Home / Hiburan / Halu, Kebahagiaan yang Sementara

Halu, Kebahagiaan yang Sementara

Sumber Foto: https://m.youtube.com/watch?v=nn91gbAw21o

Meylinda Pangestika Gunawan / Aisha Tania Sinantan Sikoko

Pijar, Medan. Sukses meng-cover lagu di platform Youtube Feby Putri NC, Feby Putri akhirnya merilis single perdananya berjudul “Halu” pada 22 Agustus 2019 lalu. Lagu yang berdurasi lebih dari empat menit ini mengajak pendengarnya untuk berhalusinasi secara sadar.

Sederhana dan penuh makna, lagu “Halu” tercipta secara tidak sengaja dari catatan iseng Feby tentang kehilangan. Feby ingin mengajak para pendengar untuk tegar dalam kehilangan karena tidak selamanya kehilangan akan membuat seseorang lemah.

Senyumanmu yang indah bagaikan candu

Ingin trus kulihat walau dari jauh

Sekarang aku pun sadari semua hanya mimpiku

Yang berkhayal akan bisa bersamamu

“Semoga orang yang ditinggalkan bisa cepat tersadar bahwa yang hilang tak selamanya bisa kembali, di mana kita harus menerima kenyataan yang tak sejalan dengan rencana dan semoga orang yang meninggalkan tenang di dunianya yang baru. Aku tahu ia juga merasa kehilangan dan hanya bisa berkhayal tuk bersama kembali dengan orang-orang yang senyumannya candu baginya,” ucap Feby ketika yang dikutip dari Liputan6.com.

Tidak ada yang ingin kehilangan orang terkasih dalam dunia fana ini namun tidak dapat dipungkiri bahwa yang datang akan pergi pada waktunya. Tidak ada yang bersifat selamanya.

Lagu “Halu” mencoba menceritakan tentang halusinasi terhadap perasaan sendiri. Perasaan bahagia meski yang terkasih tidak di depan mata. Halunisasi yang berusaha mengobati rindu.

Bait-bait dalam “Halu” seolah mantra penyembuh bagi pendengar. Dalam lirik lagu tersirat pesan seolah kita boleh bersedih sementara dan berhalusinasi seakan dunia baik-baik saja, tapi tidak sampai membuat kita lupa akan kehidupan nyata kita.

Dihampiri seribu ragu

Hanya membisu

Dihampiri seribu ragu

Hanya membisu

Ku berkhayal

Diakhir lagu, Feby Putri memberi sugesti bahwa keyakinan kita terhadap halusinasi tidak sekuat yang dikira. Dihadapkan dengan kenyataan akan membuat kita terdiam, karena kita menyadari bahwa hal tersebut di bawah alam sadar kita. Selalu kuatlah dalam menghadapi kehilangan.

Berselang tiga bulan, video klip “Halu” pun dirilis. Pada awal video memuat informasi singkat tentang Skizofrenia. Video klip ini merupakan bentuk dukungan Feby Putri perihal mengubah stigma kesehatan mental menjadi dukungan terhadap kesehatan mental. Disampaikan bahwa bagian dari keuntungan video ini nantinya akan didonasikan untuk membantu penderita Skizofrenia.

Video klip yang telah ditonton lebih dari dua juta kali ini menampilkan sekelompok orang yang sedang duduk melingkar. Seorang kakek yang duduk menghalunisakan seorang wanita. Ia terlihat bahagia dan tersenyum dengan lebarnya bertemu dengan sang wanita. Ketika tersadar, ia hanya bisa menangis kemudian terdiam.

Sejak dirilis empat bulan lalu, audio halu telah diputar hingga 17 juta kali di kanal Youtube milik Feby Putri. Ia mengaku tak mudah mendapat pencapaian seperti saat ini. Feby memulai semuanya dari bawah dan penuh perjuangan.

Genre yang dibawakan oleh Feby pun cukup unik, bukan genre pop ataupun indie yang sedang naik daun. Perempuan berhijab satu ini mengusung genre folk dan mengaku bahwa “Halu” merupakan kumpulan kisah dari orang terdekat.

Bagi Sobat Pijar pecinta lagu lambat yang menenangkan, “Halu” oleh Feby Putri wajib ada di playlist musik kamu! Liriknya mudah untuk diikuti, tidak terburu-buru mampu membuat suasana menjadi tenang di saat penat akan kesibukan sehari-hari.

(Redaktur Tulisan: Widya Tri Utami)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatra Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber Foto: viu.com

Door Lock: Jangan Lupa Kunci Pintumu!

Di era sekarang ini, menempati sebuah studio apartemen yang terdapat di kota besar untuk seorang diri bukanlah hal yang asing lagi. Tak hanya pria, wanita pun bisa hidup mandiri walaupun hanya tinggal sendirian. Bahkan hal ini menjadi sebuah tren di negara berkembang seperti Korea Selatan. Kehadiran kunci elektronik dengan kecanggihannya menambah keyakinan seseorang untuk merasa aman saat tinggal seorang diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *