Home / Sosok / Handika Surbakti, Pemuda Inspiratif yang Menekuni Kepemudaan
Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi
Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi

Handika Surbakti, Pemuda Inspiratif yang Menekuni Kepemudaan

Rassya Priyandira

“Hidup itu kayak nonton bioskop, kalau kau telat maka film diputar tanpa kau. Artinya, dunia berubah begitu cepat tanpa menunggu kau siap atau tidak siap– Mhd. Handika Surbakti

Pijar, Medan. Pemuda adalah aset bangsa yang menentukan bagaimana kondisi bangsa tersebut di masa depan. Begitu pula dengan Indonesia yang potensi pemudanya sangat luar biasa. Salah satu pemuda itu adalah Mhd. Handika Surbakti, pemuda yang menekuni tentang kepemudaan sejak 2013. Pria kelahiran Tanah Karo, 25 Mei 1994 ini adalah seorang ahli strategi pengembangan pemuda. Ia akrab disapa Handi.

Handi merupakan alumni S1 Hukum Islam di UIN Sunan Ampel Surabaya angkatan 2012. Semasa kuliah, ia menerima program beasiswa santri berprestasi. Sejak 2014, ia juga telah mengikuti berbagai program kepemudaan, seperti pelatihan dan konferensi di dalam dan luar negeri. Handi sudah menginjakkan kakinya di India, Malaysia, Singapura, Australia dan Qatar. Bahkan pada 2016, Handi juga merupakan wisudawan terbaik non-akademik UIN Sunan Ampel Surabaya.

Saat ini, Handi sedang menempuh pendidikan sebagai mahasiswa full time S2 Sekolah Kajian Strategik & Global di Universitas Indonesia dengan peminatan Ekonomi dan Keuangan Islam. Pendidikan yang ia tempuh ini sepenuhnya dibiayai oleh LPDP Universitas Indonesia.

Handi ialah sosok pemuda yang produktif dan inspiratif bagi orang lain. UINSA Student Forum (organisasi yang bergerak pada pengembangan pemuda) merupakan organisasi yang didirikannya pada 2014. Kemudian, ia juga memegang posisi sebagai co-founder Medan Youth Forum (sebuah wadah yang fokus pada bidang pemberdayaan pemuda). Tak hanya itu, saat ini ia juga merupakan CEO dan Life Coach di XY Leadership, sebuah start-up lembaga konsultan kepemimpinan. 

Dengan banyaknya organisasi yang dinaunginya, Handi mengatakan bahwa ia melakukan hal tersebut bukan semata-mata ingin terkenal, melainkan dengan tujuan agar dapat merealisasikan ide dan gagasan para anak muda yang berpotensial. “Banyak anak muda mempunyai semangat, ide, dan gagasan. Tapi, kebanyakan dari mereka juga bingung bagaimana untuk merealisasikannya. Jadi, aku senang aja bisa memfasilitasi dan merealisasikan gagasan mereka,” ujar Handi.

Di beberapa kegiatan, Handi juga aktif sebagai pembicara dan mentor yang membahas isu-isu anak muda di Indonesia. Sosok yang inspiratif ini mengaku bahwa ia terinspirasi dari Simon Sinek, baik secara konsep maupun gaya public speaking

Di balik proses dan lika-liku yang ia hadapi sampai di titik ini, tentu ada masanya Hadi pernah jenuh. Namun, prinsip yang selalu ia tekankan agar niat dan semangatnya kembali adalah Remember Why You Started.

Makna pemuda bagi Handi adalah orang yang selalu resah dan bertanya-tanya terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. Jangan membatasi diri untuk belajar, berani coba hal baru, berani keluar dari zona nyaman, tinggalkan circle pertemanan yang tidak bagus, dan start with why adalah kalimat sekaligus motivasi yang selalu ia sampaikan ketika menjadi narasumber dan mentor di beragam kegiatan. 

Selain kepemudaan, Handi juga menekuni bidang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Selain itu, ia juga pernah menekuni dunia jurnalistik selama 5 tahun. Beberapa prestasi yang pernah diraih Handi selama menekuni bidang tersebut adalah Peringkat 2 MTQ Tingkat Nasional Tahun 2018 Cabang Musabaqah Maqalah Quran, Juara 1 MTQ Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2017 Cabang Musabaqah Maqalah Quran, dan Juara 1 Orasi Ilmiah UIN Sunan Ampel Surabaya Tahun 2013. Baginya, kedua bidang tersebut juga merupakan bagian dari hidupnya.

Redaktur Tulisan: Widya Tri Utami

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatra Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber : Dokumentasi Pribadi

Memahami Arti Berguna dalam Kacamata Presiden Mahasiswa USU

Seorang Albert Einstein pernah berkata bahwa tidak ada gunanya untuk menjadi manusia yang berhasil. Tapi alangkah baiknya kita bisa menjadi manusia yang berguna. Itulah yang mendasari sebuah perjuangan bagi seorang M. Iqbal Harefa. Ia merupakan seorang mahasiswa Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *