Home / Sosok / Mengenal Brian Khrisna, Penulis Jenaka yang Merayakan Patah Hati
Sumber Foto: instagram.com/brian.khrisna
Sumber Foto: instagram.com/brian.khrisna

Mengenal Brian Khrisna, Penulis Jenaka yang Merayakan Patah Hati

Diva Vania

Pijar, Medan.  Merayakan Kehilangan, The Book of Almost, Kudasai, This is Why I Need You, serta Museum of Broken Heart merupakan hasil karya-karya dari Brian Khrisna, sosok humoris nan supel yang mengawali perjalanannya dalam dunia tulis menulis lewat keinginannya berbagi cerita dan rasa melalui platform tumblr di tahun 2010, dan terus berkembang hingga sekarang.

Brian Khrisna, atau yang juga dikenal dengan nama penulis ‘Mbeeer’, merupakan pemuda asal Bandung yang lahir pada 17 Januari. Ia sudah aktif menulis sejak 2010 lewat cerita bersambung yang dipostingnya. Lewat media sosialnya, ia sudah menghasilkan berbagai jenis tulisan, dari yang berjenis puisi, prosa, senandika, komedi, cerita pendek, hingga cerita bersambung.

Nama penulis Mbeeer sendiri awalnya dipakai oleh Brian untuk menghindari komentar-komentar negatif dari sekelilingnya yang merasa tulisannya tidak sesuai dengan citra diri Brian. Memang, Brian lebih dikenal oleh teman-teman sebagai pribadi yang humoris, sementara tulisannya justru bergenre romantis.

“Dari dulu aku udah seneng nulis dari semenjak main di Friendster. Terus setelah Facebook ada tahun 2007 booming, aku nulis di sana, beberapa tulisan dan cerita pendek, banyak yang suka terlebih temen-temen SMA. Namun ketika aku membuat Tumblr dengan nama asli dan meng-share otomatis ke Facebook, lama-lama banyak yang komentar kalau gak cocok banget Brian nulis begitu. Karena sebenarnya aku kalau ketemu sama orang sih bakal beda jauh sama apa yang biasa aku tulis. Untuk menghindari komentar-komentar yang menyindir, dan juga agar aku lebih leluasa, aku memilih untuk menggunakan nama alias dan menjadi anonymous dari 2010 hingga 2016,” ungkap Brian.

Karena alasan tersebut, Brian lebih nyaman bersembunyi di balik nama penulisnya, namun setelah buku pertamanya, Merayakan Kehilangan ‘dipinang’ oleh penerbit, Brian akhirnya dengan terpaksa menggunakan nama aslinya dan mengungkap identitas sebenarnya dibalik nama penulisnya.

Sebagai penulis yang tak bisa jauh-jauh dari patah hati, Brian menuturkan bahwa kisah-kisah yang ia tuliskan di buku-bukunya terasa begitu lekat dengan pribadinya.

“Buku Merayakan Kehilangan adalah buku yang sebenarnya adalah sumpah serapahku dan kususun dengan diksi yang lebih baik lagi. Itu kutulis saat sedang jatuh-jatuhnya dulu.”

“Jadi sebenarnya aku memang gak ingin orang-orang kenal siapa aku sih. Tapi karena penerbit memaksa untuk menuliskan nama asli, alhasil ketika buku pertamaku keluar, semua orang jadi tahu siapa itu mbeeer.tumblr.com,” sambungnya lagi.

Pria yang tidak begitu menyukai pelajaran Bahasa Indonesia ini lebih memilih membuat cerita yang begitu akrab di mata pembaca Indonesia dengan bergenre komedi romantis yang dikemas dengan sangat ringan, walaupun dua bukunya memuliki tema yang dibawa cukup berat dan sangat menguras emosi ketika dibaca. Gaya tulisannya ringan dan akrab di telinga pembaca, serta diselilingi oleh humor-humor receh yang membuat pembacanya tertawa bahagia.

“Kenapa aku lebih banyak melahirkan karya patah hati, karena hidup tak selamanya menyenangkan. Ada sesuatu yang tak akan bisa didapat lagi tak peduli sekuat apapun kita mencoba. Setiap orang di dunia ini pasti mengalami itu,” tuturnya saat diwawancarai lewat Whatsapp.

Ada pengalaman membekas ketika dirinya mulai merintis ketika menjadi menulis. Setiap tulisan yang ia hasilkan dan ketika ia melihat karya tersebut di toko buku menjadi pengalaman manis baginya. Belum lagi, ketika mantan pasangannya membaca tulisan-tulisannya. “Terkadang hidup memang seperti itu, dan mau tidak mau kita harus menerima,” jelasnya lagi.

Redaktur Tulisan: Hidayat Sikumbang

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatra Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber : Dokumentasi Pribadi

Memahami Arti Berguna dalam Kacamata Presiden Mahasiswa USU

Seorang Albert Einstein pernah berkata bahwa tidak ada gunanya untuk menjadi manusia yang berhasil. Tapi alangkah baiknya kita bisa menjadi manusia yang berguna. Itulah yang mendasari sebuah perjuangan bagi seorang M. Iqbal Harefa. Ia merupakan seorang mahasiswa Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *