dari Sumatra Utara, aslinya berasal dari daerah Tapanuli atau biasa disebut Sambal Batak. Biasa dikenal luas oleh banyak etnis, dan dalam perkembangannya sudah melahirkan banyak varian baru sambal tuk tuk, tetapi tetap tidak menghilangkan cita rasa dasar yang tercipta dari aroma khas andaliman yang begitu mengundang selera. Khas dari sambal ini juga menggunakan bahan dasar andaliman atau disebut sebagai merica batak dengan rasa yang mengigit di lidah seperti ada rasa getir-getir dan membuat perut lapar jika mencium aromanya.

Untuk menemukan olahan ayam sambal tuk-tuk ini berada di Jalan Jamin Ginting No. 259 Medan, tak jauh dari kampus Universitas Sumatera Utara.

Lembutnya daging ayam disajikan dengan siraman sambal tuk-tuk. “Aku baru sekali makan ayam sambal tuk-tuk ini, tapi rasa pedas yang ditawarkannya buat nagih. Ditambah sambalnya juga fresh, dan pastinya aku bakalan balik lagi kesini.” papar Widya salah satu penikmat kuliner ini.

Harga sajian ayam geprek sambal tuk-tuk ini pun dapat dibilang cukup terjangkau. Sobat Pijar bisa menikmati sajian ayam geprek sambal tuk-tuk dengan harga Rp20.000, lengkap dengan sepotong ayam dan nasi putih.

Redaktur Tulisan: Hidayat Sikumbang

 

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Fotografer: Star Munthe

Angkringan Jumteng, di mana Kebersamaan Menjadi Nilai Penting

Malam jauh melintang melebihi pertanyaan yang hinggap kala fajar mulai meyingsing. Malam begitu berarti jika makna ditemukan dari segudang defenisi. Tak jauh dari tempat hiruk pikuk kota yang seharusnya, tepatnya di Jalan Ahmad Yani No. 70, Kesawan, Medan, terdapat pemaknaan dari defenisi kesederahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *