Home / Berita / Mempelajari Transisi Perform Music di Webinar MataLokaLive
Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi
Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi

Mempelajari Transisi Perform Music di Webinar MataLokaLive

Rassya Priyandira

Pijar, Medan. Webinar #MataLokaLive yang bertajuk “Transisi Perform Music tahun 2020 with Lyla” sukses diselenggarakan oleh Tribun Network pada Rabu, (26/08) pukul 19.30 WIB. Seminar daring yang berlangsung selama ±1 jam ini membahas seputar transisi para musisi dalam menampilkan karyanya di era pandemi Covid-19. Webinar #MataLokaLive merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Tribun Network.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui platform Zoom yang dimoderatori oleh Amal Burga dan diikuti oleh 23 peserta. Pada tema musik ini, Webinar yang diselenggarakan secara rutin tersebut menghadirkan Ario Setiawan (Vocalist Lyla) dan Harykace (Business Manager Lyla & Naga Project) sebagai narasumber. Tak hanya sebagai narasumber, Ario juga menghibur para peserta dengan menyanyikan singel terbaru Lyla yang berjudul Jatuh Cinta Sendiri.

Penyampaian materi selama webinar MataLokaLive oleh Harykace pada (28/06) melalui Zoom  (Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi)
Penyampaian materi selama webinar MataLokaLive oleh Harykace pada (28/06) melalui Zoom 
(Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi)

Era pandemi Covid-19 ini membuat semua bidang berubah, termasuk kegiatan sehari-hari. Di industri musik, seluruh kegiatan konser ditiadakan mengingat adanya keramaian dalam konser. Melihat hal tersebut, Harykace menilai seluruh musisi baik nasional maupun tidak, merasakan dampak buruk dari Covid-19 yang sangat signifikan.

Menanggapi hal tersebut, seluruh praktisi musik melakukan inovasi baru dengan menyelenggarakan virtual concert sebagai cara untuk tetap berkarya. “Sebenarnya di industri musik kita cukup mampu untuk beradaptasi dengan melaksanakan virtual concert,” ujar Kace.

“Bagiku, konser itu penggabungan energi antara penghibur dengan yang dihibur,” ucap Ario.

Ario menambahkan, virtual concert yang gencar dilakukan belakangan ini tidak semenarik konser offline. “Vibes-nya beda sekali, kedua pihak ini enggak merasakan vibes-nya. Feel-nya juga beda banget sama manggung, enggak ada deg-degannya, keringatnya, dan yang paling penting emosinya. Tapi, positifnya kita bisa lebih intimate sama penonton,” jelasnya.

Berbicara dampak positif dan negatif, Harykace melihat dari sisi eksistensinya sangat bagus untuk para musisi. Namun dari sisi bisnis sangat tidak menguntungkan. Kace menjelaskan, profit yang didapat belum mampu memenuhi apa yang diharapkan selama ini. “Yang saya dapat cerita dari teman-teman promotor, profit mereka sangat kecil karena harus mengeluarkan cost yang lebih besar untuk memenuhi regulasi, seperti sinkronisasi, performing rights, dan publishing.”

Era pandemi ini dimanfaatkan Lyla sebagai liburan yang produktif. “Kita lebih rajin workshop. Yang pasti kita memanfaatkan libur pandemi ini semaksimal, sekreatif, dan seaktif mungkin. Contohnya seperti kemarin baru saja rilis lagu. Kemudian juga ada membuat beberapa konten di Youtube. Goals kita di pandemi ini buat mini album dengan konsep berkolaborasi bersama beberapa artis nasional.” tutur Ario, vocalist Lyla.

“Harapannya simple saja, semoga pandemi ini segera berakhir agar semua lini dapat berjalan secara normal kembali,” ucap Kace dan Ario seraya berharap.

(Redaktur Tulisan: Hidayat Sikumbang)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatra Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber Foto: Instagram @idntimes

Mengolah Hasil Riset untuk Menulis

Penulis yang baik harus dapat mengawali proses kreatif dan mengolah gagasan lewat riset. Kali ini IDN Times menyelenggarakan Indonesia Writers Festival 2020 melalui platform Zoom dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube IDN Times pada Sabtu (26/09) pukul 16.00 WIB dengan mengusung tema ‘Riset Dalam Penulisan Novel’.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *