Home / Berita / Mula Indonesia Selenggarakan Menulis Kreatif Bersama Budiman Hakim
instagram @mulaindonesia
instagram @mulaindonesia

Mula Indonesia Selenggarakan Menulis Kreatif Bersama Budiman Hakim

Annisa Van Rizky

Pijar, Medan. Dalam mendukung gerakan #dirumahaja, Mula Indonesia membuat program #BerMULAdirumah yang merupakan gerakan sosial untuk berbagi kreasi dan edukasi. Mula dan Patner Intelektual & Strategis membuat konten pendek berbentuk video atau audio yang dapat diakses secara gratis. #BerMULAdirumah pada Minggu, (17/05) melalui kelas virtual di aplikasi Zoom. 

Dengan topik bertajuk #Ngabuburead, Mula Indonesia menghadirkan sesi menulis buku bersama Budiman Hakim, yang merupakan salah satu tokoh storytelling dan penulis buku kreatif iklan Indonesia. Sesuai dengan topik utama, materi yang disampaikan yaitu belajar tentang manfaat menulis yang merupakan awal dari Menulis dengan Creative Attitude : The Series, rangkaian workshop berisikan 12 Kelas Tentang Menulis Kreatif. 

Setelah kelas perkenalan yang membahas tentang Manfaat menulis tersebut, ada 12 kelas pertemuan yang membahas tentang penulisan lebih mendalam dengan format kelas berbayar antara lain:  Copy Menggambar, Visual bercerita, Menggali Emotional Moment, Cerpenting (Cerita Pendek Tidak Penting), Memaksimalkan Kepekaan Panca Indra, Pengalaman Lahir dan Pengalaman Batin, Enam Kata Ajaib Pemancing ide, Ruang Editing dan Ruang Imajinasi, University of Life, Karakterisasi, Theater of Mind, dan Menulis di Media Sosial.

“Saya telah membuat 13 buku dan saya akan berbagi bagaimana indahnya menulis buku, sehingga sayang jika saya tidak membagikan nikmat tuhan ini kepada semua orang.  Karena sebuah peradaban, sebuah bangsa itu dapat diukur dari seberapa banyak yang diterbitkan oleh bangsa itu,” ucap Budiman Hakim seraya mengawali kelas tersebut. 

Pria yang biasa disapa Om Bud ini juga tak menampik bahwa Indonesia masih kurang sekali minat masyarakat terhadap buku, baik penulis maupun pembacanya. “Di Indonesia setelah saya pelajari saya hitung-hitung, peradaban kita masih sangat kurang ketika mengetahui perbandingan jumlah penduduk dan jumlah penulis. Sehingga begitu sebabnya buku-buku luar negri, buku-buku negara lain merebut pasar di Indonesia. Berangkat dari hal itu lah saya ingin berbagi bagaimana indahnya menulis buku,” sambungnya. 

 

Sumber Foto: Live Chat via Zoom
Budiman hakim saat memaparkan materinya yaitu tentang manfaat menulis pada (17/05) melalui aplikasi Zoom.  (Sumber Foto: Live Chat via Zoom)

Pada Pemaparan Materinya, Budiman Hakim menjelaskan ada beberapa poin penting dari Manfaat Menulis. Pertama, menulis bisa sebagai media untuk mengabadikan pengalaman kita. “Dengan menulis kita memiliki manfaat untuk mengabadikan hidup kita, bahwa ini bisa dikatakan bercerita melalui tulisan yang bisa dibaca banyak orang diwaktu yang tidak mesti disatu waktu, tetapi bisa dibaca di kemudian hari,” paparnya. 

Selanjutnya, Om Bud menjelaskan bahwa apabila kita memiliki semangat menulis, maka kita akan meninggalkan warisan atau legacy untuk keluarga kita. Kita memiliki tulisan atau bermanfaat untuk orang banyak itu akan menjadi satu warisan. Mungkin banyak cerita-cerita yang dari hasil karyanya dinikmati oleh keluarganya sampai dengan generasi seterusnya. 

“Ketika kita meninggal dan tidak sempat bertemu dengan anak cucu, anak cucu kita akan tetap merasa dekat, ketika ia membaca buku-buku kita Artinya ketika kita meninggal dunia, kita secara fisik meninggal dunia  tapi spirit kita akan diteruskan oleh buku kita. Apalagi kalau buku kita bagus, bukan hanya anak cucu kita yang membacanya, tetapi orang lain tentu akan membacanya,” ungkap Om Bud.

Selain itu, menulis juga menjadi sarana terapi yang baik. Bahkan menurut penelitian yang dibuat oleh National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine, Amerika Serikat, menulis adalah sarana untuk mengurangi depresi.

Dalam acara yang juga bertepatan dengan Hari Buku Nasional, Budiman juga menjelaskan bahwa buku adalah media untuk membuka mata dalam melihat cakrawala dunia. “Ada pepatah mengatakan if you want to know the world, read. If you want the world to know you, write,  jadi  kalau kamu mau paham tentang dunia, kamu harus baca dan kalau dunia mau mengenal kamu, maka kamu harus menulis,” paparnya lagi.

Redaktur Tulisan: Hidayat Sikumbang

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatra Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber Foto: Instagram @idntimes

Mengolah Hasil Riset untuk Menulis

Penulis yang baik harus dapat mengawali proses kreatif dan mengolah gagasan lewat riset. Kali ini IDN Times menyelenggarakan Indonesia Writers Festival 2020 melalui platform Zoom dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube IDN Times pada Sabtu (26/09) pukul 16.00 WIB dengan mengusung tema ‘Riset Dalam Penulisan Novel’.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *