Home / Berita / Webinar Millenial Literasi Digital Era New Normal Wujudkan Perubahan Literasi di Indonesia
Sumber Foto: Perpustakaan KPw Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara
Sumber Foto: Perpustakaan KPw Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara

Webinar Millenial Literasi Digital Era New Normal Wujudkan Perubahan Literasi di Indonesia

Mhd Abdul Fattah

Pijar, Medan. Dalam rangka menyambut Indonesia memasuki era new normal, Perpustakaan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara mempersembahkan Webinar Millenial yang bertajuk ‘Literasi Digital Era New Normal’. Dengan memanfaatkan platform Zoom, webinar berlangsung sangat kondusif dan juga interaktif pada Sabtu (27/06) pukul 14.00-16.00 WIB.

Webinar dibuka oleh L.M Bahtiar Zaadi yang merupakan Asisten Direktur Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan sebagai perwakilan dari pihak KPw Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dan diikuti lebih dari 200 peserta. Menghadirkan pemateri dari Forum Lingkar Pena Provinsi Sumatera Utara, Anugrah Roby Syahputra, yang juga merupakan pegiat dari literasi digital sekaligus penulis yang karyanya sudah terbit di beberapa media. Acara ini juga dipandu oleh moderator Andre Gusli yang merupakan Duta Baca Perpustakaan UINSU.

Literasi merupakan istilah yang merujuk pada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari (Sumber: pemateri).

Indonesia berada di peringkat kedua terbawah dari 61 negara dalam peringkat persentase literasi pada masyarakat. Hal ini berbanding terbalik dengan angka persentase penggunaan media sosial yang menginjak 59 persen dari total penduduknya. APJII pada 2018 juga ikut menyajikan data bahwa dari 264,16 juta jiwa, penduduk Indonesia yang menggunakan internet memasuki angka 64,8 persen. Lalu mengapa tingkat literasi masih kecil?

Pada webinar ini, para peserta disajikan mengenai data-data bagaimana media digital masa kini dimanfaatkan sebagai ajang penyebaran hoaks dan ujaran kebencian dari berbagai pihak yang mana hal tersebut marak terjadi di dunia maya khususnya Indonesia.

Masa kini, erat kita dengar konspirasi yang padahal dalam hal ini penalaran kita diuji untuk melihat fakta bahwa terdapat oknum-oknum yang sakit hati sehingga disebarkanlah suatu hal yang bersifat menjatuhkan secara luas. “Yang lebih lucunya bahwa masyarakatnya kurang melek literasi, sehingga ada info dikit langsung forward, padahal gak tau benar atau salah,”pungkasnya.

Roby juga mengatakan bahwa etika dalam bermedia perlu kita perhatikan, seperti mulai mencari kebenaran dan mengkaji mengenai informasi yang kita terima untuk dapat dinyatakan benar. Selain itu, menghargai karya penulis juga penting diterapkan masyarakat yang masa kini sangat senang menyebarkan file PDF karya dihargai dengan rupiah.

“Ketika kita tidak bisa melakukan literasi digital, akan melahirkan berita bohong. Jika kita ingin menginformasikan sesuatu harus berdasarkan data dan fakta yang ada, tidak hanya isu semata. Salah satu faktor orang menyebarkan hoaks adalah faktor  ekonomi, karena emang butuh uang. Dan saat ini, netizen juga dapat disalahkan karena tidak memiliki edukasi yang besar untuk memihak ataupun mengkritik. Namun berada di garis keras seakan paling pintar dan bijak dalam mengeluarkan perkataan dan istilah,” katanya dalam menyampaikan materi.

Teknik penyampaian yang diambil oleh Roby memberikan tamparan cukup keras bagi para peserta dalam menelaah literasi media di kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan bahasa orang Medan, menambah kesan lugas dan mudah dimengerti oleh peserta webinar. ?Seminarnya seru dan juga memberikan kesadaran bahwa saya perlu menambah lagi bahan bacaan dalam hari-hari saya,? ungkap Riska yang merupakan salah satu peserta dalam webinar ini.

Melalui webinar ini, Bahtiar selaku pihak dari KPw Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara berharap dengan memasuki era new normal tentunya literasi di Indonesia juga turut mengalami perubahan yang baik. “Webinar ini adalah satu satu kegiatan sebagai bentuk layanan publik yang dilaksanakan Perpustakaan KPw Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara untuk internal maupun eksternal dalam mendukung edukasi mengenai literasi,” papar beliau saat memberikan kata sambutan.

Sebelum ditutup, para peserta diberikan kesempatan untuk melakukan tanya jawab sebanyak tiga sesi. “Teman-teman yang hari ini mengaku penggiat literasi, ayo menjadi teladan untuk orang lain dan menjadi garda terdepan untuk mengajak orang lain melakukan hal yang sama. Ada yang lebih jahat dari yang membakar buku, adalah membakar buku,” pesan Roby sembari menutup webinar.

(Redaktur Tulisan: Widya Tri Utami)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatra Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber Foto: Instagram @amikom_purwokerto

Kiat-Kiat Sukses menjadi Seorang Technopreneur ala Sandiaga Uno

Untuk merayakan Dies Natalis Ke-15, Universitas Amikom Purwokerto mempersembahkan webinar yang mengusung tema “How to Become a Successful Technopreneur” pada Senin, (29/06) pukul 13.00 WIB melalui Zoom dan siaran langsung dari kanal Youtube AMPU TV.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *