Home / Berita / Melihat Hari Kebangkitan Nasional dari Kacamata Sejarah

Melihat Hari Kebangkitan Nasional dari Kacamata Sejarah

Sumber Foto: http://palu.tribunnews.com/

Intan Sari

Pijar, Medan. Indonesia merupakan sebuah negara dengan kisah histori yang cukup panjang. Peristiwa kebangkitan nasional berawal dari inisiatif seorang putra bangsa bernama Soetomo. Kala itu Soetomo muda bersama teman sekelasnya Soeradji mengajak Wahidin Soedirohoesodo, pendiri School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA), untuk berdiskusi secara tertutup. Dua pemuda bangsa itu tertarik untuk mendengarkan gagasan dan cita-cita Dr. Wahidin Soedirohoesodo.

Diskusi tersebut menghasilkan sebuah semangat baru dalam diri Soetomo. Kemudian ia bersama 9 teman sekolahnya di STOVIA mendirikan sebuah perkumpulan bernama Budi Utomo.

Organisasi Budi Utomo inilah yang dianggap sebagai titik mula Kebangkitan Nasional itu. Organisasi ini diresmikan pada 20 Mei 1908, tepat hari ini 112 tahun silam. Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional.

Selain Budi Utomo, kita tahu bahwa ada banyak gerakan pemuda Indonesia yang lainnya. Lantas bagaimana hari kelahiran Budi Utomo dapat ditetapkan sebagai peringatan Hari Kebangkitan Nasional?

Seperti yang dilansir dari Tirto.id, Sejarawan Hilmar Farid (2014) merujuk bahwa pada tahun 1948, Indonesia sedang menghadapi risiko disintegrasi akibat berbagai konflik di daerah dan perseteruan politik antara partai/organisasi politik di tingkat nasional. Banyak tokoh yang kemudian mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan persatuan nasional.

Di sisi lain, saat itu Indonesia sedang berada di dalam ancaman sebab Belanda yang ingin kembali berkuasa. Ki Hadjar Dewantara dan Radjiman Wediodiningrat pun mengusulkan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Ali Sastroamidjojo untuk mengusahakan persatuan nasional.

Sebuah panitia dibentuk dan diketuai Ki Hadjar Dewantara untuk menentukan peristiwa sejarah yang dapat digunakan simbol persatuan politik. Pada akhirnya, diputuskanlah adanya peringatan besar-besaran hari Kebangkitan Nasional berdasarkan lahirnya Budi Utomo pada 20 Mei 1908.

Keputusan tersebut atas dasar persetujuan para anggota-anggota panitia dan anjuran Bung Karno. “Diadakan peringatan secara besar-besaran hari 20 Mei 1908 sebagai hari kebangunan nasional, hari lahirnya cita-cita kemerdekaan nusa dan bangsa, hari timbulnya tekad untuk bersatu utuh, agar dapat menghadapi segala kesukaran bersama.” (Dewantara, 1952).

Kelahiran Budi Utomo dipilih berdasarkan alasan bahwa organisasi tersebut adalah organisasi modern pertama yang memulai penggalangan kesatuan nasional.

Lalu, sebagai generasi muda penerus bangsa, apa hal yang dapat kita maknai dari hari Kebangkitan Nasional yang sudah berumur 112 tahun ini?

Satu hal yang penulis soroti dari kisah sejarah Hari Kebangkitan Nasional adalah semangat juang anak bangsa dalam tataran pendidikan dan politik di Indonesia. Mereka yang saat itu masih menempuh pendidikan, bersama-sama berjuang untuk memikirkan nasib bangsa dengan membentuk organisasi kesatuan nasional.

Membentuk organisasi bukanlah hal yang mudah kala itu, sebab selalu terpantau oleh pemerintah Hindia Belanda. Namun usaha memang tak pernah mengkhianati hasil rasanya tepat digunakan untuk menyebut pergerakan Budi Utomo ini. Mereka berhasil berdiri dan kemudian diterima kehadirannya oleh hampir seluruh lapisan masyarakat. Hingga ia kemudian menjadi cikal bakal lahirnya hari bersejarah di Indonesia. Yaitu Kebangkitan Nasional.

20 Mei merupakan tanggal bersejarah bagi republik ini. Republik Indonesia. 20 Mei 1908 menjadi salah satu hari yang tak akan terlupakan bagi bangsa Indonesia. Hari Kebangkitan Nasional. Namun, kebangkitan nasional di tahun ini kita peringati dalam suasana yang berbeda. Situasi sekarang mengharuskan kita beradaptasi dengan cara hidup baru. Hari kebangkitan nasional kali ini merupakan momentum bagi kita semua untuk membangkitkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, dengan saling menjaga, bergotong royong untuk sama-sama bertahan menghadapi masa-masa sulit seperti sekarang.

Masa ini memang tidak mudah, namun bersama kita bisa! Hidup Indonesia! Selamat Hari Kebangkitan Nasional!

(Redaktur Tulisan: Hidayat Sikumbang)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatra Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber Foto: Instagram @idntimes

Mengolah Hasil Riset untuk Menulis

Penulis yang baik harus dapat mengawali proses kreatif dan mengolah gagasan lewat riset. Kali ini IDN Times menyelenggarakan Indonesia Writers Festival 2020 melalui platform Zoom dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube IDN Times pada Sabtu (26/09) pukul 16.00 WIB dengan mengusung tema ‘Riset Dalam Penulisan Novel’.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *