Home / Hiburan / Jejak Karya Glenn Fredly

Jejak Karya Glenn Fredly

http://www.instagram.com/aosoora

Frans Dicky Naibaho

“Karena pada akhirnya yang kita tinggalkan bukan hanya bicara nama baik, tapi karya itu penting. Lu meninggalkan jejak pada sebuah generasi dengan karya.” – Glenn Fredly pada tayangan Tonight Show, 2 Mei 2015.

Pijar, Medan. Tiada satu pun yang menyangka bahwa Glenn Fredly menghembuskan napas terakhirnya di usia yang cukup muda. Glenn Fredly dinyatakan meninggal dunia pada 8 April 2020 pukul 18.00 WIB di Rumah sakit Setia Mitra, Fatmawati, Jakarta Selatan akibat penyakit meningitis. Kepergian penyanyi Indonesia yang satu ini menggoreskan kesedihan yang mendalam di kalangan musisi tanah air dan juga para pendengar setianya.

Tutup usia pada umur 44 tahun, penyanyi bernama lengkap Glenn Fredly Deviano Latuihamallo ini meninggalkan harta yang sangat berharga bagi seluruh penikmat musik tanah air. Warisan seni yang telah ia ukir tampaknya menjadi suatu wasiat untuk dapat mengenang Glenn Fredly. Glenn dikenal banyak menciptakan lagu-lagu bertemakan romantis hingga patah hati. Untuk mengenang warisan tersebut, berikut beberapa karya Glenn selama 25 tahun ia berkarya.

Januari

Salah satu lagu dalam album Selamat Pagi, Dunia! ini tentu melekat di hati para penikmat musik. Dirilis pada tahun 2002, “Januari” berkisah tentang perpisahan yang terjadi antara sepasang kekasih.

Kasihku

Sampai disini kisah kita

Jangan tangisi keadaannya

Bukan karena kita berbeda

Kisah di balik lagu “Januari” ternyata memiliki makna mendalam bagi penyanyi yang akrab disapa Kaka Bung ini. Lagu ini menjadi persembahan Glenn untuk mengenang perpisahannya setelah delapan tahun hubungannya dengan sesama penyanyi dari grup vokal yang popular pada waktu itu.

Akhir Cerita Cinta

Tidak ada keraguan lagi untuk mengakui bahwa lirik-lirik lagu karya Glenn Fredly sangat menyentuh hati. Demikian pula dengan “Akhir Cerita Cinta”.

Kini harus aku lewati

Sepi hariku tanpa dirimu lagi

Biarkan kini ku berdiri

Melawan waktu untuk melupakanmu

Lagu sendu yang satu ini merupakan salah satu lagu dalam album repackage Selamat Pagi, Dunia!. Lewat lirik yang pilu, video klip “Akhir Cerita Cinta” sudah ditonton sebanyak 36 juta kali di Youtube dan menjadi salah satu lagu patah hati terbaik menurut AQ Music di Spotify.

Kasih Putih

“Kasih Putih” menjadi lagu penghormatan terakhir kepada Glenn Fredly pada Ibadah pelepasannya. Meski sudah berumur 20 tahun, karya yang satu ini tetap menjadi pilihan bagi para penggemar Glenn untuk mengenang kepergiannya.

Biarkanlah kurasakan

Hangatnya sentuhan kasihmu

Bawa daku, penuhiku

Berilah diriku kasih putih di hatiku

Pada pagelaran Anugerah Musik Indonesia (AMI) Award 2001 silam, Glenn Fredly berhasil mendapatkan penghargaan lewat “Kasih Putih” dalam kategori Karya Produksi Urban Terbaik.

Sekali Ini Saja

Sama dengan ketiga lagu sebelumnya, lagi-lagi lagu patah hati hasil nyanyian Glenn Fredly mampu menyihir telinga. “Sekali Ini Saja” hadir menjadi sebuah lagu yang menggambarkan akan harapan untuk tidak berpisah.

Tuhan bila masih ku diberi kesempatan

Izinkan aku untuk mencintainya

Namun bila waktuku telah habis dengannya

Biar cinta hidup sekali ini saja

Lirik puitis dalam lagu yang satu ini memungkinkan setiap orang yang mendengarnya akan langsung jatuh hati pada sekali putaran saja.

Karya-karya yang dihasilkan oleh Glenn Fredly selama 25 tahun ia berkarier berhasil mengisi hari-hari para insan yang sedang kasmaran hingga patah hati. Selain empat lagu di atas, karya-karya lainnya seperti lagu “Terserah”, “Sedih tak berujung”, “Tega”, “Sabda Rindu”, “Kisah yang Salah”, “Kisah Romantis”, “You Are My Everything” dan bahkan “Adu Rayu” berhasil menjadi pilihan di hati para penikmat musik tanah air.

Bahkan lagu “Adu Rayu” yang merupakan hasil kolaborasi Glenn, Tulus, dan Yovie berhasil menjadi Karya Produksi Terbaik pada Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards tahun 2019.

Kepergian musisi kelahiran Jakarta, 30 September 1975 ini bertepatan dengan 40 hari pasca kelahiran anak pertamanya bersama Mutia Ayu, Gewa Atlana Syamayim Latuihamallo. “Ketika Gewa sudah dewasa nanti dan mengerti, Gewa pasti akan berkata ‘Gewa bangga menjadi anak perempuan Ayah’. Tuhan selalu jaga kami.” ungkap Mutia pada akun Instagram pribadinya.

Para musisi tanah air pun turut memberi penghormatan kepada Glenn Fredly dan juga mengenang momen-momen kebersamaan dengan Glenn melalui jejak karya yang telah ia ukir.

Segenap keluarga besar Pers Mahasiswa Pijar turut berbelasungkawa atas berpulangnya musisi legendaris Indonesia, Glenn Fredly.

(Redaktur Tulisan: Widya Tri Utami)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatra Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Fotografer: Frans Dicky Naibaho

Mahen dan Kenangan yang “Pura-Pura” Dilupakan

“Pura-Pura Lupa” yang diciptakan oleh Pica Iskandar ini berhasil menyita perhatian masyarakat. Selain karena dilantunkan oleh suara merdunya Mahen, kisah di balik lagu ini pun menoreh hati pendengarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *