Home / Galeri / Sastra / Wanita Terhebat
Ilustrator: Putri Arum Marzura
Ilustrator: Putri Arum Marzura

Wanita Terhebat

Putri Arum Marzura

Sejak kecil, aku selalu mendapatkan kasih sayang yang sangat besar. Aku selalu merasakan kebahagiaan yang tak bernilai, melebihi apa pun. Begitu banyak pelajaran yang bisa aku dapatkan sejak kecil. Mulai dari belajar jalan, berbicara, hingga mengenal kehidupan. Semua itu berkat seseorang yang sangat berjasa. Beliau adalah, Ibuku. Perempuan tangguh dan cantik, serta tidak pernah mengeluh dalam keadaan apa pun. Ia selalu memberikan yang terbaik untukku.

Ketika itu, semua berjalan cukup indah. Hingga aku beranjak dewasa memasuki masa-masa remaja. Aku seperti merasakan suasana yang bebas dan bisa berpikir “Akhirnya, aku bebas mau melakukan apa saja”. Saat itu aku kurang memedulikan masa depan. Bermain adalah hal yang menguasai pikiranku.

Hingga akhirnya aku masuk ke dalam zona tidak nyaman. Semua berubah ketika aku melakukan sebuah kesalahan di luar kendaliku. Beranjak dari kelas 1 SMP hingga 2 SMP aku sangat tidak peduli dengan sekolah. Tujuan utama ke sekolah adalah bermain dan bertemu teman. Akhirnya aku mendapatkan nilai rendah.

Ibuku sangat sedih mengetahui hal itu. Amarahnya terpendam oleh air mata. Saat itu aku merasa bersalah. Hanya bisa terdiam, selalu menyendiri untuk menyesali perbuatanku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Apalagi ketika aku melihat ibuku yang sedih. Hatiku sangat hancur. Sekaligus aku takut untuk melakukan sesuatu.

Ketika aku merenungi kelakuan konyol itu, aku berpikir “Apa aku bisa membahagiakan orang tuaku? Terutama ibuku?”. Aku sempat merasa tidak percaya diri untuk mengubah kebiasaan buruk dari diriku. Seperti tidak pantas.

Tetapi, lagi dan lagi ibuku menyemangatiku. Ia percaya aku bisa menjalani semua ini. Menjadi lebih baik itu sulit. Tetapi usaha apa pun itu pasti selalu menghasilkan yang terbaik. Ibu selalu percaya apa yang aku perbuat. Menjagaku dan mendukung keinginanku. Mulai saat itu aku harus berusaha untuk menjadi lebih baik lagi.

Ketika aku berada dalam masa tersulit, ibuku selalu menjadi orang yang paling depan. Solusi apa pun ia kerahkan untuk membantuku. Ibu yang selalu peduli dengan keadaanku.

Ketika aku sakit, ia lah yang sangat mengkhawatirkan aku. Semangat dari beliau tidak pernah lepas. Hingga aku beranjak SMA dan bisa memberikan yang terbaik kepada orang tuaku. Aku hanya bisa memberikan tangis kebahagiaan kepada orang tuaku. Terutama ibuku, segala kesedihan dan kebahagiaanku hanya ia yang tau.

Ibu, yang selalu mengajarkan arti menghargai, kebahagiaan, kesedihan, hingga arti hidup yang sebenarnya. Ia adalah orang yang tidak pernah mau menunjukkan kesedihan di depan keluarganya ataupun orang-orang di sekitarnya. Mengerahkan semua tenaga dan usaha demi keluarganya. Selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Aku merasa bangga dan bahagia mempunyai ibu sehebat ini. Bagiku, ia adalah wanita terhebat di dunia yang pernah aku kenal dan sebagai penyelamat hidupku.

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Ilustrator: Erika Enjelia

Gamophobia

Hangatnya matahari bersinar menyentuh bunga-bunga pada pagi itu. Awan seakan tersenyum manis menampakkan kebahagiaan yang ia rasa. Burung-burung pun berkicau menghasilkan simfoni indah yang mendamaikan hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *