Home / Jalan-Jalan / Indomie vs Mie Sedaap, Kamu Tim Yang Mana?

Indomie vs Mie Sedaap, Kamu Tim Yang Mana?

Sumber foto:www.qraved.com

Salwa Salsabila

Pijar, Medan. Musim penghujan telah tiba. Selain kenangan bersama mantan yang kembali menguap ke permukaan, ingatan tentang si keriting kuning lezat yang disajikan dengan kuah hangat, irisan sayuran, dan cabe rawit yang dijual di warkop persimpangan jalan pun juga bikin merindu. Masih dengan si keriting, namun dengan varian yang berbeda. Varian yang disajikan dengan lebih kering dan berminyak, serta kecap yang banyak dan telur ceplok di atasnya. Mmm… siapa yang berani menolak?

“Pak, pesan indomie kuah satu, ya.”

Si bapak mengangguk mengerti, namun malah mengambil sebungkus mi instan dengan brand lainnya. Dibungkusnya tertulis “Mie Sedaap”. Kamu melihatnya, namun tidak protes. Karena bagimu, brand apapun tak masalah asalkan semangkuk mi instan kuah hangat secepatnya tersaji di atas mejamu. Ini artinya, kamu tergabung di dalam tim normies. Karena pada beberapa kasus, ada oknum yang akan mencak-mencak minta diganti persis sesuai brand yang dimintanya.

Perang legendaris yang melibatkan dua produsen makanan ternama di Indonesia ini, berhasil mengotak-kotakkan masyarakat ke dalam beberapa tim. Tim pencinta Indomie dan tim pencinta Mie Sedaap.

Sama panasnya dengan perang mengenai bubur diaduk dan bubur tidak diaduk, perang yang melibatkan dua brand penguasa sektor per-mi instan-an Indonesia ini ramai di bicarakan melalui berbagai platform media sosial di Indonesia. Tentu saja semuanya memperdebatkan, yang mana yang paling enak.

Indomie sendiri lahir jauh lebih dahulu dibandingkan Mie Sedaap. Pada tahun 1970-an, Indomie hadir mewarnai pasar kuliner Indonesia. Karena rasanya yang luar biasa lezat dan harganya yang sangat terjangkau, Indomie mulai meroket pada tahun 1982. Tak hanya pasar Indonesia, saking populernya, Indomie juga berhasil bersaing hingga ke pasar mi instan internasional, seperti Australia, Afrika, Selandia Baru, Amerika Serikat, Nigeria, dan beberapa negara lainnya.

Tiga puluh tiga tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2003, Mie Sedaap diperkenalkan oleh Wings Food dan siap untuk bersaing dengan brand mi instan senior yang telah bertahun-tahun merajai sektor per-mi instan-an Indonesia. Mie Sedaap juga bisa dikatakan sebagai saingan terkuat Indomie di pasar mi instan Indonesia hingga kini.

Di usia yang masih sangat belia, Mie Sedaap perlahan-lahan berhasil memasuki pasar mi instan luar negeri seperti Malaysia dan Nigeria. Setelah makin eksis dan digemari banyak orang, di sinilah perang antara Indomie dan Mie Sedaap di mulai.

Perang dagang antara Indomie dan Mie Sedaap bukan lagi sebuah rahasia. Seluruh rakyat Indonesia pun sudah paham betul inovasi yang sering kali berlangsung kejar-kejaran antara kedua mi instan ini, yaitu usaha untuk saling mengungguli satu sama lain.

Contohnya saja, seperti varian terbaru dari masing-masing brand, yaitu Indomie Ayam Geprek dan Mie Sedaap Korean Spicy Chicken yang hanya berjarak 5 bulan waktu perilisannya. Ini menandakan tidak ada yang mau kalah saing terkait inovasi rasa.

Tak hanya varian rasa yang rilis seakan saling bersahut-sahutan, iklan yang dimuat di media penyiaran Indonesia pun beradu saling unjuk kebolehan. Bagai perdebatan yang tidak berujung, kedua produsen memamerkan varian andalan dan terbarunya.

Indomie dengan bangganya memperkenalkan Indomie goreng rasa rendang dan rasa iga penyet, sedangkan Mie Sedaap makin melengkapkan varian kuahnya, dengan mendebutkan rasa kari kental spesial.

Sebenarnya, antara Indomie dan Mie Sedaap punya keunikannya masing-masing. Walau Mie Sedaap memiliki ukuran mi yang lebih tebal, namun tak memberikan banyak perbedaan yang signifikan dan berpengaruh.

Selain itu, tekstur dari Indomie juga sudah sangat familier di lidah para pencinta mi instan di seluruh Indonesia. Fakta-fakta ini pula lah yang banyak dikutip oleh tim pencinta Indomie untuk memperkuat argumen mereka dalam upaya menempatkan Indomie sebagai juaranya persaingan ini.

Keunggulan Indomie lainnya juga terdapat di besarnya nama brand yang membuat Indomie sukses menjadi merek generik di dunia mi instan Indonesia. Apapun merek mi instannya, semua orang akan menyebutnya dengan sebutan Indomie. Ini pula yang membuat Mie Sedaap sulit mengungguli kepopuleran Indomie.

Walau kalah di sektor mi goreng, masalah mi kuah, Mie Sedaap juaranya. Mi sotonya yang selalu menjadi favorit disaat langit abu-abu, hujan rintik-rintik, dan aroma tanah yang diterpa angin mulai menusuk hidung. Lalu, ada juga kari spesial dengan kuah super duper kental dan gurih. Varian white curry yang creamy juga cocok buat kamu penikmat mi instan anti mainstream.

Kalau bicara varian mi kuahnya Mie Sedaap, tidak akan ada habisnya. Sama seperti ketika kamu memuja-muja rasa mi goreng milik Indomie. Mereka semua juara di bidangnya masing-masing.

Indomie memang mi instan senior yang sulit disaingi eksistensi dan popularitasnya. Namun, Mie Sedaap juga bukanlah pejuang lemah yang akan suka rela meredup ketika tidak bisa mengungguli lawannya di satu hal. Karena sama-sama kuat, tidak ada yang benar-benar bisa memenangkan persaingan ini. Mereka juara di hati masing-masing penikmatnya.

Sekarang yang menentukan adalah kita, karena selera setiap orang pastinya berbeda-beda. Yang jelas, Indomie tetap seleraku, dan Mie Sedaap tetap puas Sedaapnya. Kalau sobat Pijar, ada di tim yang mana?

(Editor: Muhammad Farhan)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatra Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber foto: Dokumentasi pribadi

Kreasi Mi dari Durian dalam Cita Rasa Mi Bolang

Mi Bolang bukanlah mi si anak-anak nusantara yang suka berpetualang itu. ‘Bolang’ sendiri merupakan akronim dari kata ‘biji durian, andaliman, dan bunga telang’. Meskipun begitu, penggagas dari Mi Bolang ini adalah pemuda-pemudi asal Medan, yaitu Fany, Annisa, Rizka, Andima dan Zulfaijal.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *