Home / Hiburan / Film / Irrfan Khan, Lunch Box, dan Kisah yang Tak Terduga dari Sebuah Rantang

Irrfan Khan, Lunch Box, dan Kisah yang Tak Terduga dari Sebuah Rantang

Sumber Foto: http://imdb.com/

Widya Tri Utami

Pijar, Medan.  Irrfan Khan dikabarkan meninggal dunia pada Rabu, (29/04). Ia meninggal dunia di usia 54 tahun akibat penyakit infeksi usus besar. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun akhirnya meninggal. Sebelumnya, ia juga didiagnosa menderita tumor neuroendokrin. Irrfan Khan adalah salah satu aktor Bollywood yang sukses di Hollywood akibat perannya di Slumdog Millionaire, Life Of Pi, The Amazing Spider-Man, Jurassic World, Inferno, dan salah satu yang dikenang adalah Lunch Box.

Film Lunch Box menceritakan tentang kisah-kisah yang tak terduga dan bermula dari sebuah rantang. Di awal kisah, kita akan diperkenalkan dengan tokoh yang diperankan Ila oleh Nimrat Kaur, ibu rumah tangga yang tinggal bersama suami dan anak perempuannya di sebuah flat kecil. Kita akan disuguhkan dengan kemampuan memasak Ila dengan berbekal resep dari tetangganya, Auntie, yang hingga akhir film tidak pernah ditampakkan rupanya. Ia menggunakan jasa Dabbawala, sebutan untuk para pengantar makanan yang mengantarkan rantang makan siang ke suaminya.

Tak disangka, rantang makan siang yang dibuat Ila justru jatuh ke tangan Saajan Fernandez yang diperankan oleh Irrfan Khan. Ia adalah seorang akuntan dengan perangai dingin dan tertutup. Rupanya, rantang makanan mereka tertukar. Dan tertukarnya rantang makanan tersebut, menjadi awal pertukaran surat menyurat antara Ila dengan Saajan.

Percakapan di surat itu yang awal mulanya hanya membahas perihal rasa makanan berlanjut menguak persoalan mengenai kehidupan pribadi masing-masing. Keterikatan di antara keduanya pun semakin mendalam tatkala mengetahui kesamaan yang ada.

Keduanya tidak menyadari bahwa surat menyurat tersebut memengaruhi keberlangsungan hidup mereka. Termasuk, hubungan mereka dengan orang-orang terdekat. Saajan dengan rekan kantornya yang ceria dan gigih serta Ila dengan suaminya yang kosong perhatian.

Saajan terkejut, ketika mendengar berita dari pengemudi angkutan umumnya tentang kejadian bunuh diri yang menimpa seorang ibu rumah tangga bersama anaknya. Ia berharap orang itu bukanlah Ila. Saajan hanya bisa menunggu. Menunggu datangnya rantang makan siang agar dapat mengusir keresahannya.

Mengulik isu pernikahan, seakan hal yang mudah untuk diangkat ke dalam film ini. Berita yang didengar Saajan sekaligus ketidakbahagiaan pernikahan yang dirasakan Ila mengungkit fakta sesungguhnya yang pernah terjadi di negara anak benua tersebut.

Dilansir dari Liputan6.com, sejak 1997 lebih dari 20 ribu perempuan yang berstatus sebagai istri memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Jika menggunakan perbandingan, lebih dari 11 per 100 ribu ibu rumah tangga melakukan bunuh diri.

Selain isu yang diangkat, keriuhan Kota Mumbai sebagai latar film ini dengan padatnya penduduk digambarkan ketika para Dabbawala melakukan tugasnya. Pengantaran makanan itu pun tidak dilakukan dengan mudah. Kita akan dibuat terpana dengan sistem Dabbawala yang apik namun sukar.

Walau tanpa tari dan nyanyian, sutradara Ritesh Brata sukses menyajikan kisah yang mungkin tampak sederhana namun berhasil menggugah hati penikmatnya dengan dialog-dialog manis yang mendebarkan. Seperti dugaan, durasi film ini pun tidak selama film-film Bollywood pada umumnya.

Kisah romansa yang tidak biasa dengan dibumbui racikan-racikan masakan rumahan India di setiap rantang sebagai penghubungnya. Tak heran, film ini disanjung para kritikus film untuk menjadi perwakilan India pada kategori Best Foreign Film di ajang 86th Academy Awards walaupun pada akhirnya tidak terpilih.

Redaktur Tulisan: Hidayat Sikumbang

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatra Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber Foto: Youtube Suara Disko

Bisakah “Serenata Jiwa Lara” Membangkitkan Kejayaan City Pop?

Diskoria dengan single keduanya yang berjudul "Serenata Jiwa Lara" sukses menarik perhatian banyak kalangan dengan dibuktikan oleh jumlah penonton yang mencapai lebih dari 3,5 juta sejak perdana tayang pada 17 Maret 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *