Home / Hiburan / Buku / Mari Menyasarkan Diri Lewat Buku 30 Paspor The Peacekeepers Journey

Mari Menyasarkan Diri Lewat Buku 30 Paspor The Peacekeepers Journey

Sumber Foto: instagram @syifaalsakina

Arsy Shakila Dewi

Pijar, Medan. Gempar Menggelegar! Itulah yang dirasakan mahasiswa Prof. Rhenald Kasali mata kuliah Pemasaran Internasional di buku yang berjudul “30 Paspor The Peacekeepers Journey”. Biasanya, kesasar adalah suatu pekerjaan yang tidak disengaja, namun ini luar biasa. Mereka ditugaskan untuk menyasarkan diri secara sengaja di negara orang. Tak hanya satu negara kali ini, tetapi harus dua negara ditambah membantu orang dengan tujuan merajut perdamaian.

Buku ini adalah edisi ketiga dari buku “30 Paspor di Kelas Sang Professor”. Memiliki sampul berwarna hijau terang dengan menampilkan ilustrasi sepatu yang hanya sebelah sesungguhnya menyiratkan isi cerita di dalamnya. Bagaimana tidak? mulai dari pembuatan paspor, pengurusan visa, sampai mereka pergi ke negara tersebut dan pulang kembali, semua harus dikerjakan oleh mereka sendiri, tak boleh meminta bantuan siapa pun baik dari segi finansial maupun segi batin.

Buku dengan tebal 392 halaman ini menceritakan kisah perjalanan dari 30 mahasiswa dalam kelas Pemasaran Internasional. Perjalanan ini sedikit banyaknya merubah masing-masing dari mahasiswa.

Dibuka dengan kisah perjuangan diri yang berjudul “Menaklukkan Diri Sendiri” oleh Risma Nadira Iswani menceritakan Risma yang memiliki penyakit dan ayah Parkinson berhasil menaklukkan dirinya dalam perjalanan ini. Banyak hal menarik lainnya yang akan Sobat Pijar temukan dalam buku ini yaitu tentang menemukan diri sesungguhnya, berkenalan dengan orang baru, melawan rasa takut, bercengkrama dengan warga lokal, saudara se-tanah air, jika dijabarkan tak cukup halaman-halaman ini menampungnya. Kisah ini pun tak lupa ditutup dengan manisnya pelukan di hari ulang tahun dalam judul “Bon Cabe & Ulang Tahun Tak Terduga” oleh Metta Marchella. Tujuan negara pun berbeda-beda, terpenting tidak menggunakan bahasa yang hampir sama dengan Indonesia, seperti Malaysia ataupun Brunei Darussalam. Ada yang terbang ke Swiss, Jerman, Maroko, Filipina, India, Islandia dan negara-negara lainnya,

Bekerja sama dengan Penerbit Noura, buku karya J.S. Khairen yang diluncurkan pada 2017 ini berhasil membuat para pembaca merinding, terharu, sekaligus bahagia dengan apa yang dialami oleh para mahasiswa dalam menjalankan misi mereka. Pembaca seperti diajak merasakan langsung perjalanan ini karena setiap kata yang diuntai terselip emosi, dan setiap alinea yang disusun menggambarkan rentetan peristiwa secara gamblang. Hampir kehilangan koper, dikerjai oleh petugas bandara, kehilangan dompet, diikuti oleh orang asing benar-benar tak meyurutkan nyali mahasiswa untuk terus melanjutkan perjalanannya hingga akhir.

Disuguhkan dengan gaya bahasa sehari-hari, mengalir, dan ringan tidak menjadikan buku ini kehilangan makna. Beberapa tips dan trik pergi seorang diri juga kita temukan di dalam buku walaupun tidak tersurat. Kita, dituntut bertanggung jawab atas diri ini. Berani, satu kata yang harus dipegang dari awal perjalanan sampai akhir. Waspada boleh, parno jangan. Kita memang boleh waspada atas segala kemungkinan situasi yang akan terjadi tetapi jangan sampai menghilangkan kesempatan kita untuk menemui teman baru, berbicara dengannya, lalu menjalin hubungan baik dengannya.

Buku ini direkomendasikan untuk dibaca oleh mahasiswa, walaupun semua kalangan juga dapat menikmati buku yang memiliki kisaran harga Rp60.000-Rp80.000. Karena tidak lain ceritanya yang menginspirasi, buku ini juga mendorong kita untuk menyasarkan diri seorang diri dan menikmati setiap detail yang ada dalam perjalanan. Menyasarkan diri membuat kita belajar, belajar bagaimana menjaga diri dan belajar hal baru tak terduga yang bahkan di dunia perkuliahan tak ada silabusnya.

Buku ini dapat ditemukan di toko buku manapun, jika ingin membacanya secara gratis, buku ini dapat dibaca pada aplikasi Ipusnas oleh Perpustakaan Nasional RI. Bagaimana Sobat Pijar tertarik untuk membacanya lalu menyasarkan diri kalian?

(Redaktur Tulisan: Intan Sari)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatra Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber Foto: Youtube Suara Disko

Bisakah “Serenata Jiwa Lara” Membangkitkan Kejayaan City Pop?

Diskoria dengan single keduanya yang berjudul "Serenata Jiwa Lara" sukses menarik perhatian banyak kalangan dengan dibuktikan oleh jumlah penonton yang mencapai lebih dari 3,5 juta sejak perdana tayang pada 17 Maret 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *